Kemampuan bicara sangat penting dalam perkembangan anak. Namun, tidak sedikit orang tua yang cemas saat si Kecil usia 2 tahun belum banyak berbicara. Mengenali dan memahami speech delay pada anak wajib dikenali agar orang tua tahu kapan harus ke dokter dan cara mengatasi speech delay pada anak 2 tahun.
Balita dengan keterlambatan bicara mungkin mencoba, tetapi kesulitan membentuk bunyi yang tepat untuk membentuk kata-kata. Perlu diingat bahwa speech delay (keterlambatan bicara) tidak melibatkan pemahaman atau komunikasi nonverbal seorang anak.
Simak selengkapnya cara mengatasi speech delay pada anak 2 tahun di bawah ini.
Apakah Normal Anak Umur 2 Tahun Belum Bisa Berbicara?
Anak umur 2 tahun biasanya sudah bisa mengucapkan 50 sampai 100 kata. Namun, setiap anak memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda-beda. Ada beberapa alasan mengapa anak usia 2 tahun mengoceh tetapi tidak berbicara. Terkadang, hal ini mungkin disebabkan oleh sifat pemalu atau introvernya.
Hal ini juga dapat berkaitan dengan gangguan pendengaran atau keterlambatan perkembangan lainnya. Namun, dalam kebanyakan kasus, penyebabnya tidak diketahui.
Pada usia 2 tahun, kebanyakan anak usia 2 tahun memiliki kemampuan berbicara sebagai berikut:
- Menggunakan frasa sederhana dua kata, seperti “mau susu.”
- Mengajukan pertanyaan satu atau dua kata, seperti “Sampai jumpa?”
- Mengikuti perintah sederhana dan memahami pertanyaan sederhana.
- Berbicara sekitar 50 hingga 100 kata.
- Setengah dari jumlah kata-kata yang diucapkan anak dimengerti oleh orang dewasa yang tidak mengenalnya.
Sementara di usia 2-3 tahun, sebagian besar anak sudah bisa:
- Berbicara dalam frasa atau kalimat dua dan tiga kata.
- Menggunakan setidaknya 200 kata dan maksimal 1.000 kata.
- Mengajukan pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, di mana, atau mengapa, seperti “Di mana Ibu?”
- Menyebut nama depan mereka ketika ditanya.
- Mengacu pada diri mereka sendiri dengan kata ganti, seperti saya, saya, milikku, atau milikku.
- Sebagian besar kata-katanya dapat dipahami oleh pendengar yang akrab dengannya, seperti anggota keluarga.

Bagaimana jika anak umur dua tahun belum bisa berbicara, tetapi Anda tahu bahwa si Kecil mengerti apa yang Anda katakan? Jika anak Anda belum sepenuhnya mengembangkan komunikasi verbalnya, mereka mungkin termasuk yang biasa disebut “pembicara terlambat” atau late talker.
Pembicaraan terlambat (late talking) terjadi ketika seorang anak memahami lebih banyak daripada yang bisa mereka katakan. Meskipun hal ini mungkin mengkhawatirkan beberapa orang tua, penting untuk diingat bahwa setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Bahkan, menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), sekitar 15 persen anak berusia antara 18 dan 24 bulan adalah pembicara yang terlambat.
Apa Ciri Anak Umur 2 Tahun Mengalami Speech Delay?
Berikut adalah ciri-ciri anak mengalami speech delay sesuai usianya:
- Usia 2 tahun: menggunakan kurang dari 50 kata
- Usia 2 1/2 tahun: tidak menggunakan frasa dua kata yang unik atau kombinasi kata benda-kata kerja
- Usia 3 tahun: tidak menggunakan setidaknya 200 kata, tidak menanyakan nama benda, sulit dipahami meskipun Anda tinggal bersama mereka
- Usia berapa pun: tidak dapat mengucapkan kata-kata yang telah dipelajari sebelumnya
Jadi, jika di usia 2 tahun, anak Anda belum bisa mengucapkan sekitar 50 kata unik dan membentuk kalimat dua kata sederhana, konsultasikan dengan dokter anak. Dokter anak mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan untuk melihat apakah anak Anda terlambat bicara atau memiliki kondisi lainnya.
Jika anak Anda mengalami keterlambatan bicara, tidak selalu berarti ada yang salah. Mereka mungkin termasuk dalam kelompok late bloomer atau terlambat berkembang. Keterlambatan bicara juga dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran atau gangguan neurologis atau gangguan tumbuh kembang.
Apa Penyebab Speech Delay pada Anak Umur 2 Tahun?
Penyebab speech delay pada anak umur 2 tahun bisa bermacam-macam, di antaranya:
- Masalah pada mulut. Keterlambatan bicara dapat mengindikasikan adanya masalah pada mulut, lidah, atau langit-langit. Dalam kondisi yang disebut ankyloglossia (tongue-tie), yang memengaruhi 4-10% populasi, lidah terhubung ke dasar mulut. Hal ini dapat menyulitkan untuk menghasilkan suara-suara tertentu, terutama huruf D, L, R, S, T, Z, dan th.
- Gangguan bicara dan bahasa (speech and language disorders). Anak-anak dengan gangguan perkembangan bicara dan bahasa mungkin mengalami kesulitan mengeluarkan suara dan membentuk kata-kata, yang dapat menunda perkembangan bicara.
- Gangguan pendengaran. Balita yang tidak dapat mendengar dengan baik, atau mendengar ucapan yang tidak jelas, kemungkinan besar akan kesulitan membentuk kata-kata. Salah satu tanda gangguan pendengaran adalah anak Anda tidak mengenali orang atau benda saat Anda menyebutkan namanya, tetapi mengenalinya jika Anda menggunakan gestur.
- Kurang stimulasi. Lingkungan memainkan peran penting dalam perkembangan bicara dan bahasa. Kekerasan, pengabaian, atau kurangnya stimulasi verbal dapat menghambat anak mencapai tonggak perkembangannya.
- Gangguan spektrum autisme. Masalah bicara dan bahasa sangat sering ditemukan pada gangguan spektrum autisme. Tanda-tanda lain mungkin termasuk: mengulang frasa (echolalia) alih-alih menciptakan frasa, perilaku repetitif, gangguan komunikasi verbal dan nonverbal, gangguan interaksi sosial, regresi bicara dan bahasa.
- Masalah neurologis. Gangguan neurologis tertentu dapat memengaruhi otot-otot yang diperlukan untuk berbicara, termasuk cerebral palsy, distrofi otot, cedera otak traumatis.
- Disabilitas intelektual. Jika anak Anda tidak berbicara, bisa saja mungkin disebabkan oleh masalah kognitif, bukan ketidakmampuan dalam membentuk kata-kata.
Bisakah Speech Delay Sembuh Sendiri?
Speech delay yang sederhana terkadang bersifat sementara, sehingga keterlambatan ini dapat pulih dengan sendirinya atau dengan sedikit bantuan tambahan dari keluarga. Oleh karena itu, penting untuk mendorong anak Anda “berbicara” kepada Anda dengan gerakan atau suara, dan agar Anda meluangkan banyak waktu untuk bermain, membacakan buku, dan berbicara dengan bayi atau balita Anda.
Namun, dalam beberapa kasus, anak Anda akan membutuhkan bantuan lebih lanjut dari profesional terlatih, terapis wicara dan bahasa, untuk belajar berkomunikasi. Saat Anda bertemu dengan dokter, mereka akan:
- Mengajukan beberapa pertanyaan atau meminta Anda mengisi kuesioner.
- Berinteraksi dengan anak Anda dengan berbagai cara untuk mempelajari lebih lanjut tentang perkembangannya.
- Memesan tes pendengaran dan merujuk Anda ke terapis wicara dan bahasa untuk menjalani tes. Terapis akan mengevaluasi kemampuan bicara anak Anda (bahasa ekspresif) dan kemampuan memahami ucapan dan gestur (bahasa reseptif).
- Merujuk anak Anda untuk dievaluasi melalui program intervensi dini.
Cara Terapi Anak Biar Cepat Bicara?
Melansir American Speech-Language-Hearing Association, berikut beberapa cara terapi atau stimulasi anak agar cepat bicara:
Usia 0-2 Tahun
- Ucapkan suara seperti “ma,” “da,” dan “ba.” Cobalah untuk membuat bayi Anda mengucapkannya kembali kepada Anda.
- Pandang bayi Anda ketika ia mengeluarkan suara. Balas ucapannya, dan ucapkan apa yang ia katakan. Berpura-puralah sedang mengobrol.
- Tanggapi ketika bayi Anda tertawa atau membuat ekspresi wajah. Buatlah ekspresi wajah yang sama kepada mereka.
- Ajari bayi Anda untuk melakukan apa yang Anda lakukan, seperti bertepuk tangan dan bermain cilukba.
- Ajak bicara bayi Anda saat Anda memandikan, menyuapi, dan mendandaninya. Bicarakan tentang apa yang sedang Anda lakukan dan ke mana Anda akan pergi. Beri tahu mereka siapa atau apa yang akan Anda lihat.
- Tunjukkan warna dan bentuk.
- Hitung apa yang Anda lihat.
- Gunakan gerakan, seperti melambaikan tangan dan menunjuk.
- Bicarakan tentang suara binatang. Ini membantu bayi Anda menghubungkan suara dan binatang tersebut. Gunakan kata-kata seperti “Anjing itu berkata guk-guk.”
- Tambahkan pada apa yang bayi Anda katakan. Saat bayi Anda berkata, “Mama,” katakan, “Ini Mama. Mama sayang kamu. Di mana bayi? Ini bayi.”
- Bacakan cerita untuk anak Anda. Anda tidak harus membaca setiap kata, tetapi bicarakan gambar-gambarnya. Pilih buku yang kokoh dan memiliki gambar berwarna yang besar. Tanyakan kepada anak Anda, “Apa ini?” dan cobalah untuk meminta mereka menunjuk atau menyebutkan benda-benda.
Anak Umur 2 hingga 4 Tahun
- Bicaralah dengan jelas kepada anak Anda. Contohkan ucapan yang baik.
- Ulangi apa yang anak Anda katakan untuk menunjukkan bahwa Anda mengerti. Tambahkan pada apa yang mereka katakan. Gunakan kata-kata seperti, “Mau jus? Aku punya jus. Aku punya jus apel. Kamu mau jus apel?”
- Tidak masalah menggunakan bahasa bayi sesekali. Pastikan untuk menggunakan kata-kata orang dewasa juga. Misalnya, “Waktunya makan malam. Kita akan makan malam sekarang.”
- Gunting gambar-gambar benda favorit atau familiar. Masukkan ke dalam kategori, seperti benda untuk dinaiki, benda untuk dimakan, dan benda untuk dimainkan. Buat gambar-gambar lucu dengan mencampur dan mencocokkan gambar. Tempelkan gambar anjing di belakang kemudi mobil. Bicarakan tentang apa yang salah dengan gambar tersebut dan cara untuk “memperbaikinya”.
- Bantu anak Anda memahami dan bertanya. Mainkan permainan “ya-tidak”. Ajukan pertanyaan seperti, “Apakah kamu Putri?” dan “Bisakah kucing terbang?” Mintalah anak Anda membuat pertanyaan dan mencoba mengelabui Anda.
- Ajukan pertanyaan yang melibatkan pilihan. “Kamu mau apel atau jeruk?” “Kamu mau pakai baju merah atau baju biru?”
- Bantu anak Anda mempelajari kata-kata baru. Sebutkan nama bagian tubuh, dan bicarakan apa yang Anda lakukan dengannya. “Ini hidungku. Aku bisa mencium aroma bunga, brownies, dan sabun.”
- Nyanyikan lagu anak-anak. Ini membantu anak Anda mempelajari ritme bicara.
- Letakkan benda-benda yang familiar di dalam kotak. Mintalah anak Anda mengambil satu dan memberi tahu Anda namanya serta cara menggunakannya. “Ini bolaku. Aku memantulkannya. Aku bermain dengannya.”
- Tunjukkan gambar orang dan tempat yang familiar. Bicarakan tentang siapa mereka dan apa yang terjadi. Cobalah mengarang cerita baru.
Keterlambatan bicara di usia 2 tahun sering membuat orang tua khawatir, namun sebagian besar kasus bisa membaik dengan stimulasi yang konsisten dan lingkungan suportif. Kunci sukses adalah deteksi dini, keterlibatan orang tua, serta konsultasi dengan profesional bila diperlukan.
Setiap anak berkembang dengan keunikan sendiri, jadi dukungan hangat dan sabar dari keluarga sangat penting. Itulah cara mengatasi speech delay pada anak 2 tahun, semoga informasi ini bermanfaat, Parents.
Baca Juga:
Usia 3 Tahun, Anak Bungsu Shireen Sungkar Jalani Terapi Speech Delay
Anak Speech Delay Sampai Usia 4 Tahun, Ayah ini Tetap Optimis
Anak Alami Speech Delay, Irish Bella: Aku Salah, Sering Kasih Gadget
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.