TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

Bacaan 4 menit
Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!

Berikut ini panduan menu MPASI lengkap dari Kemenkes yang perlu Parents ketahui. Yuk, baca lengkapnya di artikel ini!

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Buat si Kecil yang sudah mulai makan makanan pendamping ASI, panduan menu MPASI dari Kemenkes berikut ini perlu Parents ketahui. 

Panduan resmi Kemenkes menekankan bahwa menu MPASI harus beragam, padat gizi, dan mengandung protein hewani setiap hari, dimulai saat bayi berusia 6 bulan ke atas.

Yuk, baca penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Artikel Terkait: 5 Resep Mashed Potato, Cocok untuk MPASI dan Menu Makan Keluarga

Daftar isi

  • Menu Lengkap MPASI Kemenkes dari Apa Saja?
  • Menu Pertama MPASI Sebaiknya Apa?
  • Apa Saja Menu MPASI 6 Bulan Pertama?
  • Sayur Apa yang tidak boleh untuk MPASI?

Menu Lengkap MPASI Kemenkes dari Apa Saja?

Menurut petunjuk teknis Kementerian Kesehatan, MPASI yang baik harus mengandung minimal 5 dari 8 kelompok makanan, yaitu ASI, makanan pokok (seperti nasi, kentang, jagung), kacang-kacangan, produk susu, daging, telur, sayur dan buah kaya vitamin A, serta sayur dan buah lainnya.

Kemenkes menekankan pentingnya keragaman bahan makanan karena tidak ada satu pun makanan yang mampu memenuhi semua zat gizi yang dibutuhkan bayi.

Dengan kata lain, menu MPASI harian idealnya selalu mengombinasikan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, lemak sehat, dan aneka sayur serta buah berwarna.

Selain beragam, MPASI juga harus padat energi dan zat gizi, terutama protein hewani, zat besi, dan zinc untuk mendukung pertumbuhan dan mencegah stunting.

Kemenkes menganjurkan penggunaan minyak atau lemak dalam jumlah cukup agar MPASI menjadi lebih padat energi tanpa menambah volume makan yang berlebihan. Jadwal makan yang disarankan adalah 3 kali makan utama dan 2–3 kali selingan per hari, disesuaikan usia dan nafsu makan bayi.

Tekstur menu mengikuti kemampuan oromotor anak, dimulai dari lumat atau halus kemudian bertahap menjadi cincang kasar dan makanan keluarga.

Menu Pertama MPASI Sebaiknya Apa?

Di awal pemberian, MPASI dapat berupa bubur atau puree dengan tekstur halus yang mengandung sumber karbohidrat dan protein hewani. Misalnya, bubur beras dengan daging, ayam, atau ikan yang dihaluskan.

Penambahan sedikit minyak atau lemak dianjurkan untuk meningkatkan kepadatan energi dalam porsi yang masih kecil.

Selain itu, Kemenkes menyarankan pemberian MPASI dilakukan secara bertahap dari segi jumlah, frekuensi, dan variasi bahan makanan.

Parents dapat mulai dengan porsi 1–2 sendok makan, kemudian meningkat sesuai toleransi anak, sambil memperkenalkan satu per satu jenis bahan makanan untuk memantau reaksi alergi.

Di fase awal ini, pengenalan sayur dan buah dapat dilakukan sebagai pelengkap. Namun, menu utama tetap diupayakan mengandung protein hewani untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan mencegah masalah gizi.

Artikel Terkait: 10 Ciri-Ciri dan Tanda Anak Siap MPASI, Parents Wajib Tahu!

Apa Saja Menu MPASI 6 Bulan Pertama?

Pada usia 6–8 bulan, Kemenkes merekomendasikan MPASI yang memenuhi empat syarat: tepat waktu, adekuat, aman, dan diberikan dengan cara yang benar.

Menu harian bayi di rentang usia ini idealnya terdiri dari bubur atau makanan lumat yang mengombinasikan makanan pokok (nasi, kentang, ubi), sumber protein hewani (ikan, ayam, daging, telur), kacang-kacangan atau olahannya, serta sayur dan buah berwarna.

ASI tetap diberikan sesuai permintaan bayi, dan MPASI berfungsi sebagai pendamping, bukan pengganti total.

Frekuensi makan pada usia ini umumnya 2–3 kali makan utama dengan 1–2 kali selingan. Misalnya, buah lumat atau camilan kaya energi dan protein.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya kebersihan saat menyiapkan MPASI. Mulai dari mencuci tangan, peralatan makan bersih, hingga penyimpanan bahan makanan yang tepat untuk mencegah kontaminasi.

Seiring bertambahnya usia, tekstur MPASI perlu dinaikkan secara bertahap agar keterampilan mengunyah bayi berkembang optimal dan ia siap mengonsumsi makanan keluarga.

Artikel Terkait: Mengenal Tekstur MPASI 9 Bulan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sayur Apa yang tidak boleh untuk MPASI?

Pedoman resmi Kemenkes tidak membuat daftar “sayur terlarang”, tetapi menekankan prinsip keamanan pangan, kebersihan, dan cara pengolahan yang benar dalam penyiapan MPASI.

Anak dianjurkan mendapatkan berbagai jenis sayur, terutama sayur dan buah kaya vitamin A seperti wortel, labu kuning, dan bayam, sebagai bagian dari minimal 5 kelompok makanan dalam menu hariannya.

Namun, Parents perlu memperhatikan cara memasak, kebersihan, dan porsi, terutama untuk sayuran berdaun hijau yang mengandung nitrat, agar tetap aman untuk bayi.

Kemenkes menekankan bahwa MPASI harus adekuat dan aman. Artinya, bahan makanan dipilih yang segar, bersih, dimasak hingga matang, dan disajikan segera untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Untuk sayuran seperti bayam dan jenis berdaun hijau lainnya, Parents disarankan tidak memberikan dalam jumlah berlebihan.

Jika ragu terhadap jenis sayur tertentu, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi di fasilitas kesehatan adalah langkah yang dianjurkan.

***

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang.​

Cerita mitra kami
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Tak Selalu Sama, Ini Cara Mendidik Anak Sesuai Umur
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Kenali 5 Sifat dan Karakter Anak, Si Kecil Termasuk yang Mana?
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
Mengenal Susu Protein Terhidrolisis Parsial untuk Menurunkan Risiko Alergi Sejak Dini
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!
7 Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Otak Anak, Waspada Dampak Gula Berlebihan!

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, Januari 22). Pemberian Makanan Pendamping ASI yang Tepat untuk Mencegah Stunting.​

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, Desember 18). Pemberian Mpasi Harus Penuhi 4 Syarat Ini.​

Dinas Kesehatan Aceh. (2024, Januari 24). Panduan MP-ASI yang Tepat dari Kemenkes untuk Cegah Anak Stunting.

Baca Juga:​

12 Penyebab Anak Makan Banyak tapi Tetap Kurus dan Cara Mengatasinya

7 Menu MPASI Bayi 11 Bulan Anti GTM yang Mudah Dibuat

Murah Meriah! Ini 3 Manfaat Tempe untuk MPASI Bayi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

theAsianParent Indonesia

  • Halaman Depan
  • /
  • Balita
  • /
  • Panduan Menu MPASI Lengkap Kemenkes, Cek di Sini!
Bagikan:
  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

  • 60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

    60 Kumpulan Hadis Pendek yang Mudah Dihafal untuk Anak

  • 61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

    61 Lagu Anak-anak Bahasa Indonesia dan Inggris, Lengkap dengan Lirik!

  • Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

    Waspada! Ini Dampak Jika Imunisasi Terlambat atau Tidak Lengkap

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti