Bintik merah muncul di pipi bayi? Ini 9 Penyebab dan cara mengatasinya

lead image

Jangan sepelekan gejala bintik merah pada pipi bayi. Kenali penyebab dan cara mengatasinya berikut ini.

Bintik merah pada pipi bayi menjadi salah satu masalah kulit yang sering terjadi. Beberapa orang di Indonesia percaya bahwa hal tersebut merupakan akibat dari tetesan  ASI yang mengenai pipi bayi. Padahal faktanya, bintik merah tersebut merupakan tanda alergi pada bayi.

Selain alergi, ada pula beberapa penyebab bintik merah pada pipi bayi lainnya. Meskipun pada umumnya bintik merah pada pipi bayi tidak berbahaya dan dapat hilang meski tanpa perawatan. Namun pada beberapa kasus, bintik merah pada pipi bayi tersebut bisa menandakan suatu kondisi yang serius.

9 Penyebab bintik merah pada pipi bayi

bintik merah pada pipi bayi

1. Jerawat bayi

Jerawat bayi biasanya akan berkembang sekitar 2 hingga 4 minggu setelah kelahiran. Seperti jerawat pada umumnya, jerawat bayi ditandai dengan benjolan kecil berwarna merah atau putih yang muncul di pipi, hidung, dan dahi bayi.

Penyebab jerawat bayi masih belum diketahui. Pada umumnya, jerawat bayi dapat hilang dengan sendirinya dalam jangka waktu sekitar 3 hingga 4 bulan tanpa meninggalkan bekas.

Untuk merawat jerawat bayi, Anda cukup rutin mencuci wajahnya setiap hari dengan lembut, jangan menggosok terlalu keras atau mencubit daerah yang teriritasi, dan hindari lotion atau produk wajah berminyak.

2. Eksim

bintik merah pada pipi bayi

Eksim adalah kondisi kulit yang menyebabkan ruam kering, merah, gatal, dan terkadang menyakitkan. Biasanya eksim mulai terjadi pada anak-anak yang berusia 6 bulan. Kondisi ini dapat terus berlanjut ketika anak-anak tumbuh remaja dan dewasa.

Pada anak-anak yang berusia 6 bulan, eksim sering muncul di pipi atau dahi. Saat ia mulai bertambah besar, eksim mulai muncul di siku, lutut, dan lipatan kulit. Umumnya eksim akan kambuh saat kulit kering, iritasi, atau ketika bersentuhan dengan alergen seperti bulu hewan, tungau debu, deterjen, dan pembersih rumah tangga.

Tidak ada obat untuk eksim, tetapi Anda dapat mengatasi eksim pada bayi dengan cara:

  • Mandi air hangat dengan waktu antara 5 dan 10 menit
  • Selalu gunakan sabun lembut bebas parfum saat mandi
  • Gunakan krim kental atau salep sebagai pelembab dua kali sehari
  • Gunakan deterjen bebas pewangi yang dirancang untuk kulit sensitif
  • Dokter anak bayi Anda mungkin bisa meresepkan salep steroid untuk membantu mengurangi peradangan. Gunakan ini seperti yang diarahkan oleh dokter mereka

Artikel terkait: Eksim pada anak, penyebab dan cara menanganinya secara alami 

3. Milia

Milia adalah benjolan putih kecil di hidung, dagu, atau pipi bayi yang baru lahir yang terlihat mirip dengan jerawat. Mereka juga bisa muncul di lengan dan kaki bayi.

Benjolan tersebut disebabkan oleh serpihan kulit mati yang terperangkap di dekat permukaan kulit. Seperti halnya jerawat pada bayi, milia pada umumnya dapat hilang meski tanpa perawatan.

4. Selulitis dan impetigo

bintik merah pada pipi bayi 1

Selulitis adalah infeksi pada kulit bayi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus. Bakteri ini membuat  kulit memunculkan bintik merah, bengkak, dan terasa panas. Biasanya selulitis disertai dengan gejala lain seperti demam.

Impetigo juga infeksi pada kulit bayi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus atau Staphylococcus. Bakteri ini masuk melalui pori-pori kulit yang terbuka akibat luka. Awalnya impetigo akan ditandai dengan munculnya bintik merah yang kemudian membengkak membentuk lenting dan akan pecah bila terus digaruk.

Cairan yang keluar ini bisa menyebarkan bakteri ke kulit sekitarnya. Luka yang dihasikan oleh penyakit ini dapat terus berkembang selama empat atau enam hari. Setelah itu, luka akan kering dan membentuk koreng.

Kondisi selulitis dan impetigo sangat berbahaya dan harus segera diobati karena dapat menyebar dengan cepat.

5. Penyakit kelima atau Fifth disease

Penyakit ini diakibatkan oleh virus. Tanda awal penyakit kelima atau Fifth disease ini adalah demam dan kemudian bintik merah di daerah pipi yang semakin memerah selama jangka waktu satu minggu.

Bintik merah ini kemudian akan meluas dari daerah pipi ke sekitar mulut, telapak tangan, dan bahkan telapak kaki. Kondisi ini membuat bayi terlihat seperti habis ditampar. Pada umumnya, penyakit ini akan terjadi selama satu hingga tiga minggu.

6. Bintik Mongolia

Bintik Mongolia adalah jenis tanda lahir yang muncul segera setelah lahir. Bintik-bintik itu dapat memiliki ukuran yang bervariasi dan memiliki warna abu-abu kebiruan yang berkisar dalam kegelapan. Mereka dapat ditemukan di mana saja di tubuh bayi, tetapi biasanya terlihat di bokong, punggung bawah, atau belakang bahu.

Biasanya kondisi ini dialami oleh bayi dengan keturunan Afrika, Timur Tengah, Mediterania, atau Asia. Perlu diketahui, bintik mengolia tidak berbahaya dan dapat memudar seiring waktu tanpa perawatan.

7. Cacar air

bintik merah pada pipi bayi

Cacar air menjadi salah satu penyakit yang kerap dialami oleh anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan ditandai dengan bintik merah seperti gigitan nyamuk. Dalam beberapa jam bintik merah tersebut akan membentuk lenting berisi cairan. Bintik merah ini akan terasa sangat gatal dan menyebar ke seluruh tubuh.

Penyakit ini dapat menular bila cairan di dalamnya pecah karena terkena goresan. Segera konsulasikan pada dokter bila bayi Anda mengalami cacar air. Pada umumnya, cacar air akan mengering setelah lima hingga tujuh hari. Cacar air bisa dicegah dengan vaksin cacar air.

8. Biang keringat

Letak geografis Indonesia membuat cuaca dan suhu terasa lebih panas dan lembab dari daerah lainnya. Hal ini seringkali menyebabkan masalah biang keringat pada kulit bayi baru lahir.

Biang keringat ditandai dengan pembengkakan ringan yang disertai dengan rasa gatal. Biasanya bayi mengalami biang keringat di daerah kepala, leher, atau kaki.

Anda bisa memindahkan bayi ke ruangan yang lebih sejuk, memandikan bayi dengan air dingin, dan menggunakan pakaian yang tipis pada bayi untuk mengatasi biang keringat.

9. Meningitis

bintik merah pada pipi bayi 1

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pada umumnya bintik-bintik merah tersebut tidak berbahaya dan dapat hilang meski tanpa perawatan. Namun pada beberapa kasus, bintik-bintik merah tersebut bisa menandakan suatu kondisi yang serius seperti meningitis.

Meningitis adalah radang pada selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur.

Bintik merah meningitis dapat dicek menggunakan gelas kaca. Caranya, letakan gelas kaca pada bintik merah dan lihat perubahannya. Bila bintik merah tetap tidak memudar bisa jadi hal tersebut merupakan salah satu tanda meningitis.

Selain bintik merah, ada pula beberapa tanda meningitis lainnya seperti:

  • Rewel
  • Tidak responsif
  • Leher dan tubuh bayi kaku
  • Muntah
  • Kulit pucat
  • Tidak mau makan
  • Demam
  • Lemas
  • Pembengkakan di ubun-ubun

Segera lakukan pemeriksaan pada dokter bila bayi mengalami beberapa tanda di atas. Sebab meningitis adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Referensi: Healthline, Alodokter, Hellosehat

Baca juga

Waspada! Ruam dan demam bisa jadi tanda meningitis pada anak!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.