Bercak biru keabuan di kulit bayi, begini penyebabnya!

Bercak biru keabuan di kulit bayi, begini penyebabnya!

Bercak mongol adalah tanda abu kebiruan di kulit bayi saat baru lahir. Apa penyebab muncul tanda-tanda di kulit ini? Berbahayakah bagi bayi?

Saat bayi baru lahir, mungkin Anda akan melihat adanya bercak biru keabuan di kulitnya, yang tidak hilang meski sudah dimandikan dan dibersihkan. Beberapa orang menyebutnya tanda lahir, bercak ini disebut bercak mongol.

Apa itu bercak mongol?

Dalam istilah medis, bercak mongol disebut dermal melanocytosis, yakni tanda lahir berupa pigmen di kulit. Warnanya bervariasi, dari biru keabuan, hingga abu terang. Ukurannya juga berbeda-beda, ada yang hanya beberapa senti di permukaan kulit, bahkan ada yang di sekujur tubuh bayi.

Biasanya, bercak ini ada di bagian punggung bawah atau pantat bayi, kadang juga ditemukan di bagian kaki atau tangan. Tidak seperti bekas luka atau jerawat, bercak ini tidak memiliki bentuk timbul di kulit bayi.

Artikel terkait: 14 makna tahi lalat di wajah tentang kepribadian Anda, nomor 5 tidak menyangka!

bercak mongol

Penyebab terjadinya bercak mongol

Pakar kesehatan menyebutkan, saat proses tumbuh kembang janin di dalam rahim, ada sebuah sel yang dinamakan dermal melanocyte yang akan bergerak ke kulit bagian atas bayi. Hal ini terjadi pada usia kehamilan 11-14 minggu. Biasanya, sel ini akan menghilang pada usia kehamilan 20 minggu

Dokter percaya, penyebab terjadinya bercak ini adalah karena sel tersebut tidak bergerak dari lapisan teratas kulit bayi. Dan karena sel itu terjebak di dalam kulit, maka warnanya menjadi biru keabuan.

Tanda lahir yang seperti ini, umum terjadi pada anak-anak yang lahir di Asia, Timur Tengah, Afrika dan Mediterania. Tapi jarang terjadi di Eropa. Bercak ini bisa muncul pada bayi lelaki maupun perempuan, tapi lebih sering muncul pada bayi laki-laki.

Fator risiko dermal melanocytosis

Dermal melanocytosis dapat terjadi pada 90% bayi Asia, Afrika Amerika, dan Asli Amerika. Insiden keseluruhan adalah 255 per 1.000 kelahiran hidup. Tanda ini biasanya memudar secara spontan pada anak usia dini, tetapi satu studi menunjukkan 4% dari hampir 10.000 pria Jepang berusia 18 hingga 22 memiliki tanda yang persisten.

Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa, 2 persen bayi dilahirkan dengan beberapa bentuk tanda lahir berpigmen, termasuk bercak Mongol, tahi lalat, dan bintik-bintik café-au-lait.

Tetapi, beberapa penelitian menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi. Misalnya, sebuah artikel di Indian Journal of Dermatology menyebutkan bahwa, dermal melanocytosis terjadi pada 9,5 persen bayi Kaukasia, 46,3 persen bayi Hispanik, dan 96,5 persen bayi kulit hitam.

Apakah dermal melanocytosis menimbulkan risiko kesehatan?

bercak mongol lead

Bercak Mongol lebih umum pada bayi dengan kulit lebih gelap daripada bayi dengan kulit lebih terang. Meskipun biasanya tidak berbahaya, dalam sejumlah kecil kasus, bercak Mongol telah dikaitkan dengan penyakit metabolisme yang langka, seperti:

  • Penyakit Hurler
  • Sindrom Hunter
  • Penyakit Niemann-Pick
  • Mucolipidosis
  • Mannosidosis.

Namun, penyakit metabolisme yang langka juga biasanya titandai dengan bercak mongol yang besar, luas di daerah di luar punggung dan daerah pantat.

Sebuah artikel di World Journal of Clinical Cases menyatakan bahwa, kelainan langka medula spinalis (okultisme tulang belakang), bisa ditandai dengan dermal melanocytosis, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

Apakah bercak mongol pada bayi perlu diwaspadai?

bercak mongol 2 Tampilan bercak mongol pada kulit bayi.

Melihat bercak biru keabuan yang seperti memar di kulit bayi mungkin membuat orangtua cemas. Namun, Parents tidak perlu khawatir, karena bercak ini sama sekali tidak berbahaya bagi bayi.

Kadang, bercak ini disalahartikan sebagai kondisi spina bifida, yakni cacat lahir yang memengaruhi tulang belakang bayi. Namun, bercak spina bifida berwarna kemerahan dan bukan biru keabuan seperti bercak mongol.

Artikel terkait: Macam-macam jenis tanda lahir pada bayi, Parents perlu tahu nih!

Bercak ini biasanya akan memudar setelah anak berusia 5 tahun. Namun, kadang bercak mongol baru menghilang ketika anak berusia remaja. Anda bisa berbicara dengan dokter bila anak mulai merasa tidak percaya diri dengan bercak di tubuhnya.

Meskipun tidak berbahaya, bila Anda melihat bercak biru keabuan berubah warna, sebaiknya segeralah menghubungi dokter.

itulah informasi mengenai bercak mongol disebut dermal melanocytosis, semoga informasi di atas bermanfaat ya, Bunda!

Artikel ini disadur dari tulisan Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura

Baca juga:

id.theasianparent.com/hemangioma-bercak-merah-pada-kulit-bayi/

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner