Penyebab dan cara mengatasi cradle cap alias ketombe pada bayi

lead image

Cradle cap atau ketombe pada bayi umumnya disebabkan karena sisa hormon di dalam kandungan. Bisa hilang dengan sendirinya, atau lakukan cara mudah ini.

Tidak perlu panik dan khawatir saat melihat ketombe pada bayi alias cradle cap. Hal ini wajar terjadi, kok, Bun. Meskipun begitu bukan berarti kondisi ini dibiarkan, tanpa mengetahui hal apa saja yang jadi pemicu dan bagaimana cara menanganinya.

Cradle cap atau ketombe pada bayi merupakan hal umum yang banyak terjadi pada bayi. Biasanya, ketombe di kulit kepala bayi ini muncul beberapa bulan setelah beberapa bulan si kecil lahir. Namun seiring bertambanya usia, saat anak berusia 6-12 akan menghilang dengan sendirinya.

cradle cap pada bayi

Penyebab cradle cup atau ketombe pada bayi

Mengutip dari Mayo Clinic, penyebab ketombe pada bayi belum diketahui penyebabnya. Akan tetapi salah satu penyebabnya adalah hormon yang diturunkan dari ibu ke bayi sebelum lahir.

Hormon-hormon ini dapat produksi terlalu banyak minyak (sebum) di kelenjar minyak dan folikel rambut. Selain itu, faktor lain yang mungkin jadi penyebabnya adalah jamur yang disebut malassezia yang tumbuh di sebum bersama dengan bakteri.

Cradle cap ini juga tidak menular, namun sayangnya ketika kondisi ini sudah parah, bayi akan tidak nyaman dengan kulit kepalanya karena akan menimbulkan rasa gatal.

Artikel terkait: Psikolog: “Jangan ajarkan anak kalau semua orang asing itu berbahaya!”

Cara mengatasi cradle cup pada bayi

Cradle cap biasanya tidak memerlukan perawatan medis, karena bisa hilang dengan sendirinya. Tapi disarankan untuk cuci rambut bayi sekali sehari dengan sampo bayi yang lembut dengan kandungan yang aman.

Berikut langkah mudah mengatasi ketombe pada bayi:

  • Jika ketombe pada bayi terlihat banyak, sebelum keramas, oleskan baby oil, minyak zaitun atau petroleum jelly untuk membantu kerak atau sisik yang mengelupas, pijat dengan lembut.
  • Lalu cuci rambut seperti biasa dan menggosok kulit kepala dengan lembut.
  • Keringkan dengan handuk, dan pastikan tidak ada sisa minyak pada kulit kepalanya, karena dapat menyumbat pori-pori kepala.

Jika setelah melakukan beberapa langkah di atas namun ketombe pada kulit kepala masih ada bahkan bertambah parah, meluas atau menyebabkan luka di kulit kepala, segeralah periksakan si kecil ke dokter.

Selain itu, jangan menggunakan obat ketombe atau krim antijamur tanpa resep dari dokter. Karena beberapa produk ini bisa justru bisa berisiko membahayakan ketika diserap melalui kulit bayi. Shampo ketombe yang mengandung asam salisilat juga tidak dianjurkan untuk digunakan pada bayi, karena dapat diserap melalui kulit.

Nah, semoga cara mudah diatas bisa membantu cradle cap atau ketombe pada bayi ya, Bun!

***

Penyebab dan cara mengatasi cradle cap alias ketombe pada bayi

Referensi: Mayo clinic

Baca juga: 

Parents perlu tahu, ini perbedaan tantrum dan serangan panik pada anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner