Panduan warna dan tektur feses bayi setelah dilahirkan, Bunda harus tahu!

Panduan warna dan tektur feses bayi setelah dilahirkan, Bunda harus tahu!

Warna dan tekstur bayi setelah dilahirkan kerap membuat khawatir, ini panduannya untuk Parents!

Warna bab pada bayi dapat menjadi indikator kesehatan si kecil, hal inilah yang kerap menjadi konsentrasi utama orangtua baru. Beberapa hari setelah melahirkan, bayi Anda akan mengeluarkan kotoran bayi yang sangat lengket dan berwarna kehitaman yang disebut mekonium. Jenis kotoran ini cukup sulit dibersihkan sehingga kerap menjadi kekhawatiran orangtua.

Jangan khawatir Bun, mekonium justru menandakan sistem pembuangan kotoran bayi bekerja optimal. Berikut ini perubahan warna bab pada bayi dan teksturnya setelah dilahirkan:

Kotoran bayi yang menyusui

Warna bab pada bayi yang mendapatkan asi eksklusif teksturnya lembut dan lunak, warnanya kuning seperti mustard dengan biji berukuran kecil. Hal ini wajar saja, nutrisi asi tak tergantikan dan sangat mudah dicerna untuk mendukung tumbuh kembang bayi.

Kadang, Bunda akan menemukan kotoran bayi yang agak padat, namun jangan khawatir karena kotoran bayi yang disusui eksklusif tidak menyengat.

Kotoran bayi yang diberi susu formula

Jika bayi Anda diberi susu formula, maka jangan kaget jika tekstur kotorannya sedikit lebih keras dibandingkan bayi yang mendapatkan asi eksklusif. Warna kotorannya juga bervariasi mulai kekuningan, hijau juga kecokelatan.

Dalam dua bulan pertama kehidupan, bayi yang diberi susu formula sering mengalami buang air besar dalam jumlah sedikit, biasanya bayi buang air besar 4 sampai 5 kali sehari. Hal ini disebabkan jenis campuran lemak dalam susu formula memengaruhi konsistensi tinja.

Diare

Diare ditengarai ketika kotoran bayi berbentuk sangat cair. Jangan abaikan jika diare berlanjut selama lebih dari beberapa hari disertai demam dan muntah, maka segeralah hubungi dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Ada banyak alasan mengapa bayi mengalami diare, Anda juga harus ingat bahwa kebersihan botol susu memegang peran penting. Botol susu harus disterilisasi baik dengan cara merebus atau dengan menggunakan alat pen-steril sebelum digunakan oleh si kecil.

Sembelit

Bayi antara 0 sampai tiga bulan jarang mengalami sembelit, bahkan jika bayi diberi susu formula. Beberapa bayi mungkin akan sedikit rewel saat akan buang air meskipun tidak mengalami sembelit.

Namun, jika bayi menangis atau terlihat tidak nyaman tanyakan kepada dokter Anda. Jika bayi mengeluarkan kotoran padat kurang dari sekali sehari, umumnya dianggap sembelit.

Jangan terlalu khawatir tentang warna atau frekuensi kotoran bayi selama bayi Anda terlihat ceria dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Baca juga :

Feses bayi berwarna hitam, waspadai gangguan kesehatan ini!

 

Memiliki bayi yang baru lahir merupakan pengalaman berharga bagi kedua orang tuanya, terutama jika si kecil merupakan anak pertama. Banyak hal baru yang dapat dipelajari, salah satunya mempelajari kesehatan bayi. Kesehatan bayi dapat dideteksi dari dari tekstur fesesnya. Selain itu, anda juga dapat melihat warna bab pada bayi anda. Untuk mengetahuinya, Anda dapat menjadikan ulasan ini sebagai panduan. Yuk simak selengkapnya di sini.

Warna Kotoran Bayi Baru Lahir

Warna kotoran bayi yang baru lahir di hari pertama akan memiliki warna hijau tua atau bahkan cenderung hitam. Tidak perlu heran, warna gelap ini dipengaruhi bilirubin dan sel darah merah. Pada hari kedua, warna kotoran si kecil sama dengan hari pertama dan jumlah popok menjadi dua buah. Warna kotoran pada hari ketiga adalah kuning, hijau, atau coklat dan jumlah diapers menjadi tiga buah.

Panduan ini warna bab pada bayi dan tektur feses bayi setelah dilahirkan

Warna feses bayi yang berusia 4 hari berwarna hijau tua atau coklat. Popok yang digunakan empat buah. Pada hari kelima warna feses yang dikeluarkan si kecil berwarna kuning dan jumlah popoknya menjadi 6 buah. Ukuran kotoran pada bayi lebih besar daripada sebelumnya. Selain itu, tekstur feses yang dikeluarkan pun lembut.

Tekstur Kotoran Si Kecil yang Menyusu ASI

ASI merupakan kebutuhan bayi yang mengandung banyak nutrisi, sehingga mudah dicerna. Oleh karena itu, tekstur kotoran si kecil yang menyusu ASI adalah lembek bahkan berair seperti diare. Warna kotoran yang dikeluarkan adalah kuning yang sedikit kehijauan. Selain itu, bab yang dikeluarkannya tidak memiliki bau yang menyengat.

ini Panduan warna bab pada bayi dan tektur feses bayi setelah dilahirkan tinja bayi

Tekstur Kotoran Si Kecil yang Diberi Susu Formula

Tekstur feses yang dikeluarkan si kecil lebih padat daripada yang menyusu ASI. Warnanya bervariasi mulai dari kuning, hijau, hingga coklat. Selain itu, si kecil akan sedikit buang air besar. Hal ini dipercaya karena kandungan lemak dalam susu formula yang Anda pilih mempengaruhi konsistensi feses yang dikeluarkan oleh si kecil.

Warna Kotoran Si Kecil dengan Makanan Padat

Memasuki usia tertentu si kecil sudah mengkonsumsi makanan padat, sehingga warna babnya pun berubah. Jika warna coklat disertai tekstur yang encer waspadai diare pada bayi, tetapi jika teksturnya keras dapat diindikasikan konstipasi. Oleh karena itu, ia butuh cairan lebih banyak. Jika wana merah punya dua indikasi, yaitu dari warna makanan yang dikonsumsi atau darah karena konstipasi

tau Panduan warna bab pada bayi dan tektur feses bayi setelah dilahirkan

Jika feses si kecil berwarna hitam, tetapi bukan meconium dapat diindikasikan darah pada usus atau saluran pencernaan lainnya. Segera konsultasikan dengan dokter agar segera ditangani. Warna bab pada bayi yang telah mengkonsumsi makanan padat selanjutnya adalah putih. Hal ini harus segera diperiksakan karena dapat berarti gangguan hati atau empedu.

Itulah ulasan mengenai warna dan tekstur pada feses si kecil mulai dari hari pertama kelahiran hingga beberapa bulan setelahnya. Tekstur bab si kecil dapat dipengaruhi dari susu yang dikonsumsinya. Selain itu, makanan pada yang menjad pendamping susu juga berpengaruh. Oleh karena itu, penting untuk memilih asupan yang tepat untuk bayi Anda. Sudahkah Anda mengetahui warna dan tekstur feses buah hati Anda?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner