Radang usus buntu pada anak bisa disembuhkan tanpa operasi, ini kata dokter

Radang usus buntu pada anak bisa disembuhkan tanpa operasi, ini kata dokter

Apa saja gejala usus buntu pada anak, kapan membutuhkan operasi?

Usus buntu pada anak merupakan salah satu gangguan pencernaan yang sering dialami. Namun, tahukah Parents bahwa kondisi penyakit yang satu ini tidak selamanya harus dioperasi?

Berbicara soal usus buntu pada anak, saya teringat dengan peristiwa beberapa tahun lalu. Saat putra saya yang masih berusia 5 tahun mengeluh kalau perutnya sakit. Bahkan, lambat laun ia mengaku sakit jika sulit bergerak terlebih lagi untuk berjalan.

“Ibu, perut aku sakiiittt sekali…. aku nggak kuat,” rintih Bumi waktu itu.

Waktu saya tanya, area perut yang mana yang terasa sakit, jarinya pun langsung menunjuk ke area pusar. Saya pun langsung mencoba mencari tahu penyebab sakit perut yang dialami anak saya.

Selain browsing dan membaca beberapa media terpercaya, saya pun langsung menghubungi dokter anak yang biasa menangani Bumi kalau sakit.

usus buntu pada anak

Ya, setelah ‘menelan’ beberapa informasi, saya pun curiga kalau anak saya mengalami usus buntu.

Melihat kondisi anak saya yang sudah kepayahan, khawatir kalau sakit perut yang dialaminya bukan sakit perut biasa, saya pun segera membawa putra saya ke Rumah Sakit.

Dan benar saja, setelah dokter memeriksa kondisinya, anak saya langsung didiagnosis mengalami usus buntu.

Begitu mendengarnya, saya langsung membatin, “Duh, apakah saya selama ini nggak benar ya, kasih makannya? Apakah karena anak saya sesekali sudah saya izinkan makan mie instan padahal masih kecil? Atau karena anak saya ini memang senang mengonsumsi makanan yang rasanya pedas, atau karena memang saya yang faktor lainnya?”

Beragam pertanyaan pun langsung muncul di benak, bersaaman dengan rasa bersalah yang begitu besar.

Apa saja penyebab usus buntu pada anak?

Keluhan usus buntu pada anak ini biasanya sangat khas, ditandai dengan nyeri di daerah perut bagian bawah pusar. Rasa sakit bermula dari ulu hati selama beberapa hari, kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut dan menetap di sana.

Diikuti dengan gejala di mana anak akan mengalami demam, mual sampai muntah. Apapun yang yang masuk ke dalam perutnya seakan ditolak dengan cara dimuntahkan. Rasa nyerinya pun yang semakin meningkat, biasanya akan membuat anak nggak tahan sehingga harus membungkuk, bahkan ada yang sampai kesulitan untuk berjalan.

usus buntu pada anak

Baca : Anak susah BAB? Simak cara mengatasi konstipasi pada anak

Hal inilah yang ditegaskan oleh Dokter Spesialis Anak dan Konsultan Gastroenterologi Hepatologi, dr. Frieda Handayani K., Sp.A(K). Saat edukasi dengan media mengenai gangguan pencernaan pada anak bersama Rumah Sakit Pondok Indah, ia mengatakan ketika anak mengalami sakit usus buntu, umumnya mereka akan menunjuk ke daerah pusar.

“Tetapi memang secara kedokteran, usus buntu di bagian sana dalam 3-7 hari sakitnya bergeser ke perut kanan bawah. Anak kalau kalau nekuk sakit, demam tinggi harus dibawa ke dokter,” ungkapnya di Seribu Rasa Menteng, Jakarta, 27 Februari 2020 lalu.

Jika selama ini masih ada pandangan yang mengatakan kalau usus buntu disebabkan karena usus buntu tersumbut biji cabai atau pun biji jambu biji, hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya bisa dibenarkan.

Radang usus buntu pada anak bisa disembuhkan tanpa operasi, ini kata dokter

dr. Frieda mengatakan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan usus buntu pada anak, apa saja?

“Penyebabnya memang bisa dikarena sisa makanan, tapi tentu saja tidak cuma itu. Sisa tinja yang masuk di usus buntu juga bisa jadi penyebab, sehingga terjadi peradangan. Selain itu, juga memang bisa dikarenakan oleh anatominya juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Frieda mengingatkan kalau peradangan di usus buntu juga bisa terjadi dikarenakan dari gaya hidup. Misalnya kegemaran orang yang mengonsumsi santan, makanana berlemak, atau gorengan.

Menurutnya, makanan jenis ini memang cenderung lebih lama transit di dalam usus, sehingga membuat kontraksi usus melambat yang membuat risiko usus buntu membesar. Namun, untuk penyebab yang satu ini tentu saja lebih sering dialami orang dewasa bukan pada anak.

Radang usus buntu pada anak bisa disembuhkan tanpa operasi, ini kata dokter

Senada dengan dr. Frieda, dokter yang menangani anak saya waktu itu juga mengatakan, kalau banyak yang bilang usus buntu karena senang makan cabai, jambu biji atau makanan berbiji itu juga belum terbukti. Usus buntu ini memang karena adanya infeksi bakteri dalam tubuh. Kita pun sebenarnya tidak tahu pasti kan kondisi bakteri dalam tubuh seperti apa?.

Di samping itu, faktor yang sering kali diduga sebagai penyebab usus buntu adalah masuknya kotoran atau fases pada usus buntu. Apalagi, pada anak-anak. Penyumbatan inilah yang akhirnya menjadi media bagi bakteri untuk berkembang biak atau tersumbat di dalam usus buntu.

Radang usus buntu tidak harus selalu operasi agar bisa sembuh

usus buntu pada anak

Jika kasus usus buntu yang dialami anak saya harus berujung di meja operasi lantaran sudah abses atau meradang, sebenarnya tidak semua kasus harus dioperasi.

dr. Frieda menuturkan kalau  seseorang sudah dinyatakan positif usus buntu memang harus dipastikan lebih dulu apakah perlu diperasi atau tidak. Untuk memastikannya, apakah usus buntu ringan atau sudah akut sehingga perlu dijalankan operasi, tentu memerlukan pemeriksaan terlebih dahulu,

Score yang mencapai 10 yang menandakan pasti apendisitis akut perlu dioperasi.

Bila setelah proses pemeriksaan diketahui ada di list, maka total score adalah 10 yang artinya anak pasti memiliki apendisitis akut. Sementara score 5-7 mengindikasikan sangat mungkin apendisitis akus dan score 1-4 yang berarti sangat mungkin bukan apendisitis akut.

Bila radang usus buntu belum masuk kategori akut, masih bisa ditangani dengan obat yang diberikan pada anak secara oral. Yang disesuaikan dengan kondisi si anak dan harus selalu dipantau oleh dokter sampai benar-benar sembuh.

Inilah ilustrasi tentang usus buntu, yang seringkali terjadi pada anak-anak.

Ilustrasi tentang usus buntu, yang seringkali terjadi pada anak-anak.

Bila ada gejala yang muncul terkait usus buntu, segeralah konsultasikan kepada dokter agar dapat diberikan penanganan yang sesuai.

“Makanya harus dipastikan lebih dulu berdasarkan skoring yang tadi, kalau untuk awam mengetahuinya agak sulit, karena memang pemeriksaannya lewat lab, ada USG, dan segala macam,” tukas dr. Frieda.

Penelitian menerangkan bahwa usus buntu tidak memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Artinya, jika memang kondisi mengharuskan anak menjalankan prosedur operasi, sebenarnya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Selain itu, operasi ini justru perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran infeksi karena usus buntu yang pecah.

Ada dua jenis operasi yang bisa dilakukan. Apa saja?

  • Pertama, lewat laparoskopi (‘lubang kunci’)

Operasi laparoskopi dianjurkan bagi pasien manula atau penderita obesitas, karena hanya memerlukan sayatan kecil, dan mempunyai masa pemulihan yang lebih cepat.

  • Kedua, bedah sayatan terbuka.

Operasi ini dilakukan apabila usus buntu sudah pecah dan infeksinya sudah menyebar. Jika kondisi ini terjadi, maka lewat operasi ini usus buntu akan diangkat dan rongga perut dibersihkan.

Pada dasarnnya, kedua tindakan ini sama-sama memerlukan pembiusan total.

***

Itulah informasi mengenai radang usus buntu yang sering terjadi pada anak.

Baca juga :

2 Macam gangguan pencernaan dan pentingnya perut sehat pada anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner