Bayi susah makan karena sariawan? Obati dengan 4 cara alami berikut ini

Bayi susah makan karena sariawan? Obati dengan 4 cara alami berikut ini

Bayi tak lahap makan seperti biasanya? Bisa jadi karena sariawan. Apa langkah yang sebaiknya Parents lakukan?

Tak hanya orang dewasa, sariawan dapat menyerang bayi. Sariawan pada bayi bisa disebabkan jamur yaitu Candida albican. Umumnya, sariawan terjadi pada anak berusia 2 bulan ke atas dan tak menutup kemungkinan menyerang bayi usianya lebih besar. Penting bagi Parents untuk mengetahui penyebab, tanda serta obat sariawan bayi yang aman.

Penyebab sariawan pada bayi

Bila bayi mengalami sariawan, kondisi ini dapat memengaruhi nafsu makannya. Bayi pun jadi rewel. Agar bisa mengobati, Bunda perlu tahu beberapa hal yang memicu timbulnya sariawan pada bayi, antara lain:

  • Adanya luka pada mulut, misalnya bayi tak sengaja menggigit lidah atau bagian dalam bibir
  • Alergi makanan
  • Sensitivitas terhadap buah asam, misalnya jeruk dan stroberi
  • Defisiensi nutrisi seperti vitamin B12, asam folat, zinc dan zat besi
  • Virus, bakteri atau trauma tertentu
  • Kondisi medis seperti penyakit celiac, radang usus
  • Penyakit kanker mulut, namun kasus ini terbilang langka

Selain akibat jamur, sariawan pada bayi juga bisa disebabkan trauma bahkan infeksi virus herpes. Sariawan yang disebabkan luka pada mulut disebut dengan stomatitis aphotosa dan sariawan yang disebabkan  virus herpes disebut dengan stomatitis herpetik. Karenanya, pastikan Parents lebih aware dalam mendeteksi sariawan yang dialami si kecil.

Mendeteksi sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi umumnya tumbuh di sisi lidah atau mukosa atau bagian dalam pipi, tenggorokan dan gusi. Jika disentuh, lekukan yang ada di sekitar luka biasanya tak akan mudah kembali ke bentuk semula.

Umumnya, jumlah sariawan bayi juga tak sebanyak orang dewasa, hanya 1-2 luka. Bentuknya seperti bulatan kecil dengan diameter kecil 1-3 mm dan warnanya putih kekuningan. Luka juga bisa berwarna keabuan atau putih saja, bergantung kondisi mulut bayi.

Tanda lain yang bisa mengindikasikan bayi sariawan, yaitu ia akan menangis saat makan atau menyusu, bahkan ketika lidahnya menyentuh sariawan tersebut. Kondisi ini akan membuat bayi kurang lahap makan dibanding biasanya.

Cara mengatasi sariawan pada bayi

Sariawan pada bayi sebenarnya akan menghilang dengan sendirinya, selama 7-10 hari. Bayi menunjukkan beragam reaksi saat mengalami sariawan, ada yang sangat rewel namun ada juga yang seolah tak merasakan apa-apa.

Menyusui menjadi terapi paling efektif meredakan luka sariawan pada bayi Bunda. Di samping itu, cobalah cara berikut ini untuk menangani sariawan bayi Anda:

Obat sariawan bayi #1 : Minyak kelapa

minyak kelapa untuk sariawan bayi, obat sariawan bayi

Minyak kelapa murni menjadi obat paling ampuh Bun untuk menyembuhkan sariawan bayi. Dalam minyak kelapa terkandung asam kaprilat yang dapat memerangi pertumbuhan jamur dan bakteri pada mulut bayi. 

Caranya mudah, Bunda cukup mengoleskan minyak kelapa pada puting payudara jika bayi masih menyusui. Namun untuk si kecil yang sudah menggunakan botol susu bisa mengoleskannya pada dot botol susu yang digunakan bayi.

Bunda juga bisa langsung mengoleskan minyak kelapa pada area mulut bayi yang terkena sariawan, kandungan alaminya ampuh menghilangkan kotoran di dalam mulut bayi.

Obat sariawan bayi #2 : Kompres dengan es batu

Es batu juga bisa menjadi pilihan untuk sariawan pada bayi lekas pulih. Cukup membungkus beberapa bongkah es batu dengan kain bersih dan lembut, lalu tempelkanlah pada sariawan di mulut.

Sensasi dinginnya dapat menyembuhkan luka lebih cepat, namun pastikan Bunda tidak menekannya terlalu keras karena dikhawatirkan akan menimbulkan luka baru.

Obat sariawan bayi #3 : Gunakan larutan air, garam dan baking soda

Untuk menghilangkan sariawan, Bunda pun bisa mencoba obat tradisional dengan menggunakan campuran baking soda, garam dan air.

Campurkan setengah sendok teh baking soda, setengah sendok teh garam dan segelas air putih. Aduk hingga rata lalu oleskan ramuan ini ke bagian yang terkena sariawan menggunakan kapas.

Jika dilakukan secara rutin, sariawan anak akan cepat mengecil dan pulih dalam waktu cepat.

Obat sariawan bayi #4 : Berikan cairan yang cukup

menyusui obati sariawan, obat sariawan bayi

Luka di mulut yang menyakitkan tak pelak akan membuat nafsu makan bayi berkurang. Apalagi bagi si kecil yang sudah mengonsumsi makanan padat pengganti ASI, memberikan cairan yang cukup akan membantu menopang nutrisi yang dibutuhkan bayi selama ia mogok makan.

Di samping itu, pemberian ASI cukup akan menjaga bayi terhindar dari dehidrasi. Jus asli dari buah segar yang kaya akan vitamin juga bisa menjadi alternatif nutrisi untuk meningkatkan nafsu makan bayi.

Cara lain mencegah sariawan bayi yaitu dengan menjaga kebersihan mulutnya. Bersihkan gigi dengan sikat gigi khusus bayi dua kali sehari untuk meminimalisir pertumbuhan bakteri. Pilihlah sikat gigi dengan permukaan halus yang aman untuk gigi bayi.

Kapan harus menghubungi dokter?

Sariawan memang bisa sembuh lebih cepat jika dialami anak masih kecil, namun temui dokter jika bayi mengalami beberapa gejala berikut:

  • Sariawan tak juga membaik lebih dari 2 minggu
  • Demam
  • Ruam kulit
  • Berat badan menurun drastis
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Dokter biasanya akan meresepkan obat seperti parasetamol atau ibuprofen untuk meredakan nyeri dengan dosis tepat sesuai usia bayi. 

 

Referensi : Parenting Firstcry, Health Navigator

Baca juga: 

[Viral] Anak kejang hingga meninggal karena obat sariawan, benarkah?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner