Jangan asal minum obat, begini cara tepat atasi masuk angin saat hamil!

Jangan asal minum obat, begini cara tepat atasi masuk angin saat hamil!

Masuk angin saat hamil, apakah normal dan bagaimana pencegahan yang efektif?

Beragam perubahan pada tubuh akan terjadi saat tengah mengandung, salah satunya masuk angin saat hamil. Di Indonesia sendiri, masuk angin merupakan istilah umum yang disematkan pada seseorang jika merasa kurang enak badan, mual, muntah serta meriang. Namun, kapan perlu ke dokter jika bumil mengalami kondisi ini?

Penyebab masuk angin saat hamil

Menurut dr. Reni Utari dari SehatQ, masuk angin saat hamil bisa disebabkan beberapa hal antara lain:

#1 Perubahan hormon kehamilan

Salah satu hormon yang berpengaruh kala hamil yaitu HCG (human chorionic gonadotropin). Saat pembuahan berhasil terjadi, plasenta sebenarnya mulai terbentuk dan memproduksi hormon ini. Semakin tinggi kadar hormon tersebut maka rasa mual akan semakin parah.

Biasanya, Bunda akan merasakan hal ini saat usia kehamilan memasuki 10 sampai 12 minggu. Setelahnya kadar hormon akan menurun dan stabil hingga persalinan.

#2 Lonjakan hormon estrogen

Reni juga menuturkan bahwa lonjakan hormon estrogen sebagai penyebab lain masuk angin pada ibu hamil. Selama kehamilan, wanita akan menghasilkan lebih banyak hormon estrogen dan mencapai puncaknya saat trimester akhir kehamilan. Peningkatan hormon inilah yang membuat Bunda merasakan mual dan muntah yang kerap menyiksa.

#3 Kadar progesteron meningkat

Lagi-lagi, hormon memainkan peranan penting Bun yang berkontribusi menyebabkan masuk angin saat hamil. Kenaikan hormon mengakibatkan ligamen dan sendir di seluruh tubuh menjadi longgar.

Kadar hormon ini juga membuat tubuh kian membesar, misalnya ureter. Ureter adalah anggota tubuh yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. Perlu diketahui bahwa progesteron memiliki peran vital dalam membentuk rahim yang akan menjadi tempat berlindung bayi selama sembilan bulan lamanya.

Masuk angin saat hamil muda akan lebih mungkin terjadi pada kehamilan pertama kali, wanita yang menggunakan alat kontrasepsi dengan estrogen di dalamnya, hamil bayi kembar atau ibu yang menderita obesitas.

Kapan harus ke dokter?

Faktanya, masuk angin kala hamil merupakan hal umum dan normal terjadi. Apalagi, saat hamil tubuh senantiasa menyesuaikan diri dengan kadar hormon yang cenderung tidak stabil. Namun, jangan segan menghubungi dokter kandungan kala Anda menunjukkan ciri berikut:

  • Munculnya gejala dehidrasi misalnya urin berwarna lebih gelap dan pekat serta frekuensi buang air kecil menurun. Seseorang yang dehidrasi juga akan merasakan mulut lebih kering dibanding biasanya
  • Tidak bisa mengonsumsi makanan bahkan cairan lebih dari 12 jam
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Demam dengan suhu di atas 38’C
  • Nyeri hebat di bagian perut
  • Muntah terus menerus
  • Badan terasa lemas

Cara mencegah dan mengatasi masuk angin pada ibu hamil

Masuk angin saat hamil tentunya sangat mengganggu dan menimbulkan rasa tak nyaman kala beraktivitas. Lakukan langkah berikut yuk, Bun untuk mencegah dan mengatasinya:

  • Makanlah dalam porsi kecil saja namun sering agar kecukupan nutrisi tetap terjaga
  • Sediakan camilan. Makanlah camilah setiap dua hingga tiga jam sekali dibandingkan tiga kali makan besar untuk menghindari mual
  • Hindari makanan yang sulit dicerna, misalnya makanan tinggi lemak, makanan pedas dan makanan berminyak
  • Beristirahat yang cukup penting untuk dilakukan
  • Konsumsi air putih untuk menjaga tubuh terkena dehidrasi
  • Sarapan makanan kering seperti sereal, biskuit atau roti bakar jika mual menyerang di pagi hari
  • Minum air jahe dan bawalah permen jahe saat bepergian untuk mengurangi rasa mual
  • Minum jus buah yang bening misalnya jus apel untuk menjaga mulut tetap nyaman
  • Untuk sementara hindari dulu aroma tertentu yang memicu mual

Masuk angin pada ibu hamil sebaiknya tidak dibiarkan. Konsultasikan hal yang Anda rasakan dan obat apa yang direkomendasikan. Obat seperti Vitamin B6 (piridoksin) dapat mengurangi terjadinya masuk angin pada ibu hamil. Namun, pastikan Anda mengomunikasikannya lebih dulu untuk dosis yang ideal. Rawat inap dan pemberian cairan obat melalui infus akan disarankan jika Bunda menunjukkan gejala dehidrasi yang parah.

Baca juga : 

Mata bengkak saat hamil mengganggu aktivitas? Kenali penyebab dan cara mencegahnya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner