Waspada air ketuban pecah dini sebelum HPL, ini bahayanya!

Waspada air ketuban pecah dini sebelum HPL, ini bahayanya!

Ketuban pecah dini sebelum usia kandungan 37 minggu haruslah diwaspadai. Risikonya bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang berbahaya bagi ibu dan bayi.

Ketuban pecah dini (KPD) adalah kondisi pecahnya kantung ketuban yang membuat air ketuban merembes, meskipun hari perkiraan lahir (HPL) belum datang.

Ada dua jenis KPD yakni PPROM (Preterm premature rupture of membranes) yang terjadi jika ketuban pecah sebelum usia kandungan 37 minggu. Dan PROM (Premature rupture of membranes) jika ketuban pecah setelah usia kandungan 37 minggu.

Ibu yang mengalami ketuban pecah dini akan merasakan keluar cairan dari vagina secara terus menerus tanpa henti. Cairan ini berwarna bening, tidak berbau. Keluarnya cairan disertai rasa mulas di perut.

Artikel terkait: Waspadai Air Ketuban Merembes

Penyebab terjadinya ketuban pecah dini pada ibu hamil

air ketuban pecah dini

Ibu hamil berisiko mengalami ketuban pecah dini jika memiliki kondisi sebagai berikut:

  • Mengalami infeksi di bagian rahim, leher rahim atau vagina. Yang menjadi penyebab umum terjadinya ketuban pecah dini
  • Trauma atau pernah cedera di bagian organ reproduksi karena kecelakaan, seperti jatuh dari kendaraan bermotor
  • Cairan ketuban terlalu banyak  atau janin kembar, hingga menyebabkan kantung ketuban terlalu melebar dan lapisannya lebih tipis
  • Konsumsi alkohol dan merokok saat hamil
  • Stres
  • Pernah menjalani operasi di bagian serviks
  • Pernah melahirkan secara prematur, atau mengalami ketuban pecah dini di kehamilan sebelumnya
  • Tekanan darah tinggi saat hamil
  • Indeks massa tubuh yang rendah pada ibu hamil
Risiko komplikasi akibat ketuban pecah dini

ketuban pecah dini 1

Berikut ini adalah komplikasi yang bisa terjadi jika air ketuban sebelum kehamilan cukup bulan.

  • Melahirkan secara prematur
  • Ari-ari menempel di rahim setelah bayi keluar atau retensio plasenta. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu mengalami perdarahan hebat
  • Cairan ketuban terlalu sedikit (oligohidramnion) yang bisa menyebabkan infeksi pada janin hingga kematian janin
  • Solusio plasenta, ari-ari lepas dari dinding rahim sebelum persalinan terjadi
  • Putusnya tali pusar yang menghubungkan janin dengan plasenta
  • Migrasi bakteri dari vagina ke kantung ketuban hingga menyebabkan infeksi berbahaya
  • Tali pusar terjepit atau terlilit hingga menyebabkan bayi mengalami cedera otak atau bahkan kematian
  • Bila ketuban pecah sebelum usia kandungan 23 minggu, ketika bayi masih memerlukan cairan ketuban untuk pertumbuhan paru-parunya. Hal ini akan menyebabkan paru-paru bayi menjadi tidak sempurna.
Tips mencegah ketuban pecah dini

ketuban pecah dini

1. Menjaga kesehatan selama hamil

Kondisi kesehatan ibu hamil yang menurun sering menjadi penyebab kantung ketuban pecah sebelum waktunya. Oleh karena itu, ibu hamil harus rutin memeriksakan diri ke dokter, agar kondisi ia dan bayinya bisa dipantau dengan baik.

2. Konsumsi makanan mengandung vitamin C dan zat besi tinggi

Vitamin C bisa menguatkan membran di kantung ketuban, sehingga menurunkan risiko ketuban pecah atau air ketuban merembes. Ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi vitamin C yang cukup.

Selain itu, ibu hamil juga disarankan mengonsumsi banyak sayuran hijau dan kacang-kacangan yang mengandung zat besi. Fungsinya untuk menguatkan ibu dan janin dalam kandungan.

3. Menghindari rokok

Asap rokok sangat berbahaya bagi ibu hamil. Hindari paparan asap rokok selama hamil baik sebagai perokok aktif maupun perokok pasif.

Artikel terkait: Dampak asap rokok pada ibu hamil

4. Istirahat yang cukup

Ibu hamil sebaiknya jangan dibiarkan untuk melakukan pekerjaan berat atau terlalu capek. Bila merasa lelah, segeralah beristirahat. Kondisi tubuh ibu hamil tidak boleh terlalu drop, karena bisa menyebabkan komplikasi seperti air ketuban yang pecah terlalu dini.

5. Hati-hati saat berhubungan seks

Saat ingin berhubungan seks dengan suami, lakukan dengan hati-hati. Kalau perlu mintalah saran dari dokter mengenai posisi dan waktu yang tepat untuk melakukannya. Suami juga harus hati-hati. Bila kehamilannya berisiko, sebaiknya puasa seks dulu sampai bayi lahir.

***

Semoga bermanfaat.

 

Referensi: Alodokter, Hello Sehat, Teknowire

Baca juga:

7 Hal yang Menjadi Penyebab Terjadinya Persalinan dini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner