Imunisasi BCG, Cegah TBC Sejak Dini

lead image

Penyakit TBC merupakan penyakit mematikan. Menyambut hari TBC sedunia 24 Maret 2015, pembahasan kali ini adalah tentang pentingnya imunisasi BCG pada bayi.

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2015/03/dreamstime xs 49874148 small.jpg Imunisasi BCG, Cegah TBC Sejak Dini

Sudahkah si kecil menerima imunisasi BCG?

Mengapa imunisasi BCG sangat penting?

Penyakit TBC merupakan penyakit mematikan yang tergolong tinggi, terutama di negara berkembang. Salah satu cara yang paling efektif untuk melakukan pencegahan adalah dengan pemberian imunisasi BCG.

Penyakit ini diakibatkan oleh infeksi Mycobacterium Tuberculosis menular dengan sangat mudah, yaitu melalui semburan atau percikan ludah/air liur saat batuk ataupun bersin dari penderita yang terhirup oleh orang yang berada di lingkungan sekitar penderita TBC.

Untuk mencegah risiko kematian akibat penyakit ini, pemberian imunisasi BCG sejak dini merupakan salah satu tindakan yang paling penting. Imunisasi BCG adalah 1 dari Program 5 Imunisasi Dasar yang dicanangkan pemerintah.

Pemberian imunisasi BCG (Basil Calmette Guerin) pada bayi berfungsi untuk membentuk kekebalan tubuh dan mencegah bayi atau anak terserang dari penyakit TBC berat, seperti : Meningitis TBC dan TBC Milier.

Berdasarkan keterangan pada jadwal imunisasi terbaru IDAI (2014), pemberian imunisasi BCG pada bayi sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia 3 bulan, dan paling optimal pada usia 2 bulan.

Hal ini dikarenakan imunologi terhadap BCG belum bisa bangkit dengan baik pada bayi yang baru lahir. Sedangkan apabila vaksin BCG diberikan setelah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Jika uji tuberculin ini tidak memungkinkan, pemberian BCG tetap bisa diberikan dengan melakukan observasi selama 7 hari.

Parents, pemberian vaksin BCG tidak menimbulkan efek panas/demam pada bayi. Benjolan kecil dan bernanah yang muncul beberapa hari setelah penyuntikan merupakan salah satu tanda keberhasilan imunisasi BCG.

Benjolan yang muncul di bagian tubuh yang disuntik ini, tidak akan menimbulkan rasa sakit apabila disentuh. Benjolan itu akan hilang dengan sendirinya, dan meninggalkan luka parut kecil.

Namun, apabila ada reaksi lain, semisal benjolan tersebut tidak sembuh-sembuh dan menjadi koreng, maka kita perlu waspada. Terutama apabila diiringi dengan pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau pangkal paha bayi.

Hal itu merupakan salah satu tanda bahwa si anak pernah terinfeksi bakteri tuberkulosis. Bila menemukan kondisi seperti ini, konsultasikanlah pada dokter spesialis anak untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Bagaimana bila tidak terjadi benjolan pasca imunisasi BCG?

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :

1. Dosis yang diberikan terlalu rendah

2. Daya tahan tubuh anak dalam kondisi tidak baik

3. Kualitas vaksin yang yang diberikan kurang baik akibat proses penyimpanan yang kurang maksimal.

Namun hal ini tidak berarti proses imunisasi telah gagal. Di dalam tubuh bayi, antibodi tetap terbentuk, hanya saja kadarnya rendah dan akan berkembang dengan sendirinya manakala kondisi tubuhnya membaik dan tidak perlu disuntik ulang.

Biaya Imunisasi BCG

Bunda, biaya imunisasi BGC tergolong murah apabila dilakukan di puskesmas, posyandu dan rumah sakit pemerintah, karena mendapat subsidi dari pemerintah. Sedangkan di rumah sakit swasta, meskipun relatif lebih tinggi, masih tergolong murah dibanding vaksin MMR dan lain-lain.

Referensi :

Prof. DR.Dr. Sri Rezeki S Hadinegoro, Sp.A(K), Staf pengajar pada Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UI dan Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia

Baca juga artikel menarik lainnya:

Waspadai Gejala TBC pada Anak-anak dan Orang Dewasa

Vaksin MMR Tidak Menyebabkan Autisme

Pentingnya Imunisasi dan Efek Sampingnya