TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Hari TB Sedunia, Ini 11 Fakta Seputar Penyakit Tuberkulosis di Indonesia

Bacaan 5 menit
Hari TB Sedunia, Ini 11 Fakta Seputar Penyakit Tuberkulosis di Indonesia

Masih banyak dialami oleh masyarakat Indonesia, berikut beberapa fakta Tuberkulosis penting untuk diketahui.

Dalam rangka memperingati hari TB sedunia, tak ada salahnya untuk mengingat kembali beberapa fakta tuberkulosis. Apa saja? 

Tuberkulosis sendiri merupakan penyakit menular yang terjadi di berbagai belahan dunia. Penyakit ini masih banyak ditemukan di Indonesia dan dapat menimbulkan kematian bila tidak diobati.

Tuberkulosis atau kerap disingkat TBC masih menjadi ancaman dalam dunia kesehatan di Indonesia. Di tahun 2020, total jumlah kasus TBC di Indonesia mencapai 845.000 dengan jumlah kematian sebesar 12.469 atau 1,47 persen. Hal ini membuat peringkat Indonesia naik menjadi peringkat kedua setelah India, dengan jumlah penderita TBC terbanyak di dunia. Sebelumnya, Indonesia berada di peringkat ketiga setelah India dan Cina.

fakta tuberkulosis

Di Indonesia, penderita TBC masih kerap mendapatkan stigma tertentu dari masyarakat, sehingga enggan untuk membuka diri dan mencari pengobatan. Hal ini tampak dari data terkini yang menunjukkan bahwa dari jumlah total kasus TBC di Indonesia, hanya 67 persen yang mendapatkan pengobatan.

Stigma muncul karena banyaknya mitos dan misinformasi yang beredar di masyarakat. Oleh sebab itu, mari simak beberapa fakta tuberkulosis di Indonesia.

Artikel terkait: Menyerang Organ Paru-Paru, Kenali Perbedaan Pneumonia dengan Tuberkulosis

11 Fakta Tuberkulosis, Penting untuk Diketahui!

1. Apa itu tuberkulosis?

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Kuman ini ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui droplet saluran nafas yang dilepaskan ke udara ketika penderitanya berbicara, meludah, batuk, bersin atau menyanyi. Penyakit ini bisa berbahaya, bahkan menimbulkan kematian bila penderitanya tidak mendapatkan pengobatan.

Di Indonesia tuberkulosis memiliki beberapa sebutan lain, seperti “penyakit 3 huruf”, paru-paru basah, atau flek paru.

2. Bukan penyakit keturunan

Meski kerap ditemukan secara bersamaan pada beberapa orang dalam satu keluarga, penyakit TBC bukan penyakit keturunan. Hingga kini, belum ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor genetik tertentu. 

3. Fakta tuberkulosis, bukan penyakit keturuan dan tidak mengenal usia

Penyakit TBC dapat menyerang siapa saja, terutama kelompok usia produktif (15-55 tahun) dan anak-anak. Akan tetapi, gejalanya berbeda pada dewasa dan anak. 

fakta tuberkulosis

Penyakit TBC pada orang dewasa menimbulkan gejala utama batuk yang lebih dari 2 minggu, berkeringat di malam hari, demam hilang timbul, dan berat badan turun drastis. Sedangkan pada anak, gejalanya sangat tidak khas. Kerap kali, penyakit TBC baru teridentifikasi ketika anak diperiksakan ke dokter untuk masalah gangguan pertumbuhan, seperti berat badan turun atau tidak naik dalam 2 bulan berturut-turut.

4. Tidak hanya menyerang paru-paru 

Meski umumnya mengenai paru, TBC juga bisa menyebar ke bagian tubuh lain seperti otak, selaput otak, ginjal, kelenjar getah bening, usus, jantung atau tulang belakang melalui aliran darah. Penyakit TBC yang terjadi di luar paru ini bersifat tidak menular.

5. Tidak menular melalui hal-hal ini 

Penyakit TBC tidak menular melalui berjabat atau berpegangan tangan, berpelukan, berbagi makanan atau minuman, menyentuh sprei atau dudukan toilet, berbagi sikat gigi atau menggunakan alat makan yang sama.

6. Kuman TBC tidak cepat menular

Hari TB Sedunia, Ini 11 Fakta Seputar Penyakit Tuberkulosis di Indonesia

Fakta menunjukkan bahwa dalam waktu satu tahun, satu penderita TBC ‘hanya’ menularkan pada 10-15 orang di sekitarnya yang tergolong kontak erat. Yang dimaksud dengan kontak erat yakni orang yang tinggal serumah, atau berada dalam satu ruangan yang sama di sekolah/tempat kerja dengan penderita TBC aktif.

7. Meski terinfeksi, orang sehat tidak serta merta mengalami penyakit TBC

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa sekitar seperempat populasi dunia terinfeksi oleh kuman penyebab TBC. Akan tetapi, hanya sebagian kecil yang pada akhirnya menjadi sakit, yakni sebanyak 10 juta orang. Pada prinsipnya, individu sehat dengan sistem kekebalan tubuh yang baik dapat melawan infeksi kuman TBC sehingga tidak menjadi sakit.

Artikel terkait: Bisa Sebabkan Stunting, Waspada Tuberkulosis pada Anak dengan Kenali Gejalanya

8. Sistem kekebalan tubuh yang lemah meningkatkan risiko terkena TBC

Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, lebih berisiko mengalami penyakit TBC. Khususnya, pada mereka yang mengalami HIV, berisiko 20 kali lipat menderita TBC. Secara global, 1 dari 4 kematian akibat TBC disumbangkan oleh individu yang mengalami infeksi TBC dan HIV secara bersamaan. Tanpa pengobatan, sebagian besar individu dengan HIV yang mengalami TBC akan meninggal dalam beberapa bulan.

9. TBC bisa dideteksi melalui beberapa jenis pemeriksaan

Ada dua jenis tes yang digunakan untuk mendeteksi kuman TBC di dalam tubuh, yakni uji tuberkulin atau tes Mantoux pada kulit dan pemeriksaan darah (IGRA/inferferon gamma release assay).  Hasil tes Mantoux atau IGRA yang positif hanya memberi tahu bahwa seseorang telah terinfeksi oleh kuman TBC. Namun, tidak bisa memberi tahu apakah infeksinya telah berkembang dan menimbulkan penyakit TBC. 

Bila seseorang dicurigai sedang mengalami penyakit TBC, pemeriksaan lain seperti rontgen dada dan pemeriksaan dahak diperlukan untuk mengonfirmasi diagnosisnya. 

10. Bisa diobati dan disembuhkan

fakta tuberkulosis

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Penyakit TBC bisa diobati dan disembuhkan dengan mengonsumsi obat antituberkulosis (OAT) selama 6-12 bulan, bergantung pada kondisi penyakit. Tingkat kesembuhannya mencapai 95-97 persen bila seseorang betul-betul mematuhi pengobatan dan menjalaninya hingga tuntas. 

Oleh sebab itu, penderita TBC harus didukung agar bisa menyelesaikan pengobatan sesuai yang dianjurkan dokter. Bila pengobatan putus di tengah jalan, penyakit TBC bisa kambuh kembali. Kemungkinan lain, kuman TBC menjadi kebal terhadap obat-obatan antituberkulosis pada umumnya. Bila demikian, penyakit TBC menjadi lebih sulit disembuhkan dan lebih mahal pula biayanya.

11. Obat TBC bisa diperoleh secara gratis

Sejak lama, penyakit TBC sudah masuk menjadi program nasional pemerintah Indonesia. Karena itu, obatnya pun bisa diperoleh secara gratis di Puskesmas maupun rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah. 

12. Vaksin BCG tidak mencegah penyakit TBC

Di Indonesia dan negara-negara lain yang endemis TBC, bayi berusia 1-2 bulan diberikan vaksinasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin). Vaksin ini tidak 100 persen mencegah infeksi TBC, akan tetapi dapat mencegah penyakit TBC yang berat. Perlu diketahui bahwa vaksin ini tidak efektif diberikan pada orang dewasa.

Itulah fakta tuberkulosis di Indonesia. Semoga bermanfaat dan membukakan wawasan Anda semua.

***

Baca juga:

3 Manfaat Self Care dan Cara Menerapkannya, Wajib Tahu agar Tidak Stres!

id.theasianparent.com/makan-es-krim

id.theasianparent.com/nyeri-otot-kronis

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

dr. Fiona Amelia, MPH

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Hari TB Sedunia, Ini 11 Fakta Seputar Penyakit Tuberkulosis di Indonesia
Bagikan:
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Author Image

dr. Fiona Amelia, MPH

Medical Writer dengan pengalaman di dunia kesehatan digital selama 5 tahun terakhir. Dokter sekaligus ibu dari 2 putra ini memiliki passion yang kuat di dalam dunia parenting serta edukasi seputar kesehatan ibu dan anak. Menyukai travelling dan olahraga, khususnya bulutangkis dan bersepeda. Untuk kontak, email di [email protected] atau DM Instagram @amelifio.
  • 4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

    4 Penyebab Bercak Putih pada Kulit Bayi, Tidak Selalu karena Panu!

  • 14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

    14 Penyakit yang Disebabkan oleh Virus, Ada HMPV hingga Nipah Virus

  • Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

    Apa Itu Penyakit GERD? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti