Flek saat hamil, membedakan yang normal dan perlu diwaspadai

Flek saat hamil, membedakan yang normal dan perlu diwaspadai

Flek saat hamil seringkali disalahpahami sebagai menstruasi. Karena biasanya terjadi di awal kehamilan. Simak penyebab dan cara menghadapinya berikut ini.

Flek saat hamil adalah hal yang biasanya menjadi kekhawatiran para ibu hamil. Rata-rata 20% ibu mengalami flek saat hamil di 12 minggu pertama usia kandungan mereka.

Terkadang, di awal kehamilan bumil juga mengeluarkan darah yang tampak seperti haid. Namun jumlahnya sedikit, dan warna darahnya bervariasi dari pink, merah hingga kecokelatan.

Beberapa kondisi di awal kehamilan, memang seringkali membuat ibu hamil muda khawatir. Apalagi jika itu adalah kehamilan pertama. Namun, Bunda tidak perlu panik. Mayoritas perempuan mengalami flek saat hamil. Dan mereka tetap bisa menjalani kehamilan dengan lancar, serta bayi yang lahir sehat.

 Apakah flek saat hamil sama dengan perdarahan?

 

flek saat hamil

Sumber: Healthmds

Vagina mengeluarkan bermacam cairan sepanjang kehamilan, hingga melahirkan. Terkadang berupa lendir, kadang juga berupa darah.

Pendarahan ringan atau flek saat hamil adalah hal biasa. Terutama di trimester pertama. Biasanya ini bukanlah hal yang patut dikhawatirkan. Cairan vagina dianggap flek yang tidak berbahaya, ketika Bunda melihat beberapa tetes darah di celana dalam atau saat membersihkan organ intim dengan tisu.

Sedangkan bila mengalami perdarahan cukup banyak sehingga Bunda memerlukan pembalut untuk menampung darah, bahkan hingga menembus celana dalam, sebaiknya kondisi ini jangan diabaikan. Segera konsultasi ke bidan atau ke dokter untuk cepat ditangani.

Penyebab terjadinya flek saat hamil

flek saat hamil

DanielReche / Pixabay

Ketika terjadi pembuahan, sel telur yang telah dibuahi akan menempel di dinding rahim. Hal ini menimbulkan pendarahan ringan atau keluarnya flek selama beberapa hari. Flek ini biasanya terjadi, sebelum kehamilan diketahui, dan sering disalahpahami sebagai tanda menstruasi.

Bila Bunda punya periode menstruasi yang teratur setiap bulan. Kemudian keluar darah saat melewati tanggal menstruasi, hal tersebut merupakan tanda awal kehamilan secara umum. Dan bukan lagi flek yang disebabkan oleh penempelan embrio di dinding rahim.

Penyebab lain terjadinya flek saat hamil adalah cervical polyp. Yakni sebuah benjolan kecil di mulut rahim yang tidak berbahaya. Akibat tingginya hormon estrogen di tubuh ibu hamil, cervical polyp ini akan mengeluarkan darah. Karena meningkatnya aliran darah ke pembuluh di sekitar rahim selama kehamilan.

Akibatnya, apabila terjadi sentuhan di area ini seperti hubungan seksual, bisa menyebabkan pendarahan. Pemeriksaan vagina dengan alat yang dimasukkan ke mulut rahim, olahraga berlebihan, atau mengangkat barang berat juga bisa menyebabkan bercak darah keluar di awal kehamilan.

Artikel terkait: Normalkah keluar bercak darah setelah berhubungan seksual saat hamil?

Cara menangani flek saat hamil

flek saat hamil

Meskipun flek saat hamil tidak menimpa semua bumil, namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan. Dan sebagai tindak pencegahan, Bunda harus tetap menghubungai dokter atau bidan jika mengalami bercak darah atau flek ketika hamil.

Meski demikian, bercak darah atau flek yang terjadi pada trimester kedua atau trimester ketiga harus segera dilaporkan pada dokter atau bidan.

Jika Bunda menyadari ada banyak darah yang keluar, seperti sedang haid. Segeralah menghubungi dokter, untuk memastikan itu bukan komplikasi kehamilan yang berisiko.

Baca juga: Kram perut saat hamil, bagaimana cara menanganinya?

Pendarahan tidak normal di akhir kehamilan, harus disikapi dengan serius. Karena bisa menjadi tanda adanya komplikasi yang mengancam keselamatan ibu dan bayi.

Bila Bunda mengalami lebih dari bercak darah atau flek saat hamil, disarankan untuk mengikuti instruksi berikut ini. Agar tidak terjadi perdarahan hebat yang bisa menimbulkan komplikasi kehamilan.

  • Perbanyak istirahat dan tidur siang
  • Jangan terlalu sering berjalan atau berdiri, perbanyak waktu duduk atau berbaring
  • Minum banyak air putih
  • Kurangi aktivitas fisik yang membuat lelah
  • Duduk atau berbaring dengan menempatkan kaki ke atas.
  • Hindari mengangkat barang berat.

Meski flek atau bercak saat hamil tidak selalu berbahaya, Bunda tetap harus berkonsultasi pada dokter mengenai kondisi ini. Tujuannya agar bisa dilakukan pemeriksaan menyeluruh.

Sebanyak 50% wanita hamil yang mengalami bercak darah atau flek ketika hamil, tetap menjalani kehamilan dengan lancar. Dan bayi mereka juga lahir dengan sehat. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir.

Semoga bermanfaat.

Referensi: American Pregnancy

 

Baca juga:

Waspadai Infeksi Jamur Saat Hamil yang dapat memengaruhi kesehatan janin

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Fitriyani

app info
get app banner