4 Makanan untuk cegah batuk makin parah

lead image

Ada sejumlah makanan yang bisa membantu meredakan rasa nggak nyaman akibat batuk dan sakit tenggorokan.

Kalau lagi batuk, repooot. Makan ini nggak boleh, makan itu nggak boleh. Ada nggak sih makanan dan cemilan saat batuk yang nggak bikin gatal tenggorokan?

Sakit tenggorokan dan batuk seringnya disebabkan oleh infeksi menular, seperti demam atau flu. Mula-mula pangkal tenggorokan terasa gatal, lalu batuk datang.

Tapi, kadang-kadang sakit tenggorokan dan batuk disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan atau sinusitis.  Apa pun penyebabnya, Anda harus melakukan dan menghindari beberapa hal yang bikin batuk makin parah.

Nah, ternyata, ada sejumlah makanan yang bisa Anda konsumsi tanpa membuat batuk makin parah. Apa saja? Ini dia.

Makanan & cemilan saat batuk #1 Makanan yang lembut

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/cemilan saat batuk poin 1.jpg 4 Makanan untuk cegah batuk makin parah

Sakit tenggorokan dan batuk membuat aktivitas menelan pun terasa menyiksa. Makanan seperti roti bakar atau popcorn harus dihindari karena bisa menggores dan mengiritasi tenggorokan.

Batuk dan sakit tenggorokan bisa tertahankan jika Anda konsisten memakan makanan yang lunak, licin, atau basah. Contohnya seperti agar-agar, oatmeal, puding, pasta, kentang tumbuk, dan sup.

Makanan & cemilan saat batuk #2 Minuman dan makanan yang banyak air

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/cemilan saat batuk poin 2.jpg 4 Makanan untuk cegah batuk makin parah

 

Saat sakit, Anda perlu banyak minum supaya tidak dehidrasi. Ketika banyak minum, tenggorokan akan lembap dan dahak menjadi encer, dua hal yang akan bikin tenggorokan nggak terlalu sakit lagi.

Yang harus Anda hindari ketika sakit tenggorokan adalah minum beralkohol, bersoda, dan kafein. Misalnya cola, teh hitam, dan kopi. Tiga minuman itu justru bikin tenggorokan makin kering.

Ciri-ciri minuman yang bagus untuk sakit tenggorokan adalah minuman yang berair jernih, seperti air putih dan teh herbal. Sup daging kalau dianggap minuman juga masuk, hehe.

Makanan & cemilan saat batuk #3: Buah-buahan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/cemilan saat batuk poin 3.jpg 4 Makanan untuk cegah batuk makin parah

Tidak semua buah bagus dimakan. Durian, misalnya, berbahaya untuk pengidap asam lambung. Demikian pula saat batuk dan sakit tenggorokan, ada buah yang bagus, ada yang tidak.

Buah-buahan yang bagus ialah yang banyak mengandung vitamin C. daftarnya meliputi jeruk, lemon, kiwi, nanas, mangga, alpukat, pepaya, jambu biji, apel, dan pisang. Sebaliknya, jangan makan buah-buahan “panas” seperti rambutan, kelengkeng, durian, dan salak.

Makanan & cemilan saat batuk #4 Makanan yang melindungi tenggorokan

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/12/cemilan saat batuk poin 4.jpg 4 Makanan untuk cegah batuk makin parah

 

Yang dimaksud adalah cairan yang bisa membentuk lapisan di tenggorokan untuk melindungi bagian yang radang. Madu adalah contoh utama makanan jenis ini.

Sesendok madu bisa meredakan rasa gatal dan mengurangi batuk. Madu yang dicampurkan ke dalam teh herbal juga baik dikonsumsi.

Menurut sebuah penelitian pada 2013, orang yang meminum teh herbal campur madu merasakan tenggorokannya membaik dalam 5 menit pertama dan berlangsung sampai 30 menit.

Peringatan!

Cara mengurangi sakit tenggorokan dan batuk di atas berbahaya jika dilakukan kepada anak-anak. Misalnya madu, bahan makanan ini berpotensi menyebabkan botulisme pada anak usia kurang dari 1 tahun.

Kadang-kadang batuk dan sakit tenggorokan hanya perlu ditunggu sembuh sendiri, tidak perlu diberi obat kimia. Kecuali… batuk dan sakit tenggorokan tidak kunjung reda setelah lewat dari seminggu. Jika sampai terjadi, saatnya berkunjung ke dokter, Bunda.

Referensi: LiveStrong

Baca juga:

Anak batuk pilek? Berikan 4 makanan ini agar cepat sembuh!

makanan 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.