Saat Bunda melihat perubahan fisik pada si Kecil, tentu ada rasa cemas melanda. Apalagi jika kulit dan sebagian organ tubuhnya berubah warna menjadi kuning.
Namun, ada juga yang bertahan dalam waktu lama. Kondisi ini sering dialami pada bayi yang menyusui.
Apa Ciri-ciri Bayi Kuning karena ASI?
Salah satu ciri-ciri bayi kuning karena ASI yang bisa dilihat adalah dari warna kulitnya serta pada bagian putih di bagian mata. Selain itu, ciri-ciri bayi kuning karena ASI adalah sebagai berikut:
Kondisi tersebut tidak bertahan lama dan akan hilang dengan sendirinya. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi sehat, cukup bulan, dan mendapatkan ASI.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa mata bayi berubah warna menjadi kuning akibat breastfeeding jaundice, sering disamakan dengan breastmilk jaundice. Padahal, keduanya berbeda. Penyakit kuning dari breastfeeding jaundice timbul karena konsumsi susu pada bayi.
Konsumsi susu berperan penting dalam meningkatkan pergerakan usus pada bayi sehingga membantu mengeluarkan bilirubin yang menumpuk dalam tubuh. Apabila tidak terjadi pergerakan usus, bilirubin yang menumpuk akan diserap kembali ke dalam sirkulasi darah.
Selain itu, kondisi ini juga menghambat pengeluaran mekonium yang memiliki kandungan bilirubin tinggi.
Breastfeeding jaundice umumnya terjadi pada minggu pertama sejak bayi lahir, pada umumnya 3-4 hari setelah lahir berbeda dengan kondisi breastmilk jaundice yang terjadi lebih lama.
Apakah ASI Bisa Menyebabkan Bayi Kuning?

Mengapa ASI bisa menyebabkan penyakit kuning tidak diketahui alasan pastinya. Namun, ada dugaan jika kondisi tersebut terjadi karena adanya substansi dalam ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Bayi kuning karena ASI biasanya terjadi tiga minggu setelah lahir.
Penyakit kuning yang ditimbulkan secara fisiologis, merupakan kondisi yang wajar.
Mengutip dari American Pregnancy Association, kondisi ini diketahui dapat memengaruhi hingga 60% bayi cukup bulan di minggu pertama kelahiran. Bayi kuning adalah gangguan darah yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin.
Keluhan breastmilk jaundice lebih sering dialami oleh anak yang memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa.
Jika buah hati Parents mengalami kondisi serupa, tidak perlu berhenti memeberinya ASI.
Kondisi ini tidak mengindikasikan adanya kelainan pada ASI yang dihasilkan ibu.
Tetaplah menyusui, sebab perlahan-lahan akan terjadi penurunan pada kadar bilirubin bayi.
Jika mengalami kondisi mata kuning akibat breastmilk jaundice, akan bertahan hingga 14 hari. Namun, bisa juga menetap hingga usia 3-12 minggu setelah bayi baru dilahirkan.
Keadaan ini tidak berbahaya selama kadar bilirubin terkontrol dan bayi tetap mendapat asupan nutrisi yang memadai.
Kasus breastmilk jaundice yang sesungguhnya jarang terjadi. Pada bayi yang tampak kuning, dokter akan memastikan bahwa bayi memperoleh pasokan ASI yang mencukupi.
Apabila ASI tercukupi, tetapi bayi tetap mengalami kuning, keadaan ini mungkin disebabkan karena breastmilk jaundice.
Bagaimana Cara Mengurangi Kuning pada Bayi?

Jika kadar bilirubin bayi di bawah 20 mg/dL, beberapa langkah berikut bisa mengatasi atau mengurangi kuning bayi karena ASI:
- Meningkatkan asupan ASI menjadi lebih sering, sebanyak 8-12 kali per hari. Peningkatan asupan akan meningkatkan pergerakan usus dan pengeluaran bilirubin.
- Pastikan bayi dapat mengisap ASI dengan baik saat menyusui. Hal ini menjaga agar bayi dapat memperoleh asupan ASI yang dibutuhkannya.
- Konsultasikan pada dokter apakah bayi membutuhkan suplemen untuk meningkatkan asupan nutrisi. Pada kadar bilirubin melebihi 15-20 mg/dL, mungkin perlu dilakukan fototerapi pada bayi Anda.
Kondisi ini biasanya terjadi pada 50-70% bayi baru lahir.
Namun, Bunda dapat melakukan pencegahan dengan memastikan bayi mendapatkan cukup asupan ASI selama minggu pertama kelahirannya.
Jika Bunda menemukan gejala kuning karena ASI, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
Cara tersebut sebagai bentuk ikhtiar untuk memastikan kondisi si kecil dan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.