Pengapuran plasenta berbahaya bagi ibu hamil, ketahui tanda dan pencegahannya

Pengapuran plasenta berbahaya bagi ibu hamil, ketahui tanda dan pencegahannya

Pengapuran plasenta bisa membuat kehamilan menjadi rentan, ketahui ciri, risiko, dan pencegahannya!

Beberapa masalah di plasenta kerap terjadi pada ibu hamil, salah satunya pengapuran plasenta. Organ satu ini memiliki peran penting untuk mengalirkan zat gizi dari ibu, juga sebagai organ untuk membuang limbah dari tubuh bayi. 

Pengapuran plasenta ini rupanya pernah terjadi pada salah seorang artis cantik, Zee Zee Shahab pada kehamilan pertama dan keduanya. Istri dari Prabu Revolusi ini pun menceritakan bahwa kedua bayinya terlahir dengan berat janin yang rendah karena kondisi ini.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

Holaa aku share dikit pengalaman melahirkan baby k kmrn yaa, aku melahirkan tgl 5 Agustus kmrn lumayan byk maju nya karna hpl nya tgl 22 kmrn 😅dgn indikasi sudah 3 minggu (cek usg nya tiap minggu) bb nya baby stuck di 2,3kg Dr ku curiga ada penyumbatan di Placenta dan ini jg terjadi di kehamilan pertama waktu @fauzikhaleev yg lahir di 2,3kg, dan karna kecil jd Dr menyarankan utk SC lagi ( pdhal udh niat bgt normal 😢tp Allah punya takdir baik) dan pas lahir ternyata Placenta pun udh pengapuran jd nutrisi yg masuk jg gak maksimal , alhamdulillah bgt ya Allah masih lindungi baby 🤗dan baby k lahir di 2.035kg alhamdulillah sehat walaupun kecil hehe, dan bersyukur sekali ASI Lgsg keluar dan sampe saat ini banyak jd bisa Support baby k utk cepet besar dan kuat ya nak! ❤🤗 ,dan sejak baru lahir Baby keriym tidur dengan bantal lovenest, selain nyaman bantal lovenest ini juga bisa mencegah dan memperbaiki bentuk kepala bayi menjadi bulat 😊 #lovenest #tidurlebihbaik #babymoovmomsreview

A post shared by Zeezeeshahab (@zeezeeshahab) on

 

Apa itu pengapuran plasenta? 
pengapuran plasenta

Pengapuran plasenta merupakan proses penuaan plasenta yang terjadi karena endapan kalsium. Seiring berjalannya waktu, plasenta memang mengalami kematangan hingga akhirnya terjadi pengapuran. Selain itu, pengapuran yang terjadi sebelum minggu ke-37 akan menjadi masalah yang mengkhawatirkan janin. 

Usia pengapuran plasenta sendiri oleh para ahli diklasifikasikan menjadi 3 grade sejak awal kehamilan, yakni :

  • Grade I : antara minggu ke 31-32 kehamilan 

Pada usia kehamilan ini, pengapuran plasenta yang bisa terjadi disebut juga early preterm placental calcification yang dikaitkan dengan banyak risiko. Para ahli mengungkapkan bahwa pengapuran plasenta yang terjadi sebelum minggu ke 32 kehamilan bisa berpengaruh pada berat bayi lahir rendah. Biasanya bayi akan mengalami skor Apgar yang rendah dan kelahiran mati.

  • Grade II : antara minggu ke 36-37 kehamilan 
  • Grade III : antara minggu ke 38 kehamilan

Di usia ini, plasenta dianggap mengalami pengapuran sempurna yang bisa terlihat lebih jelas dibandingkan usia lainnya. Karena usianya sudah di atas 37 minggu, kondisi grade II dan grade III ini dianggap lebih aman dan wajar, namun tetap memerlukan pemeriksaan dokter. 

Artikel terkait: Cara mengubur ari-ari dengan benar, panduan bagi para Ayah
Gejala pengapuran plasenta

Beberapa gejala yang harus diwaspadai oleh ibu hamil antara lain:

  • Perdarahan hebat atau postpartum haemorrhage saat usia kehamilan 32 minggu atau kurang. 
  • Mengalami abruptio plasenta atau lepasnya plasenta sebelum waktunya. 
  • Mengalami plasenta previa, yaitu kondisi sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim. 
  • Beberapa ibu mengalami preeklampsia. 
  • Mengalami beberapa kondisi kehamilan berisiko, seperti tekanan darah tinggi dan sebagainya. 
Kondisi ibu hamil yang rentan

pengapuran plasenta

Kondisi ini sebetulnya bisa terjadi pada siapa saja. Namun mengingat dampaknya yang berbahaya bila terjadi sebelum minggu ke 37, ibu hamil wajib mewaspadai beberapa kondisi yang lebih rentan dialaminya. Beberapa kondisi tersebut antara lain: 

  • Ibu hamil dengan kondisi hipertensi
  • Mengalami diabetes gestasional
  • Mengidap anemia
  • Ibu dengan kehamilan pertama
  • Hamil di usia yang masih sangat muda
  • Kebiasaan merokok selama kehamilan
Artikel terkait: Waspadai Preeklampsia Pada Kehamilan
Pencegahan pengapuran plasenta

Karena lebih sering disebabkan oleh beberapa kondisi kehamilan berisiko tinggi, setiap ibu hamil sebaiknya memang sebisa mungkin memperkecil risikonya.

Selain itu, memerhatikan asupan makanan bisa menjadi hal yang penting sebagai upaya pencegahannya. Konsumsi makanan mengandung vitamin E, vitamin C, dan beta karoten juga bisa mencegah kondisi ini.

Usia kehamilan wanita juga menjadi faktor yang penting untuk mencegah kondisi ini. Sebaiknya hindari usia terlalu dini untuk menjalani program kehamilan, hingga usia yang cukup matang.

Sumber : Parenting Firstcry, Baby Center

Baca Juga : 

Mengenal Ruptured Plasenta atau Plasenta Lepas

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner