TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Rutin konsumsi gorengan bisa picu kematian dini, ini 4 langkah untuk mencegahnya!

Bacaan 4 menit
Rutin konsumsi gorengan bisa picu kematian dini, ini 4 langkah untuk mencegahnya!

Riset membuktikan bahwa mengonsumsi terlalu banyak makanan yang digoreng berbahaya, lalu bagaimana cara mengolah yang lebih sehat?

Di bulan puasa seperti sekarang ini, makanan yang digoreng dan lontong sudah menjadi makanan untuk berbuka favorit semua orang. Selain praktis, penjual gorengan dan lontong bisa ditemukan di mana-mana. Bahkan saat terpaksa membatalkan puasa di tengah perjalanan. Banyak penjual gorengan dan lontong menjajakkan dagangannya.

Gorengan ini memang selalu berhasil menggugah selera, khususnya masyarakat Indonesia yang sudah akrab dengan rasanya.

Tapi tahukah Bun, mengonsumsi makanan yang digoreng setiap hari berdampak negatif terhadap kesehatan. Masakan yang digoreng memiliki kadar lemak jenuh dan kalori yang sangat tinggi, sehingga mengonsumsinya berlebihan akan menimbulkan masalah kesehatan yang tentu merugikan Anda.

Sebagai contoh, sepotong kecil pisang goreng mengandung 119 kalori dan 0,481 g lemak jenuh. Mengonsumsi sepotong pisang goreng artinya setara dengan memakan sepiring nasi, Bun!

Artikel terkait: 4 Cara Alami Bantu Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Tubuh

Makanan yang digoreng sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari, studi membuktikan!

Rutin konsumsi gorengan bisa picu kematian dini, ini 4 langkah untuk mencegahnya!

Belum lama, studi terbaru menyebutkan bahwa rutin mengonsumsi makanan yang digoreng seperti ayam goreng dapat meningkatkan risiko kematian akibat ragam penyakit hingga 13%.

Penelitian yang diadakan di University of Iowa ini melibatkan 100 ribu wanita berusia 50-79 tahun dalam kurun waktu 18 tahun. Pemimpin studi Wei Bao menjelaskan, studi ini menguatkan penelitian sebelumnya pada 2017 yang menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan yang digoreng akan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit diabetes dan jantung.

Tim Bao melakukan penelitian ini dengan memerhatikan kebiasaan makan 107.000 wanita dari 40 klinik kesehatan di Amerika Serikat. Disini, para wanita diminta untuk melengkapi kuesioner mengenai konsumsi makanan dan porsinya yang mereka konsumsi setiap hari.

Kuesioner tersebut meliputi 122 jenis makanan, termasuk di dalamnya ayam dan ikan goreng, kentang goreng, tortilla dan taco. Selain jenis makanan, tingkat pendidikan, penghasilan, konsumsi energi dan pola diet juga menjadi aspek yang diperhitungkan dalam penelitian tersebut.

Hasilnya, ditemukan bahwa orang yang makan ayam goreng setiap hari risikonya lebih tinggi 12% untuk mengalami kematian dini karena penyakit jantung.

Rutin konsumsi gorengan bisa picu kematian dini, ini 4 langkah untuk mencegahnya!

Frying cheese ball

Sementara itu, risiko meningkat sama besarnya untuk orang yang gemar mengonsumsi ikan goreng dalam intensitas sering.

Di samping itu, mengonsumsi makanan yang digoreng 4-6 porsi seminggu akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe dua sebesar 39% dibandingkan yang jarang mengonsumsi makanan tersebut.

Melansir Healthline, makanan yang digoreng ternyata mengandung senyawa beracun yaitu Acrylamide dimana senyawa ini ditemukan dalam makanan yang dimasak pada temperatur tinggi termasuk makanan yang digoreng. Senyawa acrylamide berkonsentrasi tinggi ditemukan dalam produk kentang goreng dan makanan yang dipanggang.

Dalam penelitian terbukti senyawa ini berkontribusi terhadap penyakit berbahaya seperti gangguan ginjal, endometriosis dan kanker ovarium.

Artikel terkait: 15 Cara Turunkan Kolesterol Tinggi dalam Tubuh, Tak Perlu Konsumsi Obat

Makanan yang digoreng bikin ketagihan, siasati dengan cara menyehatkan ini

Tak bisa dipungkiri, menjauhi makanan yang digoreng sulit untuk dilakukan. Apalagi cara ini memang sudah digunakan sejak lama. Jangan khawatir, Bunda bisa tetap makan masakan yang digoreng melalui cara menyehatkan berikut ini.

Minyak sehat untuk menggoreng

1. Pilih minyak yang tepat

Menggoreng makanan akan lebih menyehatkan jika Bunda memilih jenis minyak yang tepat. Minyak kelapa, minyak zaitun dan minyak alpukat adalah jenis minyak terbaik yang bisa menjadi pilihan.

“Mereka adalah pilihan paling sehat karena mengandung lemak yang menyehatkan,” ungkap Leah Cahill, PhD asisten profesor di Dalhousie University, Kanada. Selain itu, minyak zaitunn juga mengandung asam lemak omega tiga yang menyehatkan yang membuat kualitasnya tetap stabil saat dimasak dalam temperatur tinggi.

#2 : Hindari daur ulang minyak

Dengan dalih lebih hemat, menggunakan minyak berulang masih menjadi pilihan banyak orang. Idealnya, makanan sebaiknya digoreng dengan minyak baru dan segar. Setelah selesai menggoreng, gunakan handuk kertas untuk menyerap sisa minyak yang berlebihan.

Artikel terkait: 3 Resep Kentang Goreng Hingga Stik Kentang Keju Favorit Si Kecil!

#3 : Jangan menggoreng terlalu lama

Untuk mengurangi kadar senyawa berbahaya, jangan biarkan makanan digoreng hingga terlalu kecokelatan Bun. Metode ini akan menyingkirkan senyawa acrylamide yang berbahaya.

Sebelum menggoreng akan lebih baik jika Anda menyimpan bahan makanan dalam suhu ruangan daripada lemari pendingin. Menaruhnya di lemari pendingin akan menimbun gula untuk memproduksi senyawa berbahaya.

#4 : Gunakan metode lain

Sebenarnya ada banyak cara Bun untuk membuat makanan tetap lezat tanpa digoreng, misalnya dengan memanggangnya di oven. Metode ini akan membuat makanan tetap renyah tanpa harus menggunakan minyak.

Untuk mendapatkan makanan tetap renyah, campurkan potongan ayam dalam putih telur lalu gulung dalam remah roti. Selanjutnya Anda bisa mengoleskan minyak zaitun, dimana akan membuat ayam tetap renyah walaupun hanya menggunakan sedikit minyak.

Nah, Bunda sudah siap mencobanya di rumah? Dengan cara yang tepat, makanan yang digoreng tak harus ditinggalkan.

Referensi : CNN, WebMD

Baca juga :

Bosan dengan pisang goreng biasa? Coba 5 resep olahan pisang lezat berikut ini

Rekomendasi 7 Daftar Jus yang Baik dan Bagus Dikonsumsi oleh Bumil!

Bolehkah ibu hamil makan pete? Ini manfaat dan efek sampingnya

Cerita mitra kami
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Cara Memastikan Asupan Gula untuk Anak Tidak Berlebihan
Ini Cara Memastikan Asupan Gula untuk Anak Tidak Berlebihan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Erinintyani Shabrina Ramadhini

Diedit oleh:

Tiara Iraqhia

  • Halaman Depan
  • /
  • Makanan & Minuman
  • /
  • Rutin konsumsi gorengan bisa picu kematian dini, ini 4 langkah untuk mencegahnya!
Bagikan:
  • 10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

    10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

  • 20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

    20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

  • 40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

    40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

  • 10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

    10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

  • 20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

    20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

  • 40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

    40 Resep Menu Masakan Sehari-hari agar Tidak Bosan untuk Keluarga

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti