Jamu untuk ibu hamil belum tentu aman dikonsumsi, catat risikonya Bun!

lead image

Bila tidak bijak dan jeli mengonsumsi jamu untuk ibu hamil, bukan tidak mungkin ada risiko yang bisa dirasakan. Berikut ulasannya.

Bun, masih gemar minum jamu saat hamil? Atau masih bertanya-tanya apakah jamu untuk ibu hamil aman dikonsumsi? Daripada ragu, bagimana kalau membaca ulasan berikut ini lebih dulu. Harapannya, kekhawatiran Bunda bisa hilang.

Seperti yang kita ketahui, jamu merupakan minuman tradisional yang dipercaya sebagai obat alternatif untuk penyakit ringan. Sebut saja masuk angin, batuk ataupun pilek. Bahkan, tak hanya sebagai obat alternatif, tidak sedikit masyarakat yang percaya kalau minuman tradisional ini juga berfungsi  sebagai penguat sistem kekebalan tubuh.

Meskipun demikian, banyak profesional medis yang tidak merekomendasikan jamu untuk ibu hamil, karena keamanannya belum memang belum ditetapkan melalui penelitian ilmiah.

Tenaga medis juga banyak yang menyarankan sebaiknya bumil tidak mengonsumsi jamu kemasan karena tidak mengetahui bahan sintetis apa yang digunakan dalam proses pembuatannya.

Belum lagi jika mengingat sebagian besar merek jamu kemasan yang beredar di pasaran, belum terdaftar dalam Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga bumil tidak tahu efek samping serta risikonya.

Risiko jamu untuk ibu hamil yang mungkin terjadi

minyak kayu putih untuk bayi

Menurut American Pregnancy, meskipun jamu berasal dari bahan-bahan alami, tidak semua jamu aman dikonsumsi selama kehamilan. Sementara, Food and Drug Administration (FDA) mendesak agar ibu hamil tidak mengonsumsi produk herbal (termasuk jamu), tanpa konsultasi lebih dulu dengan profesional yang berpengalaman, dalam hal ini tentu saja dokter kandungan.

Penting untuk diketahui, beberapa zat dalam bahan herbal justru mengandung zat-zat aktif yang bisa memicu keguguran, kelahiran prematur, kontraksi rahim, dan cidera pada janin. Bahkan beberapa penelitian membuktikan bahwa tidak semua tanaman obat atau herbal – yang umumnya jadi bahan dasar pembuat jamu – aman untuk dikonsumsi.

Tapi tenang saja, jika di antara bumil memang senang menikmati secangkir jamu, hal ini tetap bisa dilakukan, kok. Asalkan, pastikan lebih dulu apakah jamu tersebut berasal dari tumbuhan alami dan sudah terbukti khasiatnya. Akan lebih bijak jika bumil tetap konsultasikan lebih dahulu dengan dokter.

Jamu untuk ibu hamil yang aman dikonsumsi

jamu untuk ibu hamil

Dikutip dari American Pregnancy, ada beberapa jamu dari tanaman herbal yang bermanfaat untuk kehamilan.

1. Daun Raspberry merah (Red Raspberry Leaf ): Daun ini kaya akan zat besi, dan membantu mengencangkan rahim, meningkatkan produksi susu, mengurangi mual, dan meredakan nyeri persalinan.

Beberapa penelitian bahkan melaporkan bahwa menggunakan daun raspberry merah selama kehamilan dapat mengurangi komplikasi dan penggunaan intervensi selama kelahiran.

2. Daun pappermint: Membantu meredakan mual dan perut kembung

3. Akar jahe: Membantu meredakan mual dan muntah

4. Chamomile: Kaya akan antioksidan dan membantu membuat tubuh rileks, sehingga membantu meringankan stres dan kecemasan.

5. Bawang putih: Bawang putih mengandung banyak mineral dan vitamin yang dapat mencegah infeksi. Bawang putih juga diketahui dapat menaikkan imun sistem dan membantu melancarkan pencernaan.

6. Kunyit: Kunyit dapat membantu melancarkan peredaran darah, menaikkan sirkulasi darah dan menaikkan energi tubuh.

Jamu untuk ibu hamil yang perlu dihindari

American Pregnancy kembali mengingatkan beberapa bahan jamu seperti kencur, rosemary, dan gingseng sebenarnya berdampak buruk jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Diketahui, teh herbal yang diramu dengan daun raspberry atau rosemary ternyata bisa memicu terjadinya kontraksi ataupun pendarahan kehamilan.

Namun, bila bahan tersebut hanya menjadi penambah rasa pada beberapa makanan sebenarnya tidak akan menimbulkan efek samping yang buruk.

Tips mengonsumsi jamu untuk ibu hamil

Jamu untuk ibu hamil belum tentu aman dikonsumsi, catat risikonya Bun!

Berikut adalah daftar tips keamanan saat mengkonsumsi jamu selama kehamilan.

  • Batasi dosis dan konsumsi jamu
  • Jangan gabungkan terlalu banyak bahan herbal sekaligus
  • Gunakan bahan herbal yang berbeda pada waktu yang berbeda selama kehamilan
  • Selalu ikuti instruksi dokter tentang konsumsi herbal

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang manfaat kesehatan herbal selama kehamilan, silakan hubungi dokter kandungan dan diskusikan secara rinci tentang rasa khawatir atau keraguan Bunda

Ketika mengonsumsi jamu, namun merasakan sakit atau efek samping yang dirasakan, segeralah berhenti mengonsumsinya. Biar bagaimana pun, masa kehamilan Bunda tentu saja perlu memerhatikan makanan atau minuman yang diasup karena akan memengaruhi tumbuh kembang janin.

Bunda tentu ingin janin tumbuh sehat bukan?

 

Referensi: American Pregnancy, Parenting firstcry

 

Baca juga:

5 Resep jamu setelah melahirkan agar badan balik singset, mana favorit Bunda?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner