Susah hamil kedua? Mungkin disebabkan 4 faktor ini

lead image

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang alami infertilitas sekunder. Apa saja?

Jika sudah merencanakan untuk program hamil ke-2, namun ternyata sulit, bisa jadi Parents mengalami infertilitas sekunder.

dr. Sigit Solichin SpU dari RSIA Bunda, Menteng, Jakarta, menjelaskan bahwa jika ada pasangan suami istri yang tengah merencanakan kehamilan anak kedua namun sulit untuk didapatkan, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa pasangan suami istri tersebut mengalami infertilitas sekunder.

Kondisi infestilitas sekunder ini bahkan bisa dialami pasangan sehat yang sebelumnya tidak mengalami gangguan reproduski. Bahkan, Dr. Anthony Luciano, ahli kandungan dari Center for Fertility and Reproductive Endocrinology, New Britain General Hospital, Connecticut, AS, 60% ibu yang sudah pernah memiliki anak bisa alami infertilitas sekunder.

Namun, dr. Sigit Solichin SpU menegaskan untuk memastikan apakah memang pasangan suami isti mengalami infertilitas sekunder atau tidak, tentu saja memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari dokter kandungan.

Ia mengatakan, bahwa ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang alami infertilitas sekunder. Apa saja?

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2018/11/infertilitas sekunder 1024x683.jpg Susah hamil kedua? Mungkin disebabkan 4 faktor ini

  • Kondisi saat seseorang yang sebelumnya pernah hamil dan mengalami kesulitan hamil kembali selama lebih dari 12 bulan walaupun telah melakukan senggama rutin. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh faktor usia. Umumnya memang dialami pada pasangan yang sudah melewati usia reproduktif, atau di atas 35 tahun.
  • Sel telur perempuan yang sudah melewati di atas 35 tahun tentu sudah berkurang, hal inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya infertilitas sekunder.
  • Sementara untuk pria, tentu saja punya andil cukup besar. Seperti yang dikatakan dr. Sigit bahwa 50 % faktor infertilitas berasal dari pihak suami. Seiring bertambahnya usia, kondisi kualitas sperma bisa saja mengalami perubahan. 
    Biasanya, ketika memasuki usia kepala 4, masalah ini bisa terjadi. Namun dengan tingkat stres dan pola hidup tidak sehat, masalah ini bisa terjadi lebih dini.
  • Ternyata salah satu penyebab pasangan suami istri sulit mendapatkan anak kedua atau ketiga, dipengaruhi kualitas hubungan seksual. dr. Sigit menyarankan agar pasangan yang merencanakan kehamilan harus memerhatikan kondisi kualitas sperma. Oleh karena itu, ia mengatakan sebaiknya pasangan suami istri tidak perlu melakukan hubungan intim setiap hari. Idealnya hubungan seksual dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu, dengan rentang waktu ini dianggap cukup longgar karena bisa meningkatkan kualitas sperma menjadi lebih baik.

Apa yang bisa dilakukan ketika merencanakan anak kedua?

dr. Singit menegaskan untuk memastikan apakah pasangan suami istri mengalami infertilas sekunder, tentu saja perlu dilakukan pemeriksaan mendalam.

Selain itu, hal yang tidak boleh dilupakan tentu saja dengan cara menjaga pola hidup yang sehat. Tak hanya menjaga atau memastikan asupan makanan bernutrisi, jangan lupa untuk olahraga rutin dan menghindari kebiasaan merokok.

 

Baca juga:

Kapan gejala kehamilan muncul setelah berhubungan?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.