TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Belum kunjung hamil, haruskah Bunda melakukan tes kesuburan lewat HSG?

Bacaan 4 menit
Belum kunjung hamil, haruskah Bunda melakukan tes kesuburan lewat HSG?

Untuk memastikan apakah saluran tuba Anda sehat, tidak ada salahnya untuk melakukan tes HSG.

Ada banyak hal yang menyebabkan pasangan suami istri sulit mendapatkan momongan. Salah satunya dikarenakan faktor ketidaksuburan. Untuk memastikannya, para perempuan bisa melakukan pemeriksaan histerosalpingografi atau tes HSG.

Apa itu tes HSG?

Sebelum membahas lebih jauh mengenai tes HSG, penting untuk diingat bahwa ketidaksuburan tentu saja bisa terjadi pada perempuan atau pun laki-laki.

Oleh karena itu pasangan suami istri yang telah melakukan aktivitas seksual secara rutin tanpa menggunakan kontrasepsi namun dalam kurun waktu satu tahun belum juga dikarunia momongan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi kesuburan.

dikatakan dr Yassin Yanuar MIB, SpOG, MSc dari Rumah Sakit Pondok Indah, WHO pernah mirilis data kalau 1  dari 4 pasangan di negara berkembang mengalami infertilitas. Gangguan kesuburan ini tentu saja bisa terjadi pada siapa pun.

Untuk memastikan apakah seorang perempuan mengalami gangguan kesuburan, pada umumnya dokter kandungan akan menyarankan untuk melakukan tes HSG.  HSG ini sering dilakukan untuk membantu dokter kandungan mencari tahu penyebab infertilitas dengan melihat melihat struktur rahim dan tuba falopi Anda melalui X-ray.

Ahli radiologi dapat melihat video saat bergerak melalui sistem reproduksi, melalui rahim dan tuba fallopi. Mereka kemudian dapat melihat apakah seorang perempuan memiliki penyumbatan di tuba falopi atau kelainan struktural lainnya di rahim.

Bila kondisi itu terjadi, sperma akan sulit bertemu sel telur dan menyebabkan susah hamil. Penyebab lain infertilitas yang dapat terlihat oleh tes HSG ialah:

  • kelainan struktural dalam rahim, yang mungkin bawaan (genetik) atau didapat
  • penyumbatan tuba falopii
  • jaringan parut di uterus
  • fibroid rahim
  • tumor atau polip uterus

Artikel terkait: USG 4 Dimensi, wajibkah dilakukan ibu hamil? Ini penjelasan ahli kandungan

tes hsg

Apa yang perlu disiapkan untuk tes HSG?

Tes HSG ini akan dijadwalkan beberapa hari hingga satu minggu setelah periode menstruasi, sebelum masa subur. Selain itu, saat melakukan pemeriksaan, aktivitas sekual juga tidak boleh dilakukan lebih dulu.  Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi pembuahan dan membantu menurunkan risiko infeksi.

Perlu diingat, tes HSG bisa berbahaya bagi janin. Selain itu, Anda sebaiknya tidak melakukan tes ini jika memiliki penyakit radang panggul (PID) atau pendarahan vagina yang tidak dapat dijelaskan.

Beberapa perempuan merasa tes ini menyakitkan, jadi dokter mungkin akan meresepkan obat penghilang rasa sakit. Obat ini harus diminum sekitar satu jam sebelum prosedur yang dijadwalkan.

Dokter juga mungkin meresepkan obat penenang untuk membantu Anda rileks jika gugup tentang prosedur ini. Dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk dikonsumsi sebelum atau sesudah tes untuk membantu mencegah infeksi.

tes hsg

Prosedur tes HSG

Tes X-ray ini menggunakan pewarna kontras. Pewarna kontras adalah zat yang saat ‘ditelan’ atau disuntikkan akan membantu menyoroti organ atau jaringan tertentu dari orang-orang di sekitarnya. Nantinya zat ini akan dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Penting untuk memberi tahu dokter Anda jika memiliki reaksi alergi terhadap barium atau pewarna kontras.

Saat melakukan prosedur tes HSG, disarankan untuk melepaskan aksesoris yang berbahan logam, karena logam dapat mengganggu mesin sinar-X. 

Dikutip dari radiology info, prosedurnya pemeriksaan ini pada dasarnya seperti pemeriksaan ginekologis. Pasien diposisikan telentang di meja pemeriksaan, dengan lutut ditekuk atau kakinya diangkat dan cairan dimasukkan ke dalam vagina.

Serviks kemudian dibersihkan, dan kateter dimasukkan ke dalam serviks. Spekulum diangkat dan pasien dengan hati-hati diposisikan di bawah kamera fluoroskopi. Bahan kontras kemudian mulai mengisi rongga rahim, saluran tuba dan rongga peritoneum melalui kateter dan gambar fluoroskopi diambil.

Dalam beberapa kasus, jika kelainan tertentu ditemukan, pasien akan diminta untuk beristirahat dan menunggu hingga 30 menit sehingga gambar yang tertunda dapat diperoleh. Gambar yang tertunda ini dapat memberikan petunjuk kondisi pasien. 

Ketika prosedur selesai, kateter akan dilepas dan pasien akan diizinkan untuk duduk. Anda mungkin diminta untuk menunggu sampai ahli radiologi menentukan bahwa semua gambar yang diperlukan telah diperoleh. Proses hysterosalpingogram ini biasanya hanya membutuhkan waktu selama 30 menit.

Artikel terkait: USG kehamilan tak selamanya akurat, ini 4 kesalahan yang kerap dilakukan dokter

tes hsg

Manfaat dan risiko tes HSG

Manfaat

Histerosalpingografi merupakan prosedur invasif minimal dengan komplikasi yang jarang terjadi. Prosedurnya pun relatif singkat, sehingga bisa memberikan informasi tentang berbagai kelainan yang menyebabkan infertilitas atau masalah lainnya. 

Tes ini kadang-kadang dapat membuka tuba falopi yang tersumbat yang memungkinkan pasien untuk hamil. 

Risiko

Meskipun komplikasi dari prosedur HSG sangat jarang terjadi, namun ada beberapa risiko yang bisa terjadi. Misalnya terjadinya reaksi alergi terhadap zat kontras, infeksi endometrium atau tuba falopi atau cedera uterus (rahim) seperti perforasi

tes hsg

 

Jika terjadi kondisi peradangan kronis, infeksi panggul atau penyakit menular seksual yang tidak diobati, pastikan untuk memberi tahu dokter sebelum prosedur untuk menghindari memburuknya infeksi.

Cerita mitra kami
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
6 Cara Meredakan Mual saat Hamil yang Bisa Dicoba Ibu di Rumah
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
Skincare Aman untuk Ibu Hamil, Pastikan Tidak Mengandung 4 Bahan Berbahaya Ini!
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
17 Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
Ingin Berpuasa Saat Hamil?  Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)
Ingin Berpuasa Saat Hamil? Ini Asupan Bernutrisi yang Penting untuk Dipenuhi (Lengkap dengan Menu Sahur dan Berbuka!)

Setelah menjalani tes HSG dan mengetahui hasilnya, pemeriksaan dengan dokter kandungan tentu saja perlu dilakukan kembali untuk mengetahui langkah terbaik yang perlu dilakukan dalam rangka menjalankan program hamil. 

 

Referensi: Healthline, Radiology info, American Collage of Obstetricians and Gtnecologists

 

Baca juga: 

Jenis-jenis USG dan Kegunaannya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Fadhila Afifah

Diedit oleh:

Adisty Titania

  • Halaman Depan
  • /
  • Kehamilan
  • /
  • Belum kunjung hamil, haruskah Bunda melakukan tes kesuburan lewat HSG?
Bagikan:
  • 20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

    20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

  • 20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

    20 Manfaat Alpukat untuk Ibu Hamil, Bagus untuk Perkembangan Otak Janin!

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

    Apakah Menyusui Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya, Bun!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti