TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Dibilangin, kok, Malah Ketawa! Ini 4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Bacaan 6 menit
Dibilangin, kok, Malah Ketawa! Ini 4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Ada baiknya orang tua juga harus introspeksi sebelum mencari tahu cara mengatasi anak ngeyel.

Dinasihati bukannya mendengarkan dengan baik, si kecil malah cengengesan. Ngeyel banget! Keki rasanya, ya, Bunda, menghadapi anak yang seperti ini. Simak penjelasan pakar perkembangan dan pengasuhan anak Claire Lerner, LCSW-C melansir laman Psychology Today tentang bagaimana cara mengatasi anak ngeyel.

4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Apakah Anak Mendengar Perkataan Anda?

Dibilangin, kok, Malah Ketawa! Ini 4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Image: Pexels

Ini pertanyaan yang kerap terlintas di pikiran orang tua saat anaknya bersikap ngeyel ketika dinasihati atau dikoreksi: “Sebenarnya anak mendengarkan dan mengerti perkataan saya atau tidak, ya?” Ya, anak mendengarkan Anda!

“Tapi mengapa ia malah tertawa atau bersikap ngeyel? Apakah ada yang salah dengannya –seperti sosiopat, mungkin?” Tidak, mereka bukan sosiopat.

Ada beberapa poin penting yang ditegaskan Claire mengenai reaksi ngeyel anak. Yaitu:

  • Saat anak menghindari situasi yang membuat dirinya tidak nyaman, seperti dikoreksi atau dinasihati, ia akan tertawa, menghindari kontak mata atau melarikan diri. Reaksi spontan itu normal.
  • Tertawa atau menghindari kontak mata bukan tanda anak tidak memiliki empati. Sebaliknya, saat itu mereka sedang dibanjiri emosi yang sulit mereka kendalikan. Di sisi lain, mereka belum memiliki keterampilan bagaimana menunjukkan emosinya.
  • Merespons reaksi anak dengan berlebihan akan membuat dirinya semakin malu dan menghindari Anda.

Berikut ini penjelasan cara mengatasi anak ngeyel secara mendalam seperti melansir Psychology Today.

Artikel terkait: Bunda, ini 14 cara jitu cara menghadapi anak nakal dan banyak ulah

Apa yang Menyebabkan Anak Tertawa Saat Dimarahi?

cara mengatasi anak ngeyel

Image: Unsplash

Ketika Anda sedang menasihati, mengoreksi, atau memarahinya karena perilakunya yang tidak baik, anak malah tertawa. Sikapnya itu membuat Parents khawatir dan merasa gagal sebagai orang tua, karena ia tampak tidak merasa bersalah atas perilaku buruknya dan justru bersenang-senang untuk hal itu.

Parents, menurut Claire, respons tertawa yang ditunjukkan anak itu adalah sebuah tindakan penolakannya untuk melakukan kontak mata dengan Anda. Itu sikap atau perilaku bahwa ia sedang melarikan diri atau mengelak dari nasihat/koreksi/amarah Anda.

Di sisi lain, banyak orang tua menganggap sikap tertawa anaknya sebagai ketidakpeduliaannya terhadap Anda dan tidak adanya empati kepada orang yang disakitinya (tanda sosiopat pemula).

Kata Claire, yang harus mengoreksi dirinya terlebih dahulu adalah orang tua. Orang dewasa –dalam hal ini orang tua- beranggapan demikian karena mereka memang cenderung menafsirkan perilaku anak dengan kacamata logikanya, bukan dari sudut pandang anak. Makanya enggak nyambung, karena memang logika orang dewasa dengan perilaku anak-anak tidak bisa dihubungkan. Jadi, cobalah untuk melihat perilaku anak dari sudut pandangnya.

Mekanisme Koping

cara mengatasi anak ngeyel

Image: Unsplash

Respons mengelak itu bukan berarti anak tidak memiliki empati atau perasaan. Banyak anak, terutama mereka yang sifatnya sangat sensitif (highly sensitive/HS), menerima arahan/nasihat orang tuanya sebagai dakwaan/tuduhan (lebih bersifat negatif bukan positif).

Sikap tertawa, membalikkan tubuh, pergi meninggalkan Anda atau menutup telinganya itu bagian dari mekanisme koping. Itu bentuk respons perlindungan dirinya dari sesuatu yang mengancam ketenteramannya, serta cara meluapkan emosi yang sulit untuk diaplikasikannya dalam tindakan.

Secara kognitif mereka tahu bahwa mereka salah, tetapi keterampilan mereka dalam mengatasi kesalahannya belum terbentuk sempurna. Ditambah perasaannya yang sensitif tadi di mana ia menerima nasihat Anda sebagai sebuah serangan, maka ia bersikap ngeyel.

Jadi Anda sudah paham, ya, kalau sikap ngeyelnya terhadap Anda bukan sesuatu yang disengaja. Untuk Bunda ketahui, anak juga lelah, kok, menghadapi diri mereka yang seperti itu.

Artikel terkait: 10 Alasan Dibalik Perilaku Anak yang Terlihat Nakal

Orang Tua Harus Introspeksi Sebelum Cari Tahu Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Dibilangin, kok, Malah Ketawa! Ini 4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Image: Unsplash

Sebelum Parents lelah mencari cara mengatasi anak ngeyel, coba introspeksi diri Anda terlebih dulu. Saat menegur anak, bagaimana cara Anda melakukannya? Apakah reaksi Anda cenderung keras, menggunakan kata-kata yang mempermalukannya atau sampai memberinya hukuman?

Bisa jadi, reaksi Anda yang berlebihan atau cenderung keras itulah sebenarnya yang membuat ia semakin merasa malu, tidak nyaman, dan bersikap tidak terkendali. Ketika otak anak dibanjiri emosi, mereka tidak bisa berpikir jernih, sehingga nasihat baik apa pun yang keluar dari mulut Anda tidak akan bisa diterimanya dengan baik.

Cara Mengatasi Anak Ngeyel

cara mengatasi anak ngeyel

Image: Unsplash

Jangan panik atau stres dulu jika anak tidak mau mendengarkan Anda, Parents. Lakukan ini dulu sebagai cara mengatasi anak ngeyel!

  1. Abaikan saja. Jika anak tertawa, menjulurkan lidah atau menutupi telinganya, abaikan saja. Beri tahu dia untuk berhenti melakukannya. Bertanya mengapa dia melakukan ini hanya akan membuat ia semakin mempertahankan aksinya.
  2. Beri pelukan. Pada dasarnya, anak juga tidak tahu mengapa ia bereaksi seperti itu. Jika anak Anda berpaling dari Anda, jangan memaksanya melakukan kontak mata dengan Anda. Akan lebih baik jika Anda memeluknya dengan penuh kasih dan katakan sesuatu seperti: “Bunda tahu, kamu tidak suka ketika Bunda menyuruhmu mengoreksi perilakumu.”
  3. Diskusikan saat anak tenang. Sebagai orang dewasa, orang tua lebih mampu menggunakan logikanya untuk memperbaiki atau mengatasi perilakunya yang menjengkelkan. Berbeda dengan anak. Ketika mereka sedang kesal atau emosional, otaknya sulit untuk berpikir dan bernalar. Jadi, tunggu sampai anak tenang agar ajaran Anda lebih mudah diterimanya dan ia mampu melakukan refleksi diri.
  4. Katakan maksud Anda dengan baik. “Tadi Bunda memintamu bersikap lembut saat meletakkan gelasmu di atas meja kaca, karena jika tidak gelas itu bisa saja pecah.” Setelah itu beri jeda agar anak dapat merespons pernyataan Anda. “Tapi kamu keburu kesal dan menganggap Bunda memarahimu. Padahal Bunda, kan, tidak ada maksud seperti itu.” Mengulang kembali kisah tadi tanpa menghakimi atau mempermalukan anak akan mengurangi sikap defensifnya, sehingga anak Anda merasa aman dan nyaman. Tujuan dari tahapan ini adalah agar anak dapat bertanggung jawab atas perilakunya dan membuat keputusan positif.

Artikel terkait: Sering memarahi anak di depan umum? Waspadai bahayanya, Parents

Bagaimana Membuat Anak Mengatakan Maaf?

Dibilangin, kok, Malah Ketawa! Ini 4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel

Image: Unsplash

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Jangan memaksa anak meminta maaf, Bunda, tetapi ajarkan ia bagaimana berinisiatif meminta maaf jika berbuat salah.

Minta maaf bukan hal yang bisa Anda paksakan kepada anak. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja kadang sulit melakukannya. Jika Anda memaksanya, itu membuat ia berada dalam posisi “si penjahat” dan ia akan semakin menolak melakukannya. Banyak juga, lo, anak yang meminta maaf karena disuruh/dipaksa melakukannya tanpa tahu apa artinya.

Alih-alih memaksanya, lakukan hal ini kepada anak:

  1. Berikan pengertian tentang bagaimana tindakannya dapat memengaruhi orang lain.
  2. Jelaskan kepada anak bahwa bersikap tidak baik tidak hanya menyakiti temannya, tetapi juga membuat temannya merasa tidak nyaman berada di dekatnya.
  3. Jelaskan bahwa meminta maaf bukan tanda ia kalah atau bersalah, tetapi lebih kepada agar temannya merasa lebih baik dan bahagia. Dan ketika temannya merasa bahagia, ia juga pasti akan ikut merasa bahagia.

Nah, mulai sekarang Parents tidak usah marah-marah lagi kalau anak terkesan ngeyel. Tunggu saja sampai hatinya tenang untuk kemudian mengutarakan maksud Anda. Budi baik yang Anda tanamkan sejak kecil, pasti ia ingat. Hanya saja ia memang belum terampil dalam mengendalikan emosinya. Semangat!

Baca juga:

Anak Keras Kepala dan Suka Melawan? Kenali Penyebab Beserta Cara Mendidiknya

Jangan Panik! Ini 5 Cara Atasi Anak Tantrum di Tempat Umum

Balita Kasar dan Suka Memukul Anak yang Lebih Kecil, Salah Siapa?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Ester Sondang

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Dibilangin, kok, Malah Ketawa! Ini 4 Cara Mengatasi Anak Ngeyel
Bagikan:
  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • 30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

    30 Ucapan Hari Imlek 2026, Tahunnya Kuda Api yang Penuh Perubahan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti