Bunda, 11 hal ini ternyata menjadi penyebab batuk pada bayi

Bunda, 11 hal ini ternyata menjadi penyebab batuk pada bayi

Gejala-gejala yang diperlihatkan bayi dapat membantu Anda menemukan penyebab batuk.

Batuk pada bayi jika sesekali mungkin tidak akan mengganggu. Tetapi jika bayi batuk terus menerus selama berhari-hari, hal itu pasti mengkhawatirkan. Bayi tidak akan bisa tidur atau makan, bahkan mereka bisa kehabisan napas.

Anda pasti ingin membantu menyembuhkannya dengan cara apa pun, tetapi mungkin belum tahu apa yang harus dilakukan. Kami membagikan beberapa hal tentang alasanbatuk pada bayi dan penyebabnya.

Mengapa terjadi batuk pada bayi?

batuk pada bayi

Batuk adalah refleks pelindung alami tubuh untuk menyingkirkan penghalang saluran udara. Batuk membantu membersihkan zat berbahaya seperti debu atau partikel makanan yang masuk secara tidak sengaja.

Ini juga membantu membuang kelebihan sekresi dari sistem pernapasan, seperti dahak. Ketika ada sekresi, maka disebut sebagai batuk basah. Kalau tidak, disebut batuk kering.

Gejala-gejala yang diperlihatkan bayi Anda dapat membantu menentukan penyebab batuk. Berikut adalah 11 penyebab utamabatuk pada bayi dan balita.

1. Batuk pilek

Biasanya dimulai dari batuk basah, kemudian saat bayi membaik menjadi batuk kering. Biasanya, batuk karena pilek dapat bertahan hingga dua bulan setelah bayi sembuh kondisinya.

2. Batuk rejan

Batuk jenis ini sangat mengganggu karena suara nafas yang aneh dan terdengar seperti teriakan. Batuknya intens dan cukup berbeda dari batuk lain.

Bakteri Bordetella pertusis adalah penyebab batuk rejan, yang dapat berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan. Produksi racun oleh bakteri dapat mengiritasi saluran udara dan menyebabkan batuk terus-menerus.

3. Croup

Batuk croup terdengar seperti menggonggong, hampir mirip dengan suara anjing laut. Ada beberapa jenis croup termasuk viral croup, bacterial croup, dan spasmodic croup. Croup biasanya turun dalam waktu seminggu, dan dapat lebih cepat sembuh jika Anda memulai perawatan sejak dini.

4. Infeksi paru-paru atau sinus

Infeksi paru-paru mengarah pada pembentukan dahak di paru-paru, menyebabkan batuk basah. Infeksi sinus juga mengakibatkan batuk basah ketika cairan yang terinfeksi dari sinus didorong ke tenggorokan.

Infeksi paru-paru yang umum bagi bayi dan balita adalah bronchiolitis, di mana saluran udara kecil di dalam paru-paru, yang disebut bronchioles, terinfeksi. Penyebab paling umum dari bronchiolitis adalah virus pernapasan syncytial (RSV).

5. Alergi

Batuk karena alergi biasanya kering dengan sangat sedikit dahak. Bayi akan menampilkan gejala alergi lainnya seperti pembengkakan rongga hidung, otot tenggorokan, wajah, dll.

Penyebab umum batuk ini adalah rinitis alergi, yang terjadi ketika bayi menghirup udara dari debu, tungau debu, jamur, atau bulu hewan peliharaan.

batuk pada bayi

6. Asma

Batuk asma biasanya terjadi pada malam hari. Asma adalah kondisi genetik yang timbul karena beberapa pemicu, termasuk alergen seperti debu, bahan kimia, stres, dan bahkan cuaca dingin.

Karena tidak ada obatnya, kondisi ini bisa berlangsung seumur hidup. Namun, batuk ini dapat mudah disembuhkan dengan obat dan menghindari pemicunya.

7. Gastroesophageal reflux

Batuk karena Gastroesophageal reflux ini akan basah, tetapi tidak mengandung dahak atau lendir. Sebagai gantinya, bayi akan mengeluarkan sejumlah kecil isi perut, seperti susu, ketika mereka batuk.

Batuk ini terjadi ketika asam lambung didorong ke kerongkongan,dan mencapai tenggorokan. Bayi dengan penyakit gastroesophageal (GERD) akan menunjukkan gejala lain seperti sendawa basah, cegukan basah, dan lengkung punggung.

8. Cystic fibrosis

Ini merupakan batuk kering atau basah yang menetap. Batuk ini dapat mengeluarkan banyak lendir dari paru-paru. Cystic fibrosis (CF) adalah penyakit genetik yang menyebabkan pembentukan lendir tebal di paru-paru, dimana tubuh tidak dapat membersihkannya.

Lendir menjadi tempat berkembang biak bagi bakteri, sehingga anak rentan terhadap infeksi paru-paru. CF tidak memiliki obat, tetapi obat modern membantu orang-orang dengan CF untuk menjalani kehidupan normal tanpa hambatan.

9. Aspirasi

Ini adalah ledakan tiba-tiba dari batuk yang biasanya terjadi saat makan dan minum. Dalam kasus seperti itu, bayi atau batita akan batuk dan muntah. Risikonya biasanya lebih tinggi ketika makan makanan padat yang tersangkut di dalam saluran udara, dan tidak dapat dibuang dengan mudah seperti cairan.

Bayi dapat mengalami aspirasi jika mereka memasukkan benda asing, seperti mainan kecil, di mulut mereka, yang juga dapat menyebabkan tersedak.

batuk pada bayi

10. Jantung dan pernafasan kongenital

Batuk kering bisa menjadi gejala kondisi penyakit jantung, sementara batuk basah biasanya adalah hasil dari masalah pernapasan. Dalam kedua kasus tersebut, bayi akan menunjukkan gejala lain seperti kelelahan dan nafsu makan berkurang.

Batuk seringkali bisa menjadi indikator gagal jantung dalam kasus anak-anak dengan cacat jantung, sehingga membuatnya menjadi darurat medis.

11. Batuk biasa

Ini adalah batuk kering biasa, tidak ada tanda-tanda tertekan atau gejala lainnya. Bayi akan sehat dan normal. Balita yang tinggal di lingkungan yang berdebu mungkin sering batuk, bahkan ketika mereka jauh dari pemicu, kecenderungan untuk batuk sering berlanjut.

Indikator batuk biasa adalah bahwa anak tidak akan batuk ketika sedang sibuk, seperti di tengah-tengah bermain. Dia juga tidak akan batuk saat tidur, dan tidak akan terganggu dengan batuk.

Parents juga perlu ingat bahwa dalam beberapa kasus, adabatuk pada bayi yang segera membutuhkan perhatian medis.

Sumber: Mom Junction

Baca juga:

Trisomi 13, sindrom langka yang terjadi sejak bayi di dalam kandungan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Kiki Pea

app info
get app banner