Waspadai Anemia Aplastik penyebab kanker, bisa terjadi pada anak-anak

Waspadai Anemia Aplastik penyebab kanker, bisa terjadi pada anak-anak

Waspadai berbagai gejala dan penyebabnya!

Berbicara mengenai anemia, terdapat berbagai jenisnya yang patut diwaspadai, salah satunya anemia aplastik. Kondisi ini terjadi saat tubuh kita berhenti memproduksi sel darah baru yang cukup.

Kondisi ini termasuk langka akibat kelainan pada sumsum tulang. Ini berakibat pada tidak dihasilkannya sel darah, seperti sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau sekaligus ketiganya.

Seperti anemia pada umumnya, jenis ini bisa juga membahayakan. Khusus anemia aplastik ini, risiko infeksi yang lebih tinggi dan perdarahan tidak terkendali lebih mungkin terjadi sehingga sangat membahayakan bahkan bisa sampai menyebabkan kanker, Parents.

Jenis Anemia Aplastik

anemia aplastik

Tak memandang usia, anemia ini bisa terjadi pada tua maupun muda, baik laki-laki maupun perempuan, dalam kondisi normal atau sedang hamil. Namun, diketahui kondisi ini lebih mungkin terjadi pada orang-orang di akhir remaja menjelang dewasa, awal 20-an, dan orang tua.

Artikel terkait : Mencegah anemia pada ibu hamil, lakukan 5 cara sederhana berikut ini

Selain itu, kondisi ini lebih umum terjadi di negara-negara berkembang. Terdapat dua jenis anemia ini, yaitu:

Acquired aplastic anemia

Kondisi anemia ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang biasa dipicu oleh sistem kekebalan tubuh. Beberapa penyebab yang dikaitkan, seperti:

  • Virus seperti HIV atau Epstein-Barr
  • Obat-obatan tertentu
  • Bahan kimia beracun
  • Pengobatan radiasi atau kemoterapi untuk kanker

Inherited aplastic anemia

Ada juga jenis anemia aplastik yang terjadi karena bawaan dari riwayat keluarga. Kondisi ini umumnya lebih sering terjadi pada anak maupun remaja.

Waspada Parents, penderita anemia jenis ini akan lebih berisiko mengalami kanker darah atau leukemia.

Gejala

anemia aplastik

anemia aplastik

Terdapat berbagai gejala anemia jenis ini yang patut diwaspadai, seperti:

  • Kelelahan
  • Napas pendek dengan aktivitas
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur
  • Kulit pucat
  • Infeksi yang sering atau berkepanjangan
  • Mudah timbul memar yang tidak dapat dijelaskan
  • Mimisan dan gusi berdarah
  • Perdarahan berkepanjangan dari luka
  • Ruam kulit
  • Pusing
  • Sakit kepala

Kondisi ini bisa berkembang perlahan selama beberapa minggu atau bulan. Pada setiap orang pun, gejala dan keparahannya bisa berbeda, ada yang singkat namun ada juga yang berkembang menjadi kronis.

Penyebab

Jenis anemia ini bisa terjadi pada tubuh seseorang saat sumsung tulang mengalami kerusakan yang bisa memperlambat bahkan mematikan sel darah baru. Pada anemia aplastik, sumsum tulang digambarkan dalam istilah medis sebagai aplastik atau kosong maupun hipoplastik atau mengandung sedikit sel darah.

Sumsum tulang menjadi bagian yang vital dalam memproduksi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Kerusakan yang tejadi bisa berakibat fatal pada produksi sel darah yang akan memengaruhi kinerja tubuh.

Artikel terkait : Cegah anemia hingga diabetes, ini 7 manfaat sayur oyong yang tak boleh dilewatkan

Faktor risiko anemia aplastik

anemia aplastik

anemia aplastik

Ada faktor-faktor yang bisa memengaruhi sumsum tulang baik secara sementara atau permanen, di antaranya:

Perawatan radiasi dan kemoterapi

Perawatan kemoterapi bisa membunuh sel kanker, namun juga bisa merusak sel sehat, tak terkecuali sel punca di sumsum tulang. Bila anemia aplastik bisa terjadi, biasanya merupakan efek sementara dari jenis perawatan ini.

Paparan bahan kimia beracun

Ada beberapa paparan bahan kimia tertentu yang bisa mengakibatkan kondisi ini. Salah satu bahan kimia tersebut ialah benzena, bahan alami yang terdapat dalam bensin.

Kehamilan

Kondisi Anemia aplastik ini juga bisa terjadi pada Bunda yang sedang hamil. Ini bisa ditengarai karena adanya  masalah autoimun, yakni sistem kekebalan tubuh menyerang sumsum tulang selama kehamilan.

Penggunaan obat-obatan tertentu

Waspadai juga berbagai jenis obat yang bisa menyebabkan kondisi ini. Beberapa obat untuk mengobati rheumatoid arthritis dan beberapa antibiotik diketahui dapat menyebabkan anemia jenis ini.

Gangguan autoimun

Kondisi gangguan autoimun bisa menjadi salah satu penyebabnya karena bisa saja sistem kekebalan tubuh mulai menyerang sel-sel sehat. Sel yang diserang bisa melibatkan sel-sel induk di sumsum tulang Anda.

Infeksi virus

Faktor luar lain yang bisa menjadi penyebabnya ialah infeksi tubuh karena virus. Beberapa penyebabnya yang seringkali dilaporkan ialah karena hepatitis, Epstein-Barr, cytomegalovirus, parvovirus B19 dan HIV.

Menurut ahli, belum benar-benar ada cara signifikan untuk mencegahnya. Namun, untuk mengurangi risiko sebaiknya hindari terlalu lama terpapar berbagai zat berbahaya di atas serta cegah berbagai penyebab lainnya.

Bila Parents mengalami berbagai gejala di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter, ya!

Sumber: Mayo Clinic, WebMD, Alodokter

Baca Juga:

Pakar: Konsumsi susu bisa mencegah anemia pada anak-anak dan orang dewasa

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

nisya

app info
get app banner