TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

15 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami untuk Penuhi Kebutuhan Bayi

Ditinjau secara medis
Sebuah tim profesional bersertifikat dan diakui di bidang kesehatan yang meninjau semua informasi yang berkaitan dengan kesehatan kehamilan dan kesehatan dan tumbuh kembang anak di theAsianparent. Tim ini terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter anak, spesialis penyakit menular, doula, konsultan laktasi, redaktur profesional, dan kontributor dengan lisensi khusus.
Pelajari Lebih Lanjut
oleh
dr. Gita Permatasari

Ditinjau secara medis oleh

dr. Gita Permatasari

dr. Gita Permatasari bertugas di RSPP sebagai Dokter Umum, Medical Check Up Examiner, dan Konsultan Laktasi. Ia juga menjadi Manajer Pelayanan Pasien yang berkoordinasi dengan dokter spesialis dan perawat terkait kondisi pasien, termasuk berkoordinasi dengan asuransi terkait penjaminan pasien. Sebelumnya, dr. Gita melayani pasien di Klinik Ajiwaras, Cilandak KKO.

Temui Dewan Peninjau kami
Bacaan 10 menit
15 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami untuk Penuhi Kebutuhan Bayi

Lakukan cara memperbanyak ASI secara alami ini agar produksi ASI lancar.

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Bunda, ternyata ada banyak cara memperbanyak ASI secara alami yang bisa dilakukan di rumah untuk penuhi kebutuhan si Kecil. 

Seperti diketahui, Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber makanan utama bayi baru lahir yang memiliki kandungan nutrisi yang sangat baik untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar para ibu menyusui atau memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan.

Bahkan, pemberian ASI juga disarankan untuk dilanjut hingga anak berusia 2 tahun.

Namun pada kenyataannya, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara terus menerus kepada sang buah hati.

Beberapa ibu mengaku bahwa pasokan ASI-nya kurang. Sebagian akhirnya beralih untuk memberikan susu formula sebagai tambahan ASI yang kurang. Sebagiannya lagi tak jarang ada ibu yang berusaha mengonsumsi suplemen sebagai cara memperbanyak ASI. 

Artikel terkait: 8 Makanan Yang Memperbanyak ASI

Daftar isi

  • Kenapa ASI Bisa Berkurang?
  • Apa Penyebab Suplai ASI Sedikit?
  • Apa yang Harus Dilakukan Jika ASI Kurang?
  • Cara Memperbanyak ASI Secara Alami
  • Perlukah Minum Suplemen untuk Memperbanyak ASI?
  • Makan Apa untuk Memperbanyak ASI? 

Kenapa ASI Bisa Berkurang?

15 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami untuk Penuhi Kebutuhan Bayi

Produksi ASI bisa berkurang karena beberapa faktor, Bunda. Beberapa faktor yang bisa mengurangi produksi ASI di antaranya adalah pemberian ASI yang jarang, menambah susu formula ke dalam menu makan bayi, hingga penggunaan dot. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Pemberian Susu Formula

Jika Parents menambahkan susu formula ke dalam menu makan bayi, mereka mungkin akan mengonsumsi lebih sedikit susu dari payudara.

Pada gilirannya, hal ini dapat menyebabkan payudara menghasilkan lebih sedikit ASI.

2. Pemberian Makan yang Jarang

Bayi tidur nyenyak atau meregangkan waktu di antara waktu makan mungkin lebih mudah bagi ibu baru, tetapi itu bisa berarti payudara tidak akan cukup sering dirangsang untuk menghasilkan susu dalam jumlah yang cukup.

Untuk menjaga persediaan ASI, sebaiknya ibu lebih sering menyusui bayinya, setidaknya 2 jam sekali.

3. Pemberian Makan yang Singkat

Mempersingkat waktu menyusui bayi juga tidak baik untuk produksi ASI.

Selain itu, bayi juga tidak mendapat hindmilk yang bergizi.

ASI kental (hindmilk) merupakan kandungan lemak dalam ASI yang biasanya keluar setelah ASI cair (foremilk) keluar.

Umumnya, hindmilk keluar saat sebagian besar ASI sudah keluar dan payudara ibu sudah mengendur.

Jika hindmilk tidak keluar, maka pengosongan payudara tidak berjalan dengan baik.

Artinya, tanpa pengosongan yang cukup, kelenjar susu tidak akan dirangsang untuk memproduksi lebih banyak.

4. Penggunaan Dot

15 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami untuk Penuhi Kebutuhan Bayi

Penggunaan dot terkadang menjadi alternatif agar bayi tidak rewel. Namun sayangnya, untuk beberapa bayi, waktu yang dihabiskan untuk mengisap dot berarti lebih sedikit waktu atau kecenderungan untuk menyusu di payudara. Kurang menyusu bisa berarti produksi ASI lebih sedikit.

Apa Penyebab Suplai ASI Sedikit?

Tidak selalu jelas apa yang menyebabkan suplai ASI sedikit. Namun, dilansir dari laman Pregnancy, Birth and Baby’s, beberapa penyebab ASI sedikit kurang lebih adalah:

  • Keterlambatan menyusui setelah melahirkan atau pemisahan ibu dan bayi, seperti jika bayi perlu dirawat di kamar perawatan khusus atau jika ibu tidak sehat setelah melahirkan. 
  • Pelekatan yang buruk pada payudara yang dapat disebabkan oleh puting datar atau terbalik, lidah atau bibir terikat (tongue tie), bayi mengantuk karena penyakit kuning, atau persalinan yang sulit atau lama. 
  • Ibu tidak sehat karena masalah seperti mastitis, jaringan plasenta yang tertinggal atau kehilangan banyak darah setelah bayi lahir. 
  • Pemberian makan yang dijadwalkan atau tepat waktu, daripada memberi makan bayi sesuai permintaan. 
  • Minum pil kontrasepsi oral yang mengandung estrogen
  • Pemberian susu formula
  • Melewatkan menyusui dan menawarkan susu formula suplemen tetapi tidak memeras ASI pada saat itu untuk memastikan bahwa pasokan terus memenuhi permintaan bayi. 
  • Penggunaan jangka panjang pelindung puting susu
  • Merokok

Apa yang Harus Dilakukan Jika ASI Kurang?

Beberapa hal yang harus dilakukan jika ASI kurang adalah dengan memijat payudara, rutin menyusui setiap 2-3 jam, memompa ASI, konsumsi makanan untuk membantu produksi ASI, hingga mengetahui posisi menyusui yang tepat.

Cara Memperbanyak ASI Secara Alami

Nah, berikut ini adalah beragam cara memperbanyak ASI secara alami lengkapnya yang bisa Bunda lakukan.

1. Membersihkan Puting dan Melakukan Pijatan

Salah satu cara memperbanyak ASI adalah dengan memijat payudara

Salah satu cara memperbanyak ASI adalah dengan memijat payudara

Salah satu cara memperbanyak ASI adalah dengan memijat payudara.

Pada trimester ketiga, mulailah membersihkan puting susu agar jalan keluar ASI lancar.

Caranya, bersihkan dengan baby oil sebelum mandi.

Lakukan sambil memilin-milin puting terutama pada lipatan-lipatan di ujung puting. Lakukan hal ini beberapa hari sekali.

Sering-seringlah melakukan pijatan pada payudara dengan menggunakan baby oil.

Berbagai gerakan pijatan dapat dibaca di Relaksasi untuk Memperlancar ASI.

2. Menyusui Setiap 2-3 Jam

Menyusui setiap 2-3 jam, adalah cara terbaik memperbanyak ASI

Menyusui setiap 2-3 jam, adalah cara terbaik memperbanyak ASI.

Bayi yang baru lahir membutuhkan susu setiap 2-3 jam, tanpa peduli siang atau malam hari.

Produksi ASI pada tubuh perempuan mengikuti prinsip supply dan demand. Artinya, tubuh memproduksi ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.

Jadi, bila kita rutin menyusui setiap 2-3 jam sampai bayi kenyang, payudara akan mengirim perintah ke otak untuk memproduksi ASI sebanyak kebutuhan tersebut. Produksi ASI akan bertambah dalam waktu 3-7 hari sesuai instruksi tersebut.

Bila kita tidak konsisten dan jarang menyusui, produksi ASI pun akan berkurang.

Cerita mitra kami
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
5 Mitos Keliru Seputar Pompa ASI yang Tidak Perlu Diikuti, Ini Fakta Sebenarnya!
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Panduan Mempersiapkan Proses MengASIhi Sejak Masa Kehamilan
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
Tips Bebas Stres untuk Bunda Menyusui
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI
5 Cara Agar Anak Lahap Makan Saat Mulai MPASI

Habiskan satu payudara, baru pindah ke payudara lainnya.

3. Memompa ASI

Ini adalah salah satu cara memperbanyak ASI.

Untuk ibu baru, mungkin keterampilan menyusui belum cukup memadai. Kesalahan posisi menyusui dapat menyebabkan proses menyusui tidak efektif sehingga ASI tidak keluar dengan lancar.

Gunakan pompa setiap kali selesai menyusui. Jangan pedulikan berapa banyak ASI yang kita dapat, karena tujuan memompa adalah untuk memberikan rangsangan dan stimulasi pada payudara.

Selain itu, memompa dapat mengosongkan ASI yang tidak dihabiskan bayi sehingga payudara memproduksi ASI kembali untuk mengganti ASI yang sudah keluar.

4. Skin to Skin Contact

Skin to skin contact adalah momen paling membahagiakan.

Bayi yang disusui dalam keadaan telanjang mendapatkan kontak langsung ke kulit dada kita.

Hal ini adalah salah satu cara memperbanyak ASI yang keluar.

Kedekatan emosi yang kita miliki dengan bayi, akan memerintahkan otak untuk memproduksi ASI lebih banyak.

Beberapa negara yang mendukung program ibu menyusui menganjurkan skin to skin contact sebagai salah satu cara menyusui yang baik.

5. Kompres Payudara

Bila payudara mengeras, kompreslah dengan handuk hangat agar ASI lancar. 

Bila payudara terasa keras, bayi tidak dapat mengisapnya.

Kompreslah dengan handuk hangat beberapa menit, maka payudara akan melunak dan ASI dapat keluar lebih lancar. 

6. Konsumsi Makanan yang Memperbanyak ASI

Sup pepaya muda, baik untuk ibu menyusui

Sup pepaya muda, baik untuk ibu menyusui.

Beberapa makanan terbukti memperbanyak ASI.

Yang umum digunakan adalah pepaya, daun katuk, havermout, wortel, bayam adalah beberapa contoh makanan yang baik untuk ibu menyusui.

Sebisa mungkin hindari penggunaan suplemen atau obat-obatan sebagai cara memperbanyak ASI.

7. Memilih KB yang Tepat untuk Ibu Menyusui

Pil mini adalah pil KB yang paling tepat untuk ibu menyusui, karena tidak memengaruhi hormon yang diperlukan untuk memproduksi ASI.

Pilihan lainnya adalah berbagai cara KB yang tidak menyangkut hormon, misalnya kondom.

Artikel terkait: Berbagai Cara KB Untuk Ibu Menyusui

8. Minum Air Putih yang Banyak

Minum banyak air putih untuk menghasilkan 2 liter urin setiap hari merupakan salah satu cara mengatasi batu ginjal.

Minumlah 10-12 gelas air putih sehari, karena tubuh membutuhkan cairan untuk memproduksi ASI.

9.  Mencoba Posisi Menyusui yang Paling Pas

Ibu yang baru menyusui sering merasa sakit ketika menyusui.

Akibatnya banyak ibu berhenti menyusui beberapa hari dan menggunakan susu formula selama luka di putingnya belum sembuh.

Substitusi dengan susu formula menyebabkan produksi ASI berkurang.

Cobalah beberapa posisi dan lakukan yang paling pas untuk Anda.

Bila posisi menyusui benar, seharusnya menyusui tidaklah sakit. 

10. Memompa di antara Waktu Menyusui

15 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami untuk Penuhi Kebutuhan Bayi

Memompa di antara waktu menyusui juga dapat membantu Bunda meningkatkan produksi ASI.

Menghangatkan payudara sebelum memompa dapat membantu membuat Bunda lebih nyaman dan juga lebih mudah memompa.

11. Menyusui dari Kedua Sisi

Bunda bisa membiarkan si kecil menyusu dari kedua payudara.

Awalnya, Bunda bisa biarkan bayi menyusu dari payudara pertama sampai dia melambat atau berhenti menyusu, sebelum menawarkan payudara kedua.

Stimulasi saat kedua payudara disusui dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

Selain itu, memompa ASI dari kedua payudara secara bersamaan juga bisa  meningkatkan produksi ASI dan menghasilkan kandungan lemak yang lebih tinggi pada ASI.

Artikel terkait: Puting sakit saat menyusui, begini cara mengatasinya

12. Kurangi Stres

Para ahli mengatakan jika mengurangi stres bisa membuat Bunda memproduksi lebih banyak ASI.

Teknik pengurangan stres yang sehat yaitu seperti latihan pernapasan secara teratur.

Selain itu, Bunda juga bisa menghindari stress dengan berkumpul dengan lingkungan yang supportif.

Bergabung dengan komunitas ibu menyusui seperti Mama MengASIhi bisa membuat Bunda merasa lebih nyaman karena dapat bertukar tips dan pengalaman dengan Bunda-Bunda lainnya yang sedang dalam perjuangan menyusui.

13. Istirahat yang Cukup

Seorang ibu yang kelelahan dan kurang makan bisa berpengaruh terhadap produksi ASI yang sedikit. Usahakan bila bayi tidur, ibu pun ikut tidur. 

14. Batasi Penggunaan Empeng

Penggunaan empeng yang berlebihan bisa berpengaruh terhadap jumlah produksi ASI Bunda.

Sebab, empeng bisa membuat bayi bingung puting, sehingga proses menyusu pun jadi terganggu.

15. Konsultasi dengan Ahli Laktasi

Konsultan laktasi adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan pendapat ahli tentang apa yang mungkin menyebabkan suplai ASI Bunda sedikit. 

Perlukah Minum Suplemen untuk Memperbanyak ASI?

Mengonsumsi suplemen dibolehkan untuk membantu memperbanyak ASI. Namun, tentunya disesuaikan dengan kondisi tertentu. 

Lactogogue adalah obat herbal dan farmakologis yang dipercaya dapat membantu merangsang, mempertahankan atau meningkatkan produksi air susu ibu (ASI) ibu menyusui.

Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), obat-obatan herbal ini telah banyak diteliti dan digunakan untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi ASI termasuk pada keadaan prematuritas, gagal tumbuh, adopsi dan pemisahan ibu bayi karena ibu atau bayi sakit. 

Namun IDAI menyarankan, sebelum menggunakan lactogogue, sebaiknya perempuan diharapkan dapat memperbaiki teknik menyusui, dan faktor-faktor lain yang mungkin menjadi penyebab kurangnya produksi ASI.

Pasalnya, ada efek samping yang dilaporkan dari pengonsumsian obat herbal untuk meningkatkan produksi ASI.

Artikel terkait: 9 Jenis obat pelancar ASI, amankah dan seberapa besar manfaatnya?

Alih-alih mengsonsumsi suplemen untuk memperbanyak ASI, beberapa ahli menyarankan agar ibu menyusui mengonsumsi vitamin D dan kalsium tambahan untuk menunjang kesehatannya.

Namun, National Health Service menyarankan agar ibu hamil dan menyusui juga mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen harian yang mengandung 10 mcg vitamin D.

Karena, sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa orang di atas usia 5 tahun cukup mendapat asupan vitamin D dari sinar matahari.

Untuk itu, tanyakan kepada dokter atau tenaga kesehatan terkait. 

Makan Apa untuk Memperbanyak ASI? 

Untuk membantu memperbanyak produksi ASI, Bunda bisa mengonsumsi makanan kaya protein seperti daging dan ayam tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Setidaknya 2 porsi ikan seminggu dianjurkan, termasuk beberapa ikan berminyak seperti salmon, mackerel, sarden, bahkan ikan teri.

Selain itu, imbangi dengan minum susu yang mengandung kalsium dan protein baik untuk kesehatan ibu menyusui.

Yang terpenting, cara agar memperbanyak ASI yaitu dengan sering-sering menyusui, setidaknya 2 jam sekali, atau gunakan metode power pumping untuk mendapat ASI dalam jumlah melimpah.

Metode power pumping dilakukan setelah menyusui dengan durasi 20 menit pompa, 10 menit istirahat, 20 menit pompa, 10 menit istirahat, dan 10 menit pompa. 

Demikianlah informasi mengenai tips atau cara memperbanyak ASI yang ampuh dengan langkah alami.

Semoga beberapa cara di atas dapat membantu Bunda khususnya yang baru melahirkan si buah hati.

***

How to Increase Your Breast Milk Supply

www.whattoexpect.com/poor-milk-supply-breastfeeding.aspx 

How to increase breast milk supply

www.pregnancybirthbaby.org.au/increasing-your-breast-milk-supply#low-supply

Laktogogue: Seberapa Besar Manfaatnya?

www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/laktogogue-seberapa-besar-manfaatnya

Breastfeeding and diet

www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding-and-lifestyle/diet/

Baca Juga:

ASI Rembes saat Hamil, Normal atau Bahaya? Ini Penjelasannya

19 Penyebab ASI Keluar Sedikit dan Cara Mengatasinya

ASI tersumbat? Lakukan 5 langkah pijat payudara ini untuk mengatasinya

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Theva Nithy

Diedit oleh:

Aulia Trisna

Diulas oleh:

dr.Gita Permatasari

  • Halaman Depan
  • /
  • Menyusui
  • /
  • 15 Cara Memperbanyak ASI Secara Alami untuk Penuhi Kebutuhan Bayi
Bagikan:
  • 11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

    11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

    Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

  • 14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

    14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

  • 11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

    11 Jenis Sayuran Pelancar ASI, Baik untuk Kebutuhan Nutrisi Busui

  • Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

    Cetirizine untuk Ibu Menyusui, Amankah untuk Atasi Gatal dan Alergi?

  • 14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

    14 Obat Batuk Ibu Menyusui yang Aman dan Bisa Dibeli di Apotek

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti