Menyusui Kakak dan Adik Sekaligus, Ini 10 Tips Melakukan Tandem Nursing

Menyusui Kakak dan Adik Sekaligus, Ini 10 Tips Melakukan Tandem Nursing

Menyusui si kakak yang masih balita dan adik bayi yang baru lahir bisa dilakukan, lho. Berikut 10 tips untuk melakukan tandem nursing.

Tidak sedikit Bunda yang hamil anak kedua saat anak pertama masih balita atau masih menyusu. Tahukah Bunda dengan istilah tandem nursing atau menyusui tandem? Tandem nursing adalah ketika Bunda menyusui dua anak dalam waktu yang bersamaan.

Menyusui satu anak saja membutuhkan waktu dan tenaga ekstra, apalagi menyusui dua anak, ya? Melakukan tandem nursing memang tidak mudah, berikut adalah beberapa tips yang bisa dipraktekkan Parents agar sukses dan lancar menyusui dua anak.

Artikel terkait: Mengenal Inisiasi Menyusui Dini, Proses Penting Dalam Fase Menyusui

10 Tips Tandem Nursing Agar Sukses Menyusui Si Kakak dan Si Adik Sekaligus

tips-tandem-nursing

1. Menyiapkan si kakak

Sebelum adiknya lahir, pastikan bahwa Ayah dan Bunda sudah memberitahunya bahwa adik akan ikut menyusu bersama dengannya. Beri pengertian bahwa adik bayi juga membutuhkan ASI dan belum bisa makan makanan lain seperti dirinya.

Si kakak akan lebih mudah untuk berbagi ASI dengan adiknya jika diberitahu terlebih dahulu.

2. Ketahui bahwa akan ada perubahan pada ASI

Selama kehamilan berproses, ASI yang dihasilkan payudara Bunda juga akan berubah. Ketika adik bayi lahir, tubuh akan memproduksi kolostrum untuknya. Meskipun jumlahnya sedikit, kolostrum mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan bayi baru lahir.

Saat melakukan tandem nursing, terjadi transisi dari ASI yang diproduksi untuk kakak menjadi ASI untuk bayi. Akan ada kemungkinan si kakak akan menunjukkan lebih banyak keinginan untuk menyusu.

Hal ini disebabkan oleh penambahan suplai ASI yang terjadi dan kebutuhan kakak untuk lebih dekat dengan ibunya setelah adik lahir.

3. Bicarakan rencana tandem nursing dengan keluarga

tips-tandem-nursing

Sering terjadi di kultur budaya Indonesia, jika hamil lagi saat masih menyusui, maka anak yang lebih besar harus disapih. Bunda bisa jadi mendapatkan banyak tekanan baik dari keluarga atau kerabat untuk menyapih si kakak.

Jelaskan rencana Bunda untuk melakukan tandem nursing dengan orang-orang terdekat. Jika adik bayi tumbuh dengan baik, berat badannya bertambah setiap bulan sesuai dengan KMS, tidak ada salahnya untuk menyusui dua anak sekaligus.

Manfaat ASI tidak akan berhenti didapatkan setelah si kakak berusia 6 bulan atau lebih. Terus menyusui malah akan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan dan perkembangan anak yang sudah berusia di atas satu tahun.

4. Makin sering menyusui, makin banyak produksi ASI

Jika si kakak yang sudah berusia balita masih menyusu setelah fase kolostrum untuk adik bayi berakhir, stimulasi ekstra yang diberikan oleh anak yang lebih besar akan membantu payudara memproduksi ASI lebih banyak lagi.

Setelah beberapa hari, ketika payudara mulai dipenuhi susu, jumlah produksinya akan menyesuaikan dengan kedua anak yang disusui. Hal yang sama terjadi ketika Bunda menyusui anak kembar.

5. Berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan tandem nursing

Jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan tandem nursing. Biasanya dokter akan mengobservasi pertumbuhan adik bayi selama beberapa minggu pertama untuk memastikan ia mendapat cukup ASI.

Pastikan untuk memonitor kenaikan berat badan bayi setiap bulannya agar ia tetap sehat.

Artikel terkait: 3 Efek Samping Menyusui Saat Hamil yang Wajib Bunda Ketahui

6. Dahulukan menyusui adik

Bayi yang baru lahir sering menyusu, sekitar dua hingga tiga jam sekali pada siang dan malam hari. Penting untuk memastikan adik bayi mendapat cukup nutrisi dari ASI. Oleh karena itu, selalu dahulukan untuk menyusui adik bayi.

Setelah adik terlihat kenyang, lanjutkan dengan menyusui si kakak. Tentunya beri pengertian terlebih dahulu kepada si kakak, ya.

7. Jangan lupa kebutuhan diri sendiri

tips-tandem-nursing

Menyusui dua anak, tubuh akan membutuhkan lebih banyak energi untuk memproduksi ASI. Pastikan Bunda mendapat asupan makanan yang bergizi dan bernutrisi, mengonsumsi ekstra kalori setiap harinya, dan minum air putih agar tubuh tetap mendapatkan cairan.

Sesekali istirahat mengurus anak juga diperlukan. Jangan lupa me-time ya, Bun!

8. Usahakan mendapat cukup istirahat

Setelah melahirkan biasanya ibu akan mengalami postpartum fatigue atau kelelahan setelah melahirkan. Hal ini wajar karena tubuh sedang berusaha pulih dari proses melahirkan. Menyusui dua anak bisa memperparah kelelahan yang diderita Bunda.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk beristirahat yang cukup. Tidur saat anak-anak tidur bisa sedikit membantu.

9. Dapatkan support sebanyak-banyaknya dari sekeliling

Untuk berhasil melakukan tandem nursing, ibu harus mendapatkan dukungan dari lingkungan sekitar. Suami, keluarga, dan teman bisa memberikan support untuk ibu menyusui.

Bunda juga bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi mengenai tandem nursing dan mengikuti komunitas ibu menyusui agar selalu termotivasi untuk memberikan ASI.

10. Tidak apa-apa jika berhenti melakukan Tandem Nursing

Jika ibu sudah merasa sangat kelelahan dan merasa tidak sanggup untuk melanjutkan tandem nursing,ingatlah bahwa tidak apa-apa jika berhenti melakukannya. Jangan merasa bersalah karena harus menyapih si kakak.

Ia bisa mendapatkan nutrisi dari makanan pendamping ASI yang dikonsumsinya. Ada banyak cara lain untuk memenuhi kebutuhan emosional anak selain dengan menyusui.

Itu dia 10 tips tandem nursing atau menyusui dua anak sekaligus. Untuk bisa sukses, tidak hanya ibu yang harus berusaha, Ayah pun turut memegang peran penting dalam mendampingi Bunda. Semoga berhasil mengASIhi, ya!

Artikel telah ditinjau oleh:

dr.Gita PermataSari, MD

Dokter Umum dan Konsultan Laktasi

Sumber: Very Well Family

****

Baca Juga:

Pro dan Kontra Menyusui Balita

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner