Pro dan Kontra Menyusui Balita

lead image

Bolehkah kita menyusui balita hingga lebih dari 2 tahun? Bagaimana anjuran UNICEF serta beberapa lembaga lain tentang hal ini? Bacalah ulasan tentang menyusui balita di sini.

Sampai usia berapa kita dapat menyusui balita?

Sampai usia berapa kita dapat menyusui balita?

“Ih, uda gede masih nenen!” Begitulah ucapan yang sering dilontarkan banyak orang ketika melihat balita masih menyusu dari payudara ibunya. Menyusui balita, memang mengundang banyak pro dan kontra di kalangan masyarakat.

Sebenarnya, apakah menyusui balita baik untuk kesehatan ibu dan anak? Dan di usia berapakah sebaiknya kita menyapih anak? Kali ini kami membahasnya untuk Anda.

Sampai usia berapa kita dapat menyusui balita?

Ada berbagai anjuran dari berbagai lembaga di masyarakat. UNICEF dan WHO menganjurkan ibu menyusui balita hingga 2 tahun. Sedangkan American Academic of Pediatric serta Health Canada menganjurkannya hingga 1 tahun. Di Indonesia, pemerintah menganjurkan hal yang sama dengan UNICEF dan WHO, yaitu 2 tahun.

Apa saja manfaat menyusui lebih dari 1 tahun?

Menyusui bayi lebih dari 1 tahun memiliki banyak manfaat, antara lain :

1. Kekebalan tubuh anak cenderung lebih kuat dibandingkan dengan anak yang tidak meminum ASI.

Walaupun tidak banyak penelitian tentang menyusui setelah usia 2 tahun, banyak informasi yang menyatakan bahwa ASI tetap memiliki nutrisi dan imun yang baik selama ibu menyusui anaknya.

2. Baik untuk kesehatan ibu

Menyusui lebih lama akan mengurangi resiko ibu terkena kanker payudara dan kanker ovarium.

3. Memperlambat menstruasi.

Banyak ibu yang berterima kasih karena terbebas dari kram perut yang biasa datang setiap bulan.

4. Menciptakan kedekatan emosi antara ibu dan anak

Walaupun banyak yang beranggapan bahwa menyapih anak lebih dini dapat membuat anak lebih percaya diri, sebenarnya tidak ada penelitian yang membuktikannya. Justru sebaliknya, kedekatan emosi antara ibu dan anak yang tercipta selama menyusui dapat menambah rasa percaya diri anak.

5. Praktis

Ketika mengajak si kecil bepergian, menyusuinya tentu lebih  praktis daripada membawa botol, susu bubuk, serta penghangat botol.

6. Membantu menjaga berat badan ibu

Menyusui membutuhkan banyak kalori, sehingga berat badan ibu lebih mudah kembali seperti semula.

Lalu mengapa banyak orang yang mengernyitkan dahi ketika melihat seorang ibu menyusui balita?

Banyak anggapan yang beredar di masyarakat, bahwa hanya bayi kecil sajalah yang pantas menyusu. Persepsi lainnya yang salah adalah anggapan bahwa kandungan nutrisi ASI ibu hanya baik dalam beberapa bulan pertama saja. Tentu saja pandangan tersebut tidak benar, karena ASI tetaplah berkualitas selama ibu mengkonsumsi makanan yang bernutrisi pula.

Bunda, ayo tetap semangat menyusui, demi kebaikan bunda sendiri dan juga si kecil.

 

Baca juga berbagai informasi menarik lainnya :

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.