Cara menyapih anak tanpa cabai atau brotowali, Busui wajib tahu!

Cara menyapih anak tanpa cabai atau brotowali, Busui wajib tahu!

Ketika Bunda sudah memutuskan akan menyapih anak, pilih ritual menyapih yang tidak membuat anak rewel. Berikut cara menyapih anak secara alami.

Tidak ada sanggahan mengenai manfaat ASI untuk bayi yang secara eksklusif diberikan hingga enam bulan, dan kemudian hingga satu tahun dan seterusnya jika memungkinkan (menyusui lebih dari 2 tahun atau extended breastfeeding). Namun, beberapa ibu menyusui menanyakan cara menyapih anak secara alami pada balita berusia 2 tahun atau lebih tua.

Artikel ini akan memberikan informasi mengenai ritual menyapih anak dengan penuh cinta. Kami juga akan membahas mengenai manfaat menyusui lebih dari 2 tahun.

Manfaat menyusui diperpanjang (extended breastfeeding)

Sebelum kita membahas cara menyapih anak secara alami, penting untuk mengetahui manfaat menyusui anak lebih dari satu tahun dan seterusnya.

Mayo Clinic mendefinisikan pemberian ASI diperpanjang ketika seorang ibu terus menyusui anaknya di atas usia 1 tahun. 

Menurut para ahli laktasi, ada banyak manfaat dalam menyusui yang diperpanjang untuk anak-anak, termasuk pada anak berkebutuhan khusus.

  • Mayo Clinic menyebutkan saat bayi Anda semakin besar, komposisi ASI Bunda akan terus berubah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan ASI dianggap menjadi tidak signifikan bagi anak-anak.
  • Penelitian telah menunjukkan bahwa ASI untuk anak 2 tahun mirip dengan ASI 1 tahun yang bergizi. Bahkan setelah 2 tahun atau lebih, ASI masih terus menjadi sumber protein, lemak, kalsium, dan vitamin yang amat dibutuhkan anak.
  • Menurut La Leche League International, kekebalan dalam ASI telah menunjukkan peningkatan konsentrasi saat bayi semakin besar dan menyusu lebih sedikit, sehingga bayi yang lebih besar masih menerima banyak faktor imunitas.
  • Pada balita dan anak kecil, pemberian ASI yang diperpanjang membantu mereka untuk mengatasi perubahan baru dalam hidup dengan lebih baik, misalnya pengalaman baru dan perubahan rutinitas.
  • Momen menyusui dapat membantu anak-anak kembali ke ‘tempatnya yang akrab dan aman’. Hal ini nantinya membantu anak menghadapi tantangan baru dengan kontrol diri yang semakin baik ketika mengalami kecemasan.
  • Ketika anak sakit, menyusu memberi kekebalan dan mengisi (tetapi tidak sepenuhnya mengganti) nutrisi saat nafsu makan anak menurun. ASI lebih mudah dicerna dan diserap oleh tubuh manusia.

Menyusui anak lebih dari setahun juga bermanfaat bagi para ibu. Penelitian menunjukkan bahwa hal itu mengurangi risiko penyakit tertentu seperti kanker payudara, kanker ovarium, rheumatoid arthritis, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes. 

Dengan kata lain, semakin lama proses menyusui berlanjut, semakin baik kesehatan ibu. Namun demikian, meski telah mengetahui manfaat pemberian ASI yang diperpanjang, ada saatnya ketika busui mungkin ingin berhenti.

Apa alasan Bunda ingin melakukan ritual menyapih anak?

ritual menyapih anak; cara menyapih anak secara alami 1

Sebelum bayi berusia satu tahun, ada tiga alasan umum mengapa ibu berhenti menyusui, menurut penelitian:

  • Anggapan bahwa tidak bisa menghasilkan ASI cukup atau bayi yang tidak merasa kenyang setelah menyusu.
  • Bayi yang sering menggigit payudara/puting.
  • Bayi kehilangan minat dalam menyusu.

Namun, saat bayi sudah berusia lebih dari satu tahun atau sudah memasuki usia balita, proses menyusui sudah lebih mapan sehingga alasan untuk menyapih mengalami perubahan.

Bagi sebagian ibu, bisa jadi mereka hamil anak kedua sehingga produksi ASI mengalami penurunan drastis dan merasa kesakitan saat balita menyusu akibat perubahan hormon. 

Para ibu lain yang anak balitanya menyusu agar tertidur mungkin akan membiasakan anak tidur sendiri sebagai cara menyapih anak secara alami. 

Beberapa anak mungkin menyusu kapanpun ia ingin sekadar mencari rasa nyaman. Bunda mungkin merasa hal ini akan mengganggu rutinitas anak sehingga mulai melakukan ritual menyapih anak.

Atau mungkin Bunda sedang melakukan pengobatan yang memaksa Anda berhenti menyusui anak. 

Apa pun alasannya, mari kita cari tahu bagaimana cara menyapih anak secara alami.

Cara menyapih anak secara alami

ritual menyapih anak; cara menyapih anak secara alami

Haruskah ritual menyapih anak dilakukan dengan tiba-tiba?

Tentu saja tidak! Ini bukan ide yang baik karena berhenti menyusui secara tiba-tiba dapat menyebabkan payudara bengkak. Artinya, payudara bisa menjadi penuh, sakit, dan ASI merembes.

Bila tidak ditangani, Bunda bisa mengalami masalah yang lebih serius seperti mastitis yaitu infeksi akibat payudara yang membengkak dan membutuhkan pengobatan dengan antibiotik.

Perlukah mencoba ritual menyapih anak dengan menggosok cabai atau brotowali di puting?

Tidak! Bukan hanya karena cara tersebut ‘kejam’ tetapi juga bisa menyakiti anak. Cabai dapat membakar dan menyengat mulut anak, sedangkan penggunaan brotowali dapat menyebabkan anak muntah atau bahkan diare.

Jadi, bagaimana cara menyapih anak secara alami? Menyapih dengan cinta

Jadi, akhirnya tiba ketika Bunda memutuskan untuk menyapih anak. Bagaimana Anda melakukannya? Jawabannya adalah menggunakan teknik menyapih dengan cinta. 

Berikut beberapa tips yang perlu dipertimbangkan sebagai cara menyapih anak secara alami:

Cara menyapih anak secara alami #1: Jangan menawarkan tapi juga jangan menolak

Menurut Kelly Bonyata (IBCLC), ini adalah metode paling lembut untuk menyapih anak dari payudara Bunda. Anda hanya melibatkan bukan menawarkan payudara, tetapi juga tidak menolak jika balita minta menyusu.

Bunda tak perlu terlalu memikirkan metode ini karena secara alami akan dilakukan  oleh ibu menyusui. Satu-satunya kekurangan metode ini adalah membutuhkan waktu yang lebih lama dari metode lain. 

Paling penting diingat adalah kebutuhan dan emosi anak harus yang diutamakan.

Cara menyapih anak secara alami #2: Kurangi satu sesi menyusui pada satu waktu

Jika ingin lebih cepat menyapih anak, Bunda dapat mengurangi satu sesi menyusui setiap harinya selama satu minggu. Pengurangan seis menyusui secara bertahap ini juga tidak akan membuat Bunda menderita pembengkakan payudara yang membuat tidak nyaman.

Stok ASI di payudara juga akan berkurang secara bertahap. 

Saat mencoba metode ini, mulailah dengan menghilangkan sesi menyusui yang paling tidak penting bagi anak Anda, saran Bonyata.

Metode ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu: dengan menawarkan sesuatu yang lain untuk menggantikan sesi menyusui (minum susu di sippy cup atau makan camilan) atau memperpendek waktu menyusu. 

Ketika satu sesi menyusu ini sudah berhasil dihilangkan dan payudara Anda tidak lagi penuh, Bunda dapat melanjutkan untuk menghilangkan sesi yang berikutnya. Ingat bahwa anak Anda mungkin enggan untuk meninggalkan sesi menyusui yang paling dia sukai, seperti waktu malam atau pagi hari. 

Jangan memaksanya untuk menyerah karena ia mungkin mengaitkannya dengan kenyamanan, cinta, dan kedekatan dengan Bunda. Bersiaplah untuk bertahan demi balita Anda selama beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan.

Cara menyapih anak secara alami #3: Mengalihkan perhatian

Bunda tahu bahwa waktu menyusui anak adalah yang terbaik. Antisipasi hal ini dengan mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan menawarkan sesuatu yang lain.

Bunda bisa menawari anak camilan favoritnya, melakukan playdate, atau jalan kaki di taman dekat rumah. Triknya adalah menawarkan apapun sebelum anak minta menyusu.

Pada akhirnya, menyapih adalah keputusan Bunda dan si bayi

Di seluruh dunia, bayi disapih rata-rata antara usia 2 – 4 tahun. Dalam beberapa budaya, menyusui terus dilakukan hingga anak berusia enam atau tujuh tahun.

Namun di belahan dunia lain, pemberian ASI yang diperpanjang jarang terjadi dan kadang-kadang dapat memancing reaksi negatif dari keluarga, teman-teman, dan bahkan orang asing.

Berapa lama Bunda akan menyusui adalah keputusan Bunda dan bayi. Jika orang-orang di sekitar Anda – entah keluarga maupun orang asing – memberikan pendapat tentang ritual menyapih anak, ingatkan mereka juga bahwa keputusan menyapih adalah sepenuhnya hak Bunda dan bayi.

Cobalah untuk tidak terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain. Sebaliknya, percaya naluri Anda sendiri, Bun!

Saat Bunda memutuskan cara menyapih anak secara alami, itu sepenuhnya merupakan keputusan Anda.

 

Artikel disadur dari tulisan Nalika Unantenne di theAsianparent Singapura.

Baca juga:

5 Mitos tentang menyusui lebih dari 2 tahun yang terbukti salah

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner