Dalam kaitannya dengan fase perkembangan anak, tamyiz artinya adalah anak mulai bisa mandiri seperti makan dan minum, serta bisa membedakan hal yang baik dan buruk. Anak pun sudah mulai mengerti tentang ucapan dan aturan.
Ketika anak sudah tamyiz, artinya orang tua perlu mengenalkan dan mengajarkan tentang kewajibannya sebagai umat Islam, misalnya wudu, salat, membaca Al-Qur’an, dan puasa Ramadan.
Selain berkaitan dengan fase perkembangan anak, tamyiz juga bisa jadi berarti metode mempelajari Al-Qur’an. Yuk, simak langsung penjelasannya berikut ini.
Apa yang Dimaksud Tamyiz?

Melansir NU Online, tamyiz artinya adalah keadaan anak yang sudah bisa makan, minum, dan istinja atau bercebok sendiri. Sementara itu, melansir Alfikr, tamyiz adalah ketika anak sudah memiliki kemampuan untuk membedakan baik buruk, bermanfaat atau tidaknya sesuatu.
Tamyiz juga memiliki arti bahwa anak sudah bisa mengerti makna perkataan, seperti melansir dari laman Atsar berikut ini:
” هو قوة في الدماغ بها تستنبط المعاني “
انظر المفردات للراغب الأصفهاني( ميز) ص ٤٩٥.
“Kekuatan daya pikir yang dengannya anak mampu menemukan dan menetapkan beberapa makna (perkataan).” (lihat Al-Mufradat karya Ar-Raghib Al Ashfahani halaman 495).
Bisa dibilang bahwa tamyiz adalah proses menuju baligh, saat anak sudah punya kewajiban yang harus dijalankan sebagai umat Islam, contohnya adalah salat dan puasa Ramadan.
Jika anak masih tamyiz saja, belum baligh, ia belum diwajibkan menjalankan kewajiban sebagai umat Islam, termasuk salat dan puasa. Namun pada saat anak sudah tamyiz, orang tua sudah harus mengajarkannya perihal Islam, termasuk kewajiban-kewajibannya.
Jika anak yang sudah tamyiz berpuasa, maka ia pun akan mendapatkan pahala seperti anak baligh yang sudah punya kewajiban untuk puasa.
Kapan Seseorang Disebut Tamyiz?
Seseorang disebut tamyiz saat sudah bisa makan, minum, dan bercebok sendiri. Melansir Alfikr, tamyiz adalah ketika anak beranjak berusia 7 tahun. Anak yang sudah tamyiz ditandai dengan kemampuannya untuk membedakan baik buruk, bermanfaat atau tidaknya sesuatu.
Anak yang sudah tamyiz artinya ia sudah bisa makan sendiri, melakukan transaksi, jual beli, dan sebagainya.
Meski begitu, bisa saja anak sudah tamyiz sebelum usianya 7 tahun, sebab perkembangan anak bisa jadi berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Anak yang sudah tamyiz hendaknya diajarkan mengenai syariat Islam oleh orang tuanya, seperti mengenalkan dan mengajarinya salat, wudu, puasa, membaca Al-Qur’an, dan menjadi imam salat jika ia adalah anak laki-laki.
Anak yang sudah tamyiz diperbolehkan untuk menjadi imam salat dengan tetap memperhatikan kemampuannya dalam membaca Al-Qur’an dengan benar, serta mengerti tata cara salat yang baik dan benar.
Perihal puasa, misalnya puasa Ramadan, anak yang sudah tamyiz akan mendapatkan pahala dan puasanya dianggap sah meskipun ia belum punya kewajiban untuk menunaikan puasa Ramadan seperti anak yang sudah baligh.
Apa Arti Mumayyiz dan Tamyiz?
Arti mumayyiz adalah orang yang sudah tamyiz, sedangkan arti tamyiz adalah sudah bisa membedakan baik dan buruk, bisa makan, minum, dan bercebok sendiri, serta sudah bisa membedakan hal yang bermanfaat dan tidak.
Anak yang sudah mumayyiz artinya dapat memahami syariat Islam secara sadar. Anak yang mumayyiz artinya adalah ia sudah mampu membedakan baik dan buruk, serta telah mengerti bahasa dan aturan.
Orang tua yang anaknya sudah mumayyiz wajib memerintahkannya melakukan salat beserta segala hal yang berkaitan dengannya seperti wudu. Orang tua juga wajib memerintahkannya untuk melakukan kewajiban sebagai seorang muslim, seperti berpuasa bila mampu.
Meski anak yang sudah mumayyiz belum diwajibkan berpuasa seperti anak yang sudah baligh, namun puasa anak yang sudah mumayyiz dianggap sah. Oleh karena itu, sejak kecil anak-anak harus dilatih berpuasa, sehingga pada saat memasuki masa baligh, ia telah terbiasa melaksanakannya.
Pada saat anak sudah mumayyiz, orang tua wajib mengenalkannya perihal Nabi Muhammad SAW, seperti soal kapan dan di mana beliau dilahirkan, meninggal, dan dikebumikan.
Bila anak sudah mumayyiz namun belum mencapai usia 7 tahun, maka orang tua hanya disunahkan untuk mengajarkan dan memerintahkan hal-hal tersebut, bukan diwajibkan.
Apa Itu Metode Tamyiz?
Metode tamyiz adalah cara mempelajari bahasa Arab, khususnya ilmu nahwu dan sharaf. Pengertian ini berbeda dari tamyiz yang berkaitan dengan perkembangan kemampuan anak yang berhubungan dengan kewajibannya sebagai umat Islam.
Metode tamyiz biasanya diajarkan di SD/MI dan pemula yang memang sudah bisa membaca Al-Qur’an. Tujuan diterapkannya metode ini adalah agar seseorang bisa lebih menguasai Al-Qur’an dan tak jarang kitab kuning juga.
Metode tamyiz mengajarkan struktur bahasa terkecil dahulu yakni ‘kata’, kemudian baru susunan ‘dua kata’ dan seterusnya hingga membentuk ‘kalimat’. Metode ini juga mengajarkan hal yang paling kecil dulu yakni ‘huruf’.
***
Ketika anak sudah tamyiz artinya Parents harus mengenalkannya pada tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang muslim, contohnya salat dan puasa Ramadan.
Meski anak yang sudah tamyiz namun belum baligh belum wajib puasa, namun jika ia menunaikannya maka ia akan mendapat pahala dan puasanya dianggap sah.
Saat anak sudah tamyiz, Parents perlu membiasakannya melakukan kewajiban dalam Islam seperti puasa dan salat agar saat baligh Si Kecil sudah terbiasa melaksanakan tanggung jawabnya sebagai muslim.
Semoga informasi ini bermanfaat, Parents.
Baca Juga:
Ajarkan Si Kecil Sejak Dini, Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Jumat
Mengajak balita shalat Tarawih di Masjid, ini tipsnya agar anak tak rewel
8 Tips Mendidik Anak Perempuan Muslim Sesuai Ajaran Rasulullah SAW
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.