TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Kisah Survivor Kanker Payudara, "Saat Berhasil Melaluinya, Kehidupan Kita Naik Level"

Bacaan 4 menit
Kisah Survivor Kanker Payudara, "Saat Berhasil Melaluinya, Kehidupan Kita Naik Level"

"Rasanya kayak mimpi. Aduh, dokter, aku harus ngapain?" kata Ajeng Stephanie.

Kanker payudara memang masih menjadi momok menakutkan. Tak jarang, stigma negatif disematkan pada mereka penyandang kanker. Namun, nyatanya tidak sedikit survivor kanker payudara justru mampu mematahkan stigma yang selama ini melekat.

Nah, salah satu sosok yang sangat inspiratif adalah perempuan cantik bernama Ajeng Stephanie. Saat melihat atau bertemu dengannya, mungkin Parents tak akan menyangka jika Ajeng adalah seorang survivor kanker payudara. Raut wajahnya segar, ceria, dan memancarkan aura positif.

Lantas, seperti apa perjalanan Ajeng Stephanie berjuang melawan kanker payudara? Apa pula yang bisa menguatkan dirinya melalui fase berat dalam kehidupan? Simak penuturannya berikut ini.

Artikel terkait: Menduga saluran ASI tersumbat, ternyata Busui ini alami kanker payudara stadium 4

Kisah Survivor Kanker Payudara

Awal Mula Terdiagnosis Kanker

survivor kanker payudara

Ajeng Stephanie menceritakan bahwa dirinya pertama kali terdiagnosis kanker tak lama setelah fase menyusui dan berencana akan menyapih anaknya.

“Awalnya itu, setelah 4 tahun menyusui dan sudah mau masuk masa-masa menyapih anak, aku menemukan ada benjolan di payudara. Aku pikir itu kelenjar ASI (yang membengkak), tapi, kok, satu minggu enggak ilang-ilang, gitu,” kisah Ajeng dalam sesi IG Live N’Pure bersama Komunitas Love Pink Indonesia.

Setelah itu, Ajeng mulai mencari tahu lebih jauh lewat internet soal benjolan yang ia miliki. Namun bukannya mendapat jawaban, ia malah dibuat bingung.

Kisah Survivor Kanker Payudara, Saat Berhasil Melaluinya, Kehidupan Kita Naik Level

“Ini apaan, semakin cari tahu makin bingung. Yang satu bilang ini kelenjar ASI, yang satu bilang ini arah ke kanker, halah pusing!” ujarnya.

Atas saran dari sang suami, Ajeng kemudian memutuskan untuk langsung memeriksakan diri ke dokter. 

“Akhirnya aku USG, di situ kelihatan banget bentuk benjolannya kayak awan,” bebernya lagi.

Dokter pun langsung mengarahkan Ajeng untuk melakukan biopsi payudara lantaran benjolan tersebut dicurigai mengarah ke keganasan atau kanker. Benar saja, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Ajeng positif kanker payudara.

Artikel terkait: 13 Hal Yang Bisa Menyebabkan Kanker Payudara

Sabar Menjalani Operasi Pengangkatan Payudara, Kemoterapi, hingga Radioterapi

survivor kanker payudara

Bagai disambar petir, Ajeng Stephanie jelas terkejut dengan diagnosis dokter. Apalagi menurutnya, selama ini ia tidak merasakan sakit sama sekali.

“Rasanya kayak mimpi. Aduh, dokter, aku harus ngapain? Bingung,” kata Ajeng mengenang reaksinya saat pertama kali terdiagnosis kanker payudara.

Dokter pun menyarankan tindakan pengangkatan jaringan payudara, yang dalam istilah medis dikenal dengan sebutan mastektomi. Kemudian dilanjutkan dengan 6 kali kemoterapi dan 16 kali radioterapi.

Setelah semua rangkaian pengobatan itu dilalui Ajeng, kondisi kesehatannya berangsur pulih dan terkontrol.

Kisah Survivor Kanker Payudara, Saat Berhasil Melaluinya, Kehidupan Kita Naik Level

“2019 itu kanker aku masih terkontrol. Tapi Maret 2020, again, aku ngerasain ada benjolan lagi. Karena sudah enggak ada di kanan, sekarang pindah ke kiri. Oh my God!” serunya.

Lagi-lagi ia harus mengulangi rangkaian treatment yang sama, tetapi dengan durasi yang lebih panjang.

“Aku harus mengulang semua treatment itu. Tapi sekarang lebih panjang, 16 kali kemoterapi terus 30 kali radiasi. Jadi, aku total keseluruhan ada 22 kali kemo dan 46 kali radiasi,” terang Ajeng.

“Aduh, heboh. Makanya, aku bilang ini sebutannya beauty treatment atau perawatan kecantikan kita, jadi biar enggak menakutkan, gitu,” Ajeng tertawa.

Artikel terkait: 10 Makanan Ini Bantu Cegah Kanker Payudara, Terbukti Secara Ilmiah

Pentingnya Dukungan Keluarga dan Komunitas bagi Survivor Kanker Payudara

survivor kanker payudara

Setelah semua proses panjang yang harus ia lalui, beruntung Ajeng bisa merasa sehat kembali.

“Puji Tuhan, sampai sekarang masih remisi, ya, artinya kankernya masih terkontrol. Tinggal mengelola hidup baik saja,” kata Ajeng.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kanker bukanlah akhir dari kehidupan.

“Saat kita berhasil melaluinya, kehidupan kita rasanya naik tingkat. Memang tantangan banget, ya, ngadepin cancer,” akunya.

Cerita mitra kami
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Butuh Penanganan Cepat Saat Anak Terus Muntah dan Lemas? Dokter Spesialis Anak Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Jakarta Selatan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Si Kecil Mual Muntah Berulang? Tak Perlu Cemas, Dokter Spesialis Anak Selalu Ada 24 Jam di Mayapada Hospital Kuningan
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Bukan Hanya Gigitan - Biaya Tersembunyi Demam Berdarah untuk Keluarga di Indonesia
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya
Kaum Sweet Tooth, Jangan Sampai Diabetes! Kenali Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya

Syukurnya lagi, selalu ada orang-orang terkasih yang memberikan support dan semangat saat Ajeng harus berjuang melawan penyakitnya.

Kisah Survivor Kanker Payudara, Saat Berhasil Melaluinya, Kehidupan Kita Naik Level

“Anak-anak itu alasan utama (untuk sembuh), terus baru suami. Tentunya juga seluruh keluarga dan teman-teman yang memberi dukungan,” bebernya.

Selain itu, yang tak kalah penting menurut Ajeng adalah dukungan dari komunitas. Sebab melalui komunitas, ia bisa saling menguatkan dengan sesama survivor kanker payudara lainnya.

“Kebetulan aku tergabung di Love Pink Indonesia, jadi aku, tuh, merasa enggak sendiri. Rangkaian treatment seperti kemo yang berat banget itu jadi terasa lebih ringan,” pungkasnya.

Untuk Parents ketahui, Love Pink Indonesia adalah organisasi nirlaba yang berfokus pada kegiatan sosialisasi deteksi dini kanker payudara dengan cara SADARI (Periksa Payudara Sendiri), SADANIS (Periksa Payudara Secara Klinis), serta pendampingan bagi sesama perempuan survivor kanker payudara.

Baca juga:

Deteksi kanker payudara lewat mamografi, begini cara pemeriksaannya. Benarkah menyakitkan?

Kabar Gembira! Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks Kini Ditanggung BPJS

Anak gadis Anda menstruasi dini? Waspada kanker payudara

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

  • Halaman Depan
  • /
  • Penyakit
  • /
  • Kisah Survivor Kanker Payudara, "Saat Berhasil Melaluinya, Kehidupan Kita Naik Level"
Bagikan:
  • 3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

    3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

  • Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

    Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

  • Kenali Ciri dan Gejala Tipes pada Anak Beserta Cara Mengatasinya

    Kenali Ciri dan Gejala Tipes pada Anak Beserta Cara Mengatasinya

  • 3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

    3 Ciri Flu Singapura Sudah Sembuh yang Terlihat Jelas

  • Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

    Parents Perlu Waspada, Ini 12 Ciri-Ciri Demam Berbahaya pada Bayi

  • Kenali Ciri dan Gejala Tipes pada Anak Beserta Cara Mengatasinya

    Kenali Ciri dan Gejala Tipes pada Anak Beserta Cara Mengatasinya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti