Penyebab Kematian Nomor 1 di Indonesia, Kenali Gejala Penyakit Stroke!

Jadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia, seperti apa gejala dan faktor risiko stroke? Baca penjelasannya di sini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Adakah Parents atau kerabat terdekat yang pernah mengalami penyakit stroke?

Belum lama ini, pemerhati anak, Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto, mengungkap bahwa dirinya mengalami stroke ringan dan aritmia (gangguan irama jantung).

Untungnya, kondisi Kak Seto saat ini sudah stabil setelah sebelumnya sempat dilarikan ke UGD.

“Setelah ditangani dokter, dijelaskan bahwa semua organ vital masih berfungsi dengan baik,” tulisnya lewat akun Instagram.

Perlu Parents tahu, stroke merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai.

Merujuk pada riset kesehatan dasar yang dihelat oleh Kementerian Kesehatan RI pada 2013, terdapat lebih dari 12 juta penduduk Indonesia menderita stroke.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, provinsi Sulawesi Selatan menempati persentase terbesar penderita.

Fakta lain, stroke juga bisa dialami bayi dan menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia, yakni 15% kematian di Indonesia diakibatkan oleh stroke iskemik, yakni stroke yang disebabkan penyumbatan. 

Menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia, yuk kenali tentang penyakit stroke di bawah ini!

Artikel Terkait: Ciri-ciri Stroke pada Anak, Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasinya?

Apa Itu Stroke?

Stroke adalah kondisi ketika pasokan darah menuju otak terganggu akibat adanya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Bayangkan jika darah tidak mengalir dengan lancar, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi sehingga sel otak juga akan mati.

Ketika sebagian area otak tersebut mati, otomatis tubuh yang dikendalikan oleh otak tidak mampu berfungsi dengan baik.

Bahkan, otak dapat mati sepenuhnya hanya dalam hitungan menit.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Untuk itu, penting bagi Anda menangani stroke ini dengan tepat dan cepat agar kerusakan otak dapat diminimalisasi.

Apa Penyebab Stroke?

Mengutip Mayo Clinic, berikut hal yang menjadi penyebab dan meningkatkan risiko seseorang terkena stroke:

  • Tekanan darah tinggi atau hipertensi, yaitu melebihi 140/90 mmHg
  • Kebiasaan merokok
  • Jenis penyakit jantung tertentu serta penyumbatan pembuluh darah arteri oleh lemak
  • Penderita diabetes mengalami risiko stroke lebih tinggi
  • Berat badan berlebihan
  • Efek samping obat tertentu (obat pengencer darah, obat terapi hormon, dan pengontrol kehamilan)
  • Usia, risiko meningkat setelah usia seseorang menginjak 55 tahun
  • Riwayat stroke dalam keluarga
  • Jenis kelamin, umumnya perempuan rentan terserang saat usia lanjut sehingga pemulihan lebih sulit
  • Ras tertentu lebih rentan yaitu Asia Selatan, Afrika, dan Karibia

Artikel Terkait: 5 Gejala stroke ringan pada perempuan ini masih sering diabaikan

Apa Saja Gejala Stroke?

Berikut ini beberapa gejala stroke yang harus diwaspadai:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan
  • Mendadak kesulitan berbicara dan memahami apa yang dikatakan orang lain
  • Kelumpuhan atau mati rasa di area wajah, tangan, atau kaki. Kondisi ini biasanya sering memengaruhi salah satu sisi tubuh saja
  • Mulut cenderung miring ketika tersenyum
  • Masalah penglihatan pada kedua mata seperti tiba-tiba kabur, gelap, atau melihat sesuatu ganda
  • Sakit kepala parah yang disertai muntah bahkan hilang kesadaran
  • Sulit berjalan dan hilang keseimbangan

Bisakah Penyakit Stroke Dicegah?

Mengingat dampaknya terhadap kehidupan dan aktivitas sehari-hari, waktu adalah kunci berharga bagi penderita stroke mendapatkan perawatan. Namun, bukan berarti stroke tidak bisa dicegah.

Penyakit stroke tentunya bisa dicegah. Dokter merekomendasikan pola hidup sehat untuk menghindari risiko stroke, antara lain:

1. Perhatikan Tekanan Darah Tinggi

Seperti diinfokan sebelumnya, tekanan darah tinggi membuat risiko seseorang menderita stroke meningkat.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Jadi, sebisa mungkin cermati tekanan darah tinggi agar risiko stroke dapat dicegah

2. Pilih Makanan dengan Cermat

Konsumsilah makanan kaya gizi dan hindari makanan tidak sehat, utamanya makanan yang mengandung kolesterol tinggi dan lemak jenuh.

Penumpukan kolesterol dan lemak jahat akan menyumbat arteri sehingga mengarah pada stroke

2. Hindari Rokok

Bagi perokok, perjuangkan untuk Anda berhenti merokok agar risiko terkena stroke dapat berkurang

3. Tekan Risiko Diabetes

Karena diabetes disebabkan gula darah tinggi kurangi mengonsumsi makanan atau minuman manis supaya gula darah terus ideal

4. Atur Berat Badan Tetap Ideal

Tetap bergerak aktif dan luangkan waktu untuk berolahraga setiap minggunya

5. Konsumsi Buah dan Sayuran

Diet sehat membantu yaitu dengan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran setiap harinya.

Misalnya, diet Mediterania yang mengedepankan konsumsi minyak zaitun, buah, kacang-kacangan, sayuran, dan gandum sebagai konsumsi harian

6. Rutin Olahraga

Tidak harus yang berat, pilih olahraga favorit untuk mengisi waktu luang selama 30 menit.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Sebut saja aerobik, jalan santai, lari pagi, berenang, atau bersepeda.

Berolahraga menyehatkan karena meningkatkan kolesterol baik sekaligus menjaga pembuluh darah serta jantung tetap sehat

7. Obstructive Sleep Apnea

Terapi ini besar kemungkinan akan direkomendasikan bagi Anda yang mengalami gejala OSA, yaitu gangguan tidur yang membuat seseorang berhenti bernapas dalam waktu singkat berulang kali selama tidur.

Dalam prosesnya, dokter memberikan perangkat masker demi menjaga jalan napas tetap terbuka saat tidur

Artikel Terkait: Selain Ashraf Sinclair, ini 7 artis tanah air yang meninggal akibat serangan jantung

Apa Saja Obat yang Bisa Menyembuhkan Stroke?

Di samping langkah di atas, di sisi medis dokter akan memberikan obat sebagai pencegahan stroke bertambah parah. Obat stroke yang biasanya diberikan di antaranya:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

1. Obat Anti-platelet

Obat ini membuat sel-sel trombosit tidak terlalu lengket dan kecil kemungkinannya untuk menggumpal.

Obat antiplatelet yang paling umum digunakan adalah aspirin.

Dokter juga akan mempertimbangkan untuk meresepkan Aggrenox, kombinasi aspirin dosis rendah dan obat anti-platelet dipyridamole untuk mengurangi risiko pembekuan darah.

2. Antikoagulan

Antikoagulan atau obat untuk pembekuan darah.

Bernama heparin, jenis yang bekerja cepat dan dapat digunakan untuk jangka pendek di rumah sakit.

Ada juga warfarin yang bekerja lebih lambat sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang

3. Obat Pengencer Darah

Biasanya tersedia untuk mencegah stroke pada golongan orang berisiko tinggi.

Golongan obat ini antara lain dabigatran (Pradaxa), rivaroxaban (Xarelto), apixaban (Eliquis), dan edoxaban (Savaysa).

Obat-obatan ini juga dikaitkan dengan risiko komplikasi perdarahan yang lebih rendah.

Artikel Terkait: Mengejutkan, Riset Ungkap Waktu Rentan Seseorang Terserang Stroke

Semoga informasi terkait dengan penyakit stroke ini bermanfaat ya, Parents.

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala mencurigakan agar penanganan tepat dapat dilakukan.

***

Baca Juga:

Mulai Sekarang Saja, Lakukan 5 Kebiasaan Baik untuk Menjaga Kesehatan Keluarga di Rumah

Jangan Disepelekan, Ini 8 Gejala Stroke Ringan pada Perempuan

Cegah risiko penyakit jantung dengan membatasi 9 jenis makanan ini!