Bayi baru lahir juga bisa terserang stroke! Bisakah dihindari?

Bayi baru lahir juga bisa terserang stroke! Bisakah dihindari?

Dari setiap 4000 kelahiran, setidaknya ada 1 kasus stroke pada bayi.

Proses persalinan ternyata cukup berat bagi otak bayi. Perubahan sirkulasi darah saat dilahirkan bisa menyebabkan stroke pada bayi baru lahir.

Tentu sebagai orangtua, Anda bertanya-tanya bagaimana stroke ini akan memengaruhi perkembangan otak bayi baru lahir.

Stroke pada bayi: Apakah umum terjadi?

stroke pada bayi baru lahir

Stroke perinatal pada bayi baru lahir terjadi pada 1 dari 4000 kelahiran. Biasanya stroke terjadi sebelum, selama, dan sesudah persalinan.

Sayangnya, tidak ada gejala yang mengindikasikan bayi baru lahir telah menderita stroke.

Meski terdengar menakutkan, tetapi masih ada harapan, Bun! Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Georgetown University Medical Center mengungkap bahwa stroke pada bayi baru lahir mungkin tidak memiliki dampak jangka panjang.

Artikel terkait: Ibu ini Sembuh Setelah Alami 3 Kali Serangan Stroke Saat Hamil

Stroke pada bayi memengaruhi otak: Haruskah khawatir?

Penelitian tersebut mempelajari 12 orang dari kelompok usia 12 dan 25 tahun yang pernah mengalami stroke perinatal otak kiri pada saat kelahiran. Bagian kiri otak adalah tempat bahasa tersimpan.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa mereka semua menggunakan sisi kanan otak untuk bahasa. Ditambah lagi, mereka semua memiliki keterampilan linguistik normal dan kemampuan kognitif dasar yang amat bagus.

Anehnya, wilayah otak kanan mereka terkait bahasa seolah seperti bayangan cermin dari otak kiri mereka.

stroke pada bayi - sisi otak yang terpengaruh

Jadi, hampir 10 – 20 tahun kemudian ditemukan bahwa bayi yang menderita stroke di bagian otak kiri akhirnya menggunakan bagian otak kanan untuk bahasa.

Sementara stroke bayi baru lahir seringkali tidak memberi efek jangka panjang pada otak, hal itu tetap saja memberi sedikit pengaruh, misalnya sedikit lemas dan pemrosesan saraf lebih lambat. Mereka juga menjadi pengguna tangan kiri dominan karena fungsi tangan kanannya terganggu.

Stroke pada bayi baru lahir menyerang otak: Apa pendapat ahli tentang hal ini?

Menurut Elisa Newport, PhD, yang memimpin penelitian ini, temuan ini menunjukkan bagaimana fungsi otak bayi bekerja. Elisa merupakan profesor neurologi di Georgetown University School of Medicine sekaligus direktur Center of Brain Plasticity and Recovery di Georgetown University dan MedStar National Rehabilitation Network.

“Otak bayi masih mudah dibentuk. Artinya, mereka bisa memindahkan kemampuan bahasa ke bagian otak yang sehat. Kami percaya ada paksaan yang cukup kuat sehingga fungsi otak dapat direlokasi,” ujar Elisa.

“Ada daerah yang sangat spesifik yang mengambil alih ketika bagian otak terluka, tergantung pada fungsi tertentu. Setiap fungsi, seperti kemampuan bahasa atau spasial, memiliki wilayah tertentu yang dapat mengambil alih jika daerah otak utamanya terluka.”

“Temuan ini sangatlah penting dan mungkin berdampak pada rehabilitasi pasien stroke dewasa.”

Bunda, bukankah kita juga memiliki kemampuan beradaptasi yang baik seperti bayi? Jadi, meski buah hati Anda mengalami stroke, tidak perlu panik.

Bayi Anda sangat mungkin untuk tumbuh normal sama seperti anak-anak seusianya.

 

*Artikel disadur dari theAsianparent Singapura.

Baca juga:

Tangisan dan Amukan Anak Ternyata Salah Satu Penyebab Stroke

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner