8 Gejala Penyakit Chikungunya pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Waspada, nyeri otot dan sendi pada ibu hamil bisa jadi tanda penyakit chikungunya. Ketahui gejala lainnya di sini!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Penyakit chikungunya bisa terjadi pada ibu hamil. 

Bunda mungkin sudah tak asing lagi mendengar penyakit chikungunya yang juga dikenal sebagai flu tulang.

Seperti halnya demam berdarah dengue dan malaria, penyakit ini bisa menular melalui perantara vektor atau lewat gigitan nyamuk.

Artikel terkait: Sebabkan Bayi Lahir Mati atau Stillbirth, Ini 5 Infeksi Kehamilan yang Perlu Diwaspadai

Apa Itu Chikungunya?

Chikungunya adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus chikungunya yang menyebar lewat gigitan nyamuk.  

Nyamuk perantaranya biasanya Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang telah terinfeksi

Oleh karena itu, jangan heran jika seseorang dapat terinfeksi Chikungunya dan DBD dalam waktu yang bersamaan.

Biasanya, infeksi yang disebabkan karena virus chikungunya ini seringkali menyebabkan nyeri otot. Penyakit ini pun bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang golongan usia dan jenis kelamin.

Artinya, ibu hamil pun berisiko mengalaminya, sehingga penting bagi ibu hamil untuk peka terhadap berbagai gejala yang ditunjukkan.

Apa Gejala Penyakit Chikungunya pada Ibu Hamil?

Beberapa gejala chikungunya yang dirasakan pada ibu hamil biasanya berupa nyeri sendi dan otot, demam, nyeri di bagian punggung, hingga munculnya ruam. Berikut penjelasan lengkapnya:

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

1. Nyeri Sendi dan Otot

Rasa nyeri pada persendian dan otot merupakan ciri khas dari penyakit chikungunya.

Pergelangan kaki, sendi siku dan pergelangan tangan, akan terasa sangat sakit, terutama di pagi hari.

Rasa sakitnya ini bisa bertahan selama seminggu atau lebih dari sebulan. Terkadang terjadi juga pembengkakan di sekitar persendian.

2. Demam

Waspada bila Bunda mengalami nyeri otot disertai dengan demam.

Nyatanya, kondisi ini juga menjadi salah satu ciri khas chikungunya yang lain dan perlu diwaspadai.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Umumnya, demam yang dirasakan akan terjadi berulang, dengan suhu tinggi bisa mencapai 40 derajat celcius.

3. Sakit Kepala

Gejala lain yang harus diwaspadai ialah sakit kepala yang sangat terasa.

Infeksi virus ini memang biasanya disertai dengan sakit kepala yang sangat sulit untuk ditahan.

4. Nyeri di Daerah Punggung Bawah

Selain nyeri otot, nyeri juga akan bisa dirasakan di bagian tubuh lainnya seperti di punggung bawah.

5. Menggigil

Ibu hamil yang terinfeksi bisa mengalami kedinginan yang sangat intens, walau kondisi udara tidak terlalu dingin.

Kondisi ini mirip seperti demam dan gejala pada malaria.

6. Mual dan Muntah

Berbagai gejala fisik di atas juga biasanya akan diikuti oleh mual dan muntah. Kondisi ini bisa terjadi secara berulang dalam beberapa waktu.

7. Ruam

Tanda khas lain yang mungkin terjadi ialah ruam pada kulit di beberapa bagian mana pun.

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Biasanya juga kondisi ini akan diikuti dengan nyeri sendi dan pembengkakkan.

8. Kelelahan

Seluruh gejala di atas biasanya juga akan diikuti kelelahan yang terus menerus dirasakan.

Hal ini karena infeksi dari virus cenderung menyerap banyak energi dari tubuh.

Artikel Terkait: Penyebab Perut Kencang Saat Hamil di Tiap Trimester, Wajib Tahu!

Bagaimana Cara Mengatasi Chikungunya pada Ibu Hamil?

Sebenarnya, infeksi chikungunya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih seminggu. Untuk meredakan gejala dan meningkatkan kekebalan tubuh, berikut ini cara mengatasi chikungunya pada ibu hamil:

  • Lakukan kompres dingin untuk mengurangi nyeri sendi dan pembengkakan
  • Konsumsi jahe untuk meningkatkan kekebalan, meredakan rasa sakit dan demam
  • Rendam bagian tubuh yang nyeri dengan garam Epsom untuk menghilangkan rasa sakit
  • Minum susu dicampur kunyit untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh dan penyembuhan yang lebih cepat
  • Rutin minum air putih setidaknya 2 liter per hari
  • Istirahat total. Pastikan cukup tidur selama 6-8 jam per hari
  • Konsumsi banyak protein, sayur, dan buah-buahan.

Meski begitu, mengingat kondisi setiap individu berbeda-beda, Bunda sebaiknya konsultasikan ke dokter saat mengalami gejala chikungunya agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Apakah Chikungunya Berbahaya Bagi Ibu Hamil?

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

Infeksi chikungunya pada ibu hamil memang tidak berbahaya tapi perlu segera ditangani dan diobservasi. Pasalnya, meski kemungkinannya kecil, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi kehamilan terutama saat Bunda terinfeksi di trimester tiga kehamilan sebelum persalinan.

Seperti menurut dr. Rara Agung Rengganis mengutip laman Alodomedika, ibu hamil dengan infeksi chikungunya terutama di trimester akhir memang perlu perhatian khusus.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di National Library of Medicine, pada sebagian kasus yang dirawat di rumah sakit pada penelitian ini dapat terjadi sepsis akibat infeksi juga sebagian KECIL memperlihatkan resiko terjadinya komplikasi pada proses kelahiran. 

Komplikasi tersebut meliputi ketuban pecah dini, IUGR, pre-eklampsia, kelahiran prematur, serta perdarahan pasca persalinan.

“Meskipun demikian, tidak dilaporkan adanya kasus kematian. Sehingga hal yang cukup penting dilakukan adalah observasi dan follow-up berkala sehingga dapat mencegah terjadinya kompikasi yang mungkin dapat terjadi,” tulis dr. Rara. 

Artikel Terkait: Penyakit Lyme pada Ibu Hamil, Kenali Gejala dan Bahayanya!

Bagaimana Cara Mencegah Chikungunya saat Hamil?

Sejauh ini belum ada vaksin untuk mencegah penyakit Chikungunya di Indonesia, khususnya untuk ibu hamil. Maka itu, cara mencegah infeksi chikungunya saat hamil pada dasarnya sama dengan mencegah DBD dan malaria, yaitu:

  • Mengubur barang-barang bekas, jangan sampai ada tempat penampungan air bersih yang bisa jadi tempat nyamuk berkembang biak
  • Minimalisasi pakaian yang menggantung
  • Fogging secara rutin
  • Kenakan pakaian katun yang longgar dan tertutup untuk menutupi lengan dan kaki
  • Tidur dan bersantai di tempat dengan sirkulasi udara yang baik, atau memiliki AC

Semoga bermanfaat, ya, Parents!

Loading...
You got lucky! We have no ad to show to you!
Iklan

***

Baca Juga:

Sering Tak Disadari, Waspada Tanda Janin Meninggal dalam Kandungan

Catat! Ini Tanda-tanda Kehamilan saat Sudah Menggunakan KB Implan

Waspada penyakit DBD saat hamil, bisa mengakibatkan kematian janin

Penulis

nisya