5 Infeksi kehamilan yang bisa sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, hati-hati!

5 Infeksi kehamilan yang bisa sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, hati-hati!

Infeksi kehamilan rentan terjadi. Kenali beberapa jenis infeksi saat hamil dan langkah pencegahannya berikut ini, Bumil!

Infeksi kehamilan dinilai rentan terjadi. Pasalnya, saat hamil biasanya terjadi perubahan hormon yang dapat menekan sistem imun di dalam tubuh. Hal tersebut pada akhirnya membuat tubuh menjadi mudah lelah dan menyebabkan  bumil berisiko risiko mengalami infeksi yang disebabkan virus atau pun bakteri.

Kondisi ibu hamil yang mengalami infeksi tentunya sangat meresahkan. Hal ini lantaran bisa memengaruhi kesehatan bayi dalam kandungan.

Dilansir dari laman Alodokter, ada beberapa infeksi yang terjadi pun bisa ditularkan oleh ibu hamil ke bayi sejak dalam kandungan melalui plasenta. Bahkan, ada juga yang justru ditularkan saat proses persalinan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, maka Bunda juga rentan mengalami komplikasi kehamilan. Misalnya, risiko persalinan prematur hingga kondisi bayi lahir mati atau stillbirth.

infeksi kehamilan

Artikel terkait: Jangan salah! Keguguran dan stillbirth tidak sama, ini perbedaan dan cara mencegahnya

Beberapa infeksi kehamilan yang dapat membahayakan kesehatan bayi

Infeksi bakteri merupakan salah satu jenis infeksi yang paling sering menyebabkan bayi lahir mati atau stillbirth. Sebuah kondisi di mana bayi meninggal dalam kandungan setelah kehamilan sudah berusia di atas 28 minggu.

Pada dasarnya, infeksi yang terjadi selama kehamilan juga bisa berbahaya bagi kesehatan janin secara keseluruhan.

Agar Bunda lebih paham, berikut beberapa infeksi yang rentan terjadi pada ibu hamil dan dapat membahayakan kesehatan janin, yakni:

  • Bacterial vaginosis (BV)

Bacterial vaginosis juga termasuk ke dalam infeksi bakteri. Ini merupakan jenis infeksi yang dapat menyerang vagina. Biasanya dipengaruhi atau disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan.

Gejala infeksi ini meliputi keputihan tidak normal yang berbau, nyeri saat buang air kecil, hingga merasa gatal berlebih pada vagina.

Apabila tidak mendapat penanganan yang tepat, maka bakteri atau kuman bisa menyebar dari vagina ke rahim kemudian menginfeksi bayi. Keadaan inilah yang dapat menyebabkan bayi lahir prematur, lahir dengan berat rendah, hingga keadaan bayi lahir mati.

  • Infeksi Streptococcus grup B (GBS)

infeksi kehamilan

 

Merupakan jenis infeksi bakteri yang kerap menyerang vagina pada perempuan hamil atau pun menyerang anusnya.

Streptococcus grup B atau strep B merupakan jenis bakteri yang sebenarnya sudah sangat umum bermukim dalam tubuh. Namun, saat tubuh mengalami infeksi jenis bakteri tersebut, maka hal ini juga dapat menyebabkan infeksi kandung kemih dan infeksi rahim.

Ibu hamil yang terkena infeksi streptococcus grup B (GBS) dapat menularkan infeksi pada janin melalui aliran darah di plasenta saat persalinan. Efek penularan tersebut dinilai sangat berbahaya bagi nyawa bayi yang baru lahir.

Apabila kasus infeksi sudah mencapai tahap serius, maka GBS yang terjadi selama kehamilan dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan. Misalnya, keguguran, meningitis, sepsis, pneumonia, hingga bayi lahir mati.

Namun, kasus ini sebenarnya jarang terjadi. Dan risiko infeksi pada bayi juga terbilang kecil. Perbandingannya sekitar 1 di antara 2.000 kasus paparan infeksi saat hamil yang dapat menyebabkan atau menularkan infeksi strep B ini pada bayi.

Meski demikian, kondisi GBS ini tetap saja tidak boleh diabaikan. Bunda disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin, terlebih lagi jika merasa ada yang salah pada kehamilan.

Untuk mendeteksi paparan infeksi ini, pemeriksaan dapat mulai dilakukan di usia kehamilan 35 – 37 minggu.

  • Sifilis Kongenital

infeksi kehamilan

Merupakan suatu infeksi serius yang bisa berdampak mematikan pada bayi baru lahir. Saat ibu hamil terinfeksi treponema pallidum ini, maka bakteri tersebut juga bisa ditularkan kepada bayi dalam kandungan melalui plasenta.

Berdasarkan pemaparan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sifilis yang terjadi selama kehamilan merupakan penyebab kedua terbanyak yang bisa menyebabkan beberapa masalah kehamilan. Seperti bayi lahir mati, bayi lahir prematur, berat bayi lahir rendah, hingga infeksi pada bayi baru lahir.

Artikel terkait: Infeksi ini sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, Bumil wajib waspada!

5 Infeksi kehamilan yang bisa sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, hati-hati!

  • Rubella

Dikenal juga sebagai campak Jerman. Merupakan jenis infeksi yang paling membahayakan janin. Jenis infeksi ini sebenarnya bisa dicegah oleh imuniasi MMR. Namun, jenis vaksin ini tidak bisa diberikan selama kehamilan. Maka, Bunda pun disarankan untuk melakukan vaksinasi sebelum merencanakan kehamilan.

  • Toksoplasmosis

Merupakan jenis infeksi yang ditularkan melalui tinja kucing. Oleh karena itu, bagi Bunda yang memiliki hewan peliharaan terutama kucing, disarankan untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, beberapa hewan peliharaan juga dapat membawa bakteri yang dapat membahayakan kesehatan bayi dalam kandungan.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan

5 Infeksi kehamilan yang bisa sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, hati-hati!

 

Infeksi kehamilan bisa dicegah melalui beberapa cara sebagai berikut:

  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas. Seperti sebelum makan, sesudah dari toilet, sebelum dan sesudah memotong daging mentah, dan setelah bermain dengan anak-anak.
  • Upayakan untuk tidak mengonsumsi daging atau pun telur mentah dan setengah matang saat hamil.
  • Hindari mengonsumsi produk susu yang belum dipasteurisasi.
  • Pastikan mendapatkan vaksinasi yang penting untuk kehamilan. Misalnya, vaksin hepatitis, meningitis, dan tetanus. Lakukan juga vaksin yang perlu dilakukan sebelum merencanakan kehamilan seperti vaksin MMR.
  • Bagi Bunda yang memelihara binatang peliharaan terutama kucing, hindari membersihkan kotorannya secara langsung. Dan upayakan untuk tidak bersentuhan langsung dengan hewan peliharaan terlebih dahulu selama kehamilan.
  • Sebaiknya hindari berbagi peralatan makan dengan orang lain untuk menghindari tertularnya virus penyakit.
  • Hindari lingkungan dengan tingkat polusi tinggi, serta hindari paparan asap rokok.

5 Infeksi kehamilan yang bisa sebabkan bayi lahir mati atau stillbirth, hati-hati!

Artikel terkait: Cegah stillbirth, ini posisi tidur saat hamil tua yang aman untuk Bumil

Infeksi kehamilan tersebut memang sangat berbahaya, bisa menyebabkan beberapa komplikasi kehamilan termasuk keadaan bayi lahir mati. Namun, infeksi masih bisa dicegah dengan baik, kok, Bun. Asalkan, Bunda menjalankan pola hidup sehat dan mendapat imunisasi lengkap selama kehamilan.

Apabila Bunda merasa ada yang salah dengan kesehatan selama hamil, maka jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter, ya. Rutin berkonsultasi ke dokter dapat membantu Bunda untuk mendeteksi dini permasalahan pada kehamilan dan mendapat pemeriksaan yang tepat.

Semoga bermanfaat!

***

Referensi: Alodokter, Hello Sehat

Baca juga:

Gejala Endometritis, infeksi rahim pasca melahirkan yang perlu diwaspadai

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner