TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Ramadan MomTAP
  • Event
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Ramadan MomTAPRamadan MomTAP
  • EventEvent
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Fakta Bahan Tambahan Pangan (BTP), Amankah Dikonsumsi?

Bacaan 4 menit
Fakta Bahan Tambahan Pangan (BTP), Amankah Dikonsumsi?

Bahan tambahan pangan lazim ditemukan dalam komposisi makanan kemasan.

Apakah Parents membaca label makanan kemasan sebelum mengonsumsinya? Dalam makanan kemasan, Parents akan menemukan adanya Bahan Tambahan Pangan (BTP) di dalam daftar komposisi makanan tersebut.

Sebenarnya apa itu BTP dan amankah untuk dikonsumsi? Berikut adalah penjelasannya dari pakar ahli gizi yang menarik untuk disimak.

Daftar isi

  • Mengenal Bahan Tambahan Pangan
  • Amankah Bahan Tambahan Pangan (BTP) Dikonsumsi?
  • Pentingnya Membaca Label Kemasan Makanan

Mengenal Bahan Tambahan Pangan

Perlu Parents ketahui bahwa bahan tambahan pangan adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan.

Dalam acara diskusi bersama media yang digelar oleh PT Heinz ABC Indonesia (ABC) bertajuk ‘Ngobrol Baik bareng ABC’, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah MS, Ahli Gizi sekaligus Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia menjelaskan, “BTP adalah bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk memengaruhi sifat atau bentuk pangan, sebagai contoh bertujuan untuk mengawetkan pangan, memberikan warna, mencegah tengik, dan meningkatkan rasa (kualitas pangan).”

amankah bahan tambahan pangan untuk dikonsumsi?

Sumber: Freepik

Artikel Terkait: Jangan Sampai Salah, Begini 3 Cara Memilih Makanan Sehat untuk Keluarga

Mengacu kepada peraturan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) RI No. 11 Tahun 2019 mengenai Bahan Tambahan Pangan, yang termasuk ke dalam kategori BTP adalah sebagai berikut:

  • Antibuih (antifoaming agent)
  • Antikempal (anticaking agent)
  • Antioksidan (antioxidant)
  • Bahan Pengkarbonasi (carbonating agent)
  • Garam Pengemulsi (emulsifying salt)
  • Gas untuk Kemasan (packaging gas)
  • Humektan (humectant)
  • Pelapis (glazing agent)
  • Pemanis (sweetener), termasuk Pemanis Alami dan Pemanis Buatan
  • Pembawa (carrier)
  • Pembentuk Gel (gelling agent)
  • Pembuih (foaming agent)
  • Pengatur Keasaman (acidity regulator)
  • Pengawet (preservative)
  • Pengembang (raising agent)
  • Pengemulsi (emulsifier)
  • Pengental (thickener)
  • Pengeras (firming agent)
  • Penguat Rasa (flavour enchancer)
  • Peningkat Volume (bulking agent)
  • Penstabil (stabilizer)
  • Perentensi Warna (colour retention agent)
  • Perlakuan Tepung (flour treatment agent)
  • Pewarna (colour), termasuk pewarna alami dan pewarna sintesis
  • Propelan (propellant)
  • Sekuestran (sequestrant)
  • Perisa (flavouring)

Jika Parents sering memperhatikan label yang ada pada kemasan makanan, mungkin pernah melihat makanan dengan kandungan bahan-bahan yang disebutkan di atas.

Amankah Bahan Tambahan Pangan (BTP) Dikonsumsi?

Fakta Bahan Tambahan Pangan (BTP), Amankah Dikonsumsi?

Sumber: Freepik

Lantaran kemungkinan merasa asing dengan nama bahan tambahan pangan seperti di atas, di antara masyarakat pun timbul keraguan apakah BTP aman untuk dikonsumsi? Seperti contohnya produk yang mengandung pengawet, apakah akan menimbulkan dampak negatif untuk kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi?

Parents tidak perlu khawatir karena faktanya penggunaan BTP dalam makanan kemasan sudah diatur sedemikian rupa agar aman untuk dikonsumsi.

“Penggunaan BTP yang tepat sesuai takaran batas aman akan memberikan manfaat teknologi terhadap kualitas pangan sebagaimana diatur oleh Peraturan BPOM No. 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan,” ungkap Prof. Hardinsyah.

Fakta Bahan Tambahan Pangan (BTP), Amankah Dikonsumsi?

Begitu pula dengan produk-produk dari PT Heinz ABC Indonesia, tentunya sudah memastikan produk mereka aman untuk dikonsumsi setelah melalui pengawasan ketat dari Lembaga yang berwenang sebelum beredar.

“PT Heinz ABC Indonesia selalu berkomitmen untuk memastikan semua bahan bahan baku serta bahan tambahan pangan yang digunakan pada semua produk kami sesuai dengan regulasi yang berlaku yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang,” papar Indra Ishak, Head of R&D, Kraft Heinz Indonesia-Papua Nugini.

Artikel Terkait: Jangan Asal Pilih, Logo Ini Bantu Parents Tentukan Makanan yang Lebih Sehat!

Pentingnya Membaca Label Kemasan Makanan

Fakta Bahan Tambahan Pangan (BTP), Amankah Dikonsumsi?

Sumber: Freepik

Prof. Hardinsyah juga menekankan kepada masyarakat agar lebih awas dengan membaca label pada kemasan makanan. Pada pangan berlabel, produsen diwajibkan untuk mencantumkan senyawa alergen dalam komposisi atau daftar bahan, atau informasi khusus pada label.

Seperti yang kita ketahui, ada segelintir orang yang mengalami alergi atau hipersensitivitas terhadap bahan atau senyawa tertentu. Alergen, yaitu pemicu alergi atau reaksi imunitas sangat umum ditemukan dalam produk pangan olahan dan pangan segar.

Menurut penelitian, 10 juta orang dewasa menderita lebih dari satu jenis alergi. Kemudian, penderita alergi terbanyak adalah anak di rentang usia 6-10 tahun hingga mencapai 34,4% dari total seluruh penderita alergi.

Artikel Terkait: Cara Membaca Label Kemasan Susu Formula yang Perlu Dikuasai Orangtua

Sumber alergen pangan dapat berasal dari kacang, susu, telur, ikan, kerang, gandum, hingga bahan tambahan pangan atau bahan terbuat dari pangan tersebut. Oleh karena itu, pada pangan berlabel produsen diwajibkan untuk mencantumkan senyawa alergen pada komposisi/daftar bahan atau informasi khusus pada label.

Prof. Hardisnyah membagikan cara mudah bagi masyarakat untuk lebih mengenali produk-produk pangan olahan yang hendak dikonsumsi dengan cara cek KLIK, yaitu 4 hal berikut ini;

  • K (kemasan) – Pastikan kemasan produk dalam kondisi baik.
  • L (label) – Baca informasi produk yang tertera pada label.
  • I (izin edar) – Pastikan memiliki izin edar dari BPOM RI.
  • K (kedaluwarsa) – Pastikan belum melewati tanggal Kedaluwarsa.

***
Nah, sebelum mengonsumsi makanan kemasan ada baiknya Parents selalu mengecek labelnya untuk menghindari kemungkinan alergi dari alergen yang terkandung dalam makanan tersebut. Semoga informasi mengenai bahan tambahan pangan dan label makanan ini dapat bermanfaat, ya!

Cerita mitra kami
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
11 Jajanan Halal untuk Anak yang Perlu Orang Tua Ketahui
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Anak Senang Ibu Tenang, Ini Manfaat Es Krim Yogurt untuk Kesehatan dan Tumbuh Kembang Si Kecil!
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Ciri-Ciri Anak Kekurangan Zat Besi, Si Kecil Anda Termasuk?
Ini Cara Memastikan Asupan Gula untuk Anak Tidak Berlebihan
Ini Cara Memastikan Asupan Gula untuk Anak Tidak Berlebihan

Baca Juga:

Suka yang Manis-manis? Waspadai Bahaya Konsumsi Gula Berlebih

3 Langkah Penting Untuk Mencegah Alergi pada Anak

Parents, inilah cara aman memilih Makanan Kemasan untuk anak

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Annisa Pertiwi

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Makanan & Minuman
  • /
  • Fakta Bahan Tambahan Pangan (BTP), Amankah Dikonsumsi?
Bagikan:
  • Tak Hanya Salmon, 7 Jenis Ikan Ini Baik untuk Perkembangan Bayi

    Tak Hanya Salmon, 7 Jenis Ikan Ini Baik untuk Perkembangan Bayi

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

  • 10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

    10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

  • Tak Hanya Salmon, 7 Jenis Ikan Ini Baik untuk Perkembangan Bayi

    Tak Hanya Salmon, 7 Jenis Ikan Ini Baik untuk Perkembangan Bayi

  • Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

    Telur Ceplok Berapa Kalori? Ini Fakta Gizinya!

  • 10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

    10 Es Krim Jadul di Indonesia Favorit Masa Kecil, Ada Es Gabus!

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti