Payudara sakit saat menyusui, ini 6 penyebab dan solusinya!

lead image

Bila payudara sakit saat menyusui, mungkin 1 dari 6 masalah ini yang menjadi penyebabnya. Segera atasi agar proses menyusui tetap lancar.

Perjuangan Bumil dalam mengandung selama 9 bulan belum berhenti sampai anak lahir. Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah payudara keras dan sakit pada ibu menyusui. Bahkan tak jarang ada busui yang mengeluhkan payudara bengkak sebelah kiri atau kanan saja.

Seringkali, payudara bengkak sebelah kiri atau kanan ini sangat mengganggu proses menyusui. Tak jarang rasa sakitnya membuat ibu menitikkan air mata, demi terus menyusui si bayi yang baru lahir.

Penyebab payudara keras dan sakit pada ibu menyusui bisa beragam. Tingkatannya juga beraneka ragam, mulai dari yang ringan hingga parah disertai demam. Kali ini, kami akan membahasnya satu persatu untuk Anda.

1. Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui, terasa “penuh”, bahkan saluran tersumbat

Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui biasanya terjadi ketika air susu di payudara sudah terlalu penuh. Payudara kita memproduksi ASI sesuai kebutuhan bayi dapat menyesuaikan dengan jadwal menyusui kita.

Jadi bila biasanya kita menyusui setiap 2-3 jam dan suatu kali terlambat melakukannya, payudara akan terasa kencang sekali.

Payudara yang terlalu penuh juga sering terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan karena si bayi masih belum dapat menyusu dengan baik. Bayi  lahir prematur juga seringkali tidak cukup kuat mengisap ASI. Begitupula dengan bayi yang lidahnya mengalami tounge tie.

Bila terasa payudara bengkak sebelah kiri atau kanan, mungkin terjadi sumbatan pada salurannya. Cara penanganannya sama saja, yaitu dengan mengeluarkan ASI dari payudara.

Ketika payudara keras dan sakit pada ibu menyusui, bayi tidak dapat mengisapnya. Kompreslah dengan air hangat, kemudian keluarkan ASI dengan tangan atau pompa sebelum bayi menyusu. Setelah payudara lebih kendur, bayi dapat mengisapnya dengan baik.

2. Payudara bengkak sebelah kiri atau kanan: Infeksi payudara atau Mastitis

Jika saluran susu yang tersumbat tidak dapat diatasi dengan baik, payudara keras dan sakit pada ibu menyusui dapat menyebabkan mastitis (infeksi/peradangan payudara). Infeksi ini disertai dengan demam.

Segeralah ke dokter untuk memeriksakannya. Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik.

Anda dianjurkan untuk tetap menyusui agar payudara dapat segera dikosongkan. Isapan bayi adalah pompa terbaik untuk payudara Anda.

Jangan khawatir Bunda, ASI dari payudara bengkak sebelah kiri atau kanan dan mengalami mastitis tetap aman bagi bayi. Mungkin ia akan menolak payudara bengkak sebelah kiri atau kanan tersebut. Penyebabnya bukan karena rasa ASI berbeda, namun karena terasa lebih keras dan tidak nyaman baginya.

Baca juga : Saluran Payudara Tersumbat, Bagaimana Mengatasinya?

3. Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui: Puting luka

Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui serta puting yang lecet sering terjadi jika posisi menyusui tidak benar. Cobalah berbagai posisi menyusui, hingga Anda mendapatkan posisi yang paling pas dan nyaman.

Baca juga : Berbagai Posisi Menyusui

Air liur bayi dan ASI adalah obat alami untuk puting yang luka. Oleskan sedikit ASI pada kedua puting setelah selesai menyusui agar lukanya cepat sembuh.

Baca juga: Perjuangan Ibu Menyusui dengan Puting Terbalik (Inverted Nipple)

Jika puting masih pecah-pecah dalam beberapa hari dan tak kunjung sembuh, ada baiknya Anda ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut. Mungkin saja, Anda mengalami infeksi atau iritasi kulit lainnya.

src=https://id admin.theasianparent.com/wp content/uploads/sites/24/2014/11/payudara sakit saat menyusui  1.jpg Payudara sakit saat menyusui, ini 6 penyebab dan solusinya!Payudara bengkak sebelah kiri atau kanan bisa disebabkan oleh mastitis.

4. Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui: Jamur

Lidah atau mulut bayi bisa saja mengidap jamur yang disebut dengan oral thrush atau penyakit mulut pada bayi. Jamur tersebut dapat menyebabkan infeksi pada mulut bayi dan menularkannya ke puting.

Infeksi jamur lebih mudah menular ke puting bila puting tersebut sudah lecet. Gejalanya adalah warna pink, merah, atau putih pada puting. Selain itu, sakit bukan hanya terasa saat menyusui, tetapi dapat berlanjut hingga 1 jam setelah menyusui. Segeralah ke dokter agar dapat diatasi dengan baik.

Baca juga : Bagaimana Bila ASI di Kedua Payudara Tidak Sama Banyaknya?

 5. Payudara bengkak sebelah kiri atau kanan akibat Vasospasm

Kondisi ini jarang terjadi, namun beberapa ibu mengalaminya. Vasospasm adalah kondisi di mana puting sangat sensitif pada udara dingin. Puting susu terlihat putih ketika bayi selesai menyusui kemudian bahkan berubah menjadi biru atau ungu dengan sakit seperti ditusuk dan menyengat.

Jika Anda mengalami hal ini, jagalah agar kondisi Anda selalu hangat terutama sesudah atau sebelum menyusui.

6. Payudara keras dan sakit pada ibu menyusui karena gigitan bayi

Ketika bayi sudah sedikit besar dan mulai tumbuh gigi, mereka sering menggigit puting ketika selesai menyusu. Anda dapat mengedukasi bayi dengan berkata “Jangan gigit ya sayang, mama sakit…”

Lalu bagaimana bila bayi tiba-tiba menggigit? Tips tradisional yang saya dapatkan dari teman-teman adalah : pencet hidung bayi 1 detik, maka ia akan segera melepaskan gigitannya.

Sedangkan tips dari seorang suster adalah : sisipkan kelingking Anda ke ujung mulutnya, lalu masukkan ke antara gigi atas dan gigi bawah agar gigitannya terlepas.

Baca juga : Bila Bayi Gigit Puting..

Bunda, selamat mencoba!

Referensi : Breastfeeding While Mastitis, webmd.com  Breastfeeding, Sore Breast and Nipple, cyh.com  Breastfeeding and Thrush, babycenter.co.uk

Bergabunglah dengan bunda lainnya di Komunitas Ibu Menyusui…

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2014/08/FB group cover 2.jpg Payudara sakit saat menyusui, ini 6 penyebab dan solusinya!

Klik di sini untuk bergabung dengan KOMUNITAS IBU MENYUSUI

 

Baca juga:

Tipe bayi menyusui berdasarkan zodiak, sesuaikah dengan karakter bayi Bunda?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.