Mengapa anak terlambat bicara? Ini penyebab dan cara mengatasinya

Mengapa anak terlambat bicara? Ini penyebab dan cara mengatasinya

Orangtua kerap menjadi kuatir jika pada usia 3 tahun batita mereka belum lancar bicara. Kenalilah sebab anak terlambat bicara di theAsianParent.

"Jeng, anak si 'Anu'… usianya sudah mencapai 3 tahun tapi belum bisa berbicara dengan lancar, ya?", ujar salah satu ibu di sudut sekolah sebuah taman kanak-kanak kepada ibu lainnya mengomentari salah satu anak terlambat bicara.

"Mengapa, ya… si kecil terlambat bicara?", ujarnya lagi sambil seakan-akan bertanya.

"Mengapa, ya, bisa begitu?" Ibu yang lain menyahut.

"Sarankan saja untuk dibawa ke dokter".

Penyebab anak terlambat bicara

anak terlambat bicara 2

Menurut dr. Ferdy Limawal dalam salah satu rubrik kesehatan anak di salah satu majalah anak, mengatakan bahwa buah hati yang terlambat bicara adalah merupakan salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering diketemukan oleh para orangtua.

Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Salah satu yang paling umum dan sering terjadi adalah anak terlambat bicara secara fungsional.

Seperti yang kita ketahui, bicara adalah kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan bahasa oral (mulut) yang membutuhkan kombinasi yang serasi dari sistem neuromuskular untuk mengeluarkan fonasi dan artikulasi suara.

Menurut beberapa ahli komunikasi, proses bicara melibatkan beberapa sistem dan fungsi tubuh. Seperti sistem pernapasan, pusat khusus pengatur bicara di otak dalam korteks serebri, pusat respirasi di dalam batang otak dan struktur artikulasi, resonansi dari mulut serta rongga hidung.

Jadi, untuk proses bicara diperlukan koordinasi sistem saraf motoris dan sensoris dimana organ pendengaran sangat penting.

Anak laki-laki biasanya lebih sering mengalami keterlambatan bicara, saat masih kecil. Hal ini biasanya terjadi ringan dan mudah disembuhkan. Kemampuan berbicara anak akan membaik setelah 2 tahun lebih dan memasuki usia sekolah

Sebagian besar penyebab terlambat bicara pada anak secara fungsional adalah kurangnya latihan, lebih banyak bermain sendiri, terlalu pasif, terlalu banyak menonton televisi atau dikarenakan menggunakan dua atau lebih bahasa.

Pada dasarnya jika si kecil terlambat bicara namun mengerti semua yang diucapkan kepadanya dan mampu berinteraksi dengan baik di sekitarnya, maka perihal 'anak terlambat bicara' ini dapat ditoleransi.

Artikel terkait: Ingin anak lancar bicara? Jangan lupa stimulasi dengan 3 cara ini di rumah

Bahaya atau tidak?

anak terlambat bicara 1

Bunda tidak perlu terlalu khawatir karena keterlambatan bicara fungsional relatif tidak berbahaya. Keterlambatan yang berbahaya dan yang harus dikawatirkan adalah keterlambatan bicara non-fungsional.

Bila Bunda ingin membedakan keterlambatan bicara si kecil merupakan fungsional atau non-fungsional, Bunda harus memahami manifestasi klinis beberapa penyebab keterlambatan bicara.

Untuk memastikan status keterlambatan fungsional harus dengan cermat menyingkirkan gejala keterlambatan nonfungsional. Gejala umum keterlambatan bicara non-fungsional adalah adanya gangguan bahasa reseptif, gangguan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor dan keterlambatan perkembangan.

Selain itu, gejala lain keterlambatan bicara nonfungsional biasanya termasuk keterlambatan yang berat. Keterlambatan dikatakan berat, bila bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu atau tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan.

Adapun tanda lainnya tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan, tidak bicara sampai usia 15 bulan atau tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan.

Bila anak terlambat bicara dan disertai dengan anak tidak mengerti dengan yang diucapkan oleh orang lain, hiperaktif, tidak mau merespon jika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti, gejala kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan atau gangguan psikologis maka segera bawa anak kepada dokter spesialis anak.

Membantu anak untuk belajar berbicara

anak terlambat bicara 3

Berikut ini beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk membantu anak belajar berbicara:

  1. Bermain bersama sesering mungkin
  2. Menemani ketika menonton televisi, dan berikan penjelasan mengenai acara televisi  yang berlangsung, serta membatasi anak menonton maksimal 2 jam setiap harinya.
  3. Ajak anak pergi untuk bermain dengan anak-anak lain seusianya. Hal  ini akan merangsang anak sehingga anak termotivasi untuk belajar berbicara dan makin mengasah kemampuan anak untuk berbicara.
  4. Selalu ajak anak untuk berkomunikasi. Usia batita memiliki kemampuan untuk meniru, sehingga kosakata anak juga makin banyak.
  5. Mengatakan kata-kata yang jelas dan benar, contoh susu bukan cucu, makan bukan mamam, minum bukan num.
  6. Gunakan kalimat yang pendek agar anak dapat mengikuti
  7. Perkenalkanlah dengan bahasa ibu terlebih dahulu (misalnya Bahasa Indonesia). Jangan menggunakan 2 atau 3 bahasa sekaligus, karena anak akan kesulitan untuk mengikuti
  8. Lakukan terapi bicara, jika orangtua sangat sibuk dan tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal di atas.

Referensi: Kompas.com

Baca juga 

id.theasianparent.com/melatih-anak-pendiam-untuk-bersosialisasi

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Semua opini & pendapat dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi milik penulis, dan sama sekali tidak mewakilkan theAsianparent atau klien tertentu.

Penulis

Yenny The

app info
get app banner