Apa ciri-ciri janin masuk panggul?
Pertanyaan terkait janin masuk panggul sering kali ditanyakan karena menjadi salah satu tanda proses kelahiran semakin dekat.
Karena itu, Bunda perlu mengetahui ciri ciri janin masuk panggul yang akan dirasakan menjelang melahirkan.
Apa Saja Ciri-ciri Janin Masuk Panggul?

Beberapa ciri-ciri janin sudah masuk panggul adalah nyeri panggul, napas terasa lebih mudah, sering buang air kecil, hingga lebih banyak keluar keputihan.
Sebelum memasuki panggul, biasanya janin akan berputar sehingga bagian belakang kepalanya mengarah ke depan perut dan kepalanya menghadap ke bawah
Berikut penjelasan ciri-ciri janin masuk panggul lengkapnya:
1. Perubahan Perut Bagian Bawah
Bunda akan melihat adanya perubahan perut bagian bawah.
Perubahan yang dimaksud adalah benjolan perut yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.
Dengan posisi ini, janin meninggalkan lebih banyak ruang di perut bagian tengah.
2. Nyeri Panggul
Selama kehamilan, Bunda mungkin akan merasakan rasa nyeri panggul karena perubahan bentuk perut yang semakin membesar.
Rasa nyeri ini akan semakin meningkat saat janin turun panggul.
Hal ini disebabkan karena posisi kepala bayi yang mendorong ligamen di panggul Bunda.
3. Napas Lebih Mudah
Ketika janin telah masuk ke panggul, maka tekanan pada diafragma akan sedikit berkurang.
Dengan begitu, Bunda akan bisa bernapas lebih mudah.
4. Wasir

Bunda mungkin akan lebih mengalami wasir ketika kondisi ini terjadi.
Sebab, kepala janin bisa menekan saraf di panggul dan dubur Bunda. Hal inilah yang dapat menyebabkan wasir.
5. Keputihan
Saat janin masuk panggul, ia akan menekan leher rahim.
Hal ini dapat menghilangkan sumbat lendir atau mucus plug yang berada di bagian atas rahim di akhir kehamilan.
Muscus plug adalah cairan tebal berwarna merah jambu yang seperti jeli.
Selama kehamilan, muscus plug menutupi daerah rahim untuk mencegah masuknya bakteri.
Oleh karena itu, keputihan akan terasa lebih banyak.
6. Sering Buang Air Kecil
Selain menekan leher rahim, kepala janin juga akan menekan kandung kemih saat ia sudah berada di panggul.
Hal ini yang dapat membuat Bunda lebih sering buang air kecil.
7. Nyeri Punggung
Posisi janin yang telah masuk panggul dapat memberikan tekanan tambahan pada otot-otot di punggung bawah.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung yang lebih intens dari biasanya.
8. Merasa Lapar
Jangan heran ketika Bunda akan lebih cepat merasa lapar di trimester tiga kehamilan.
Sebab, kondisi si kecil yang mulai memasuki area panggul dapat meringankan rasa mulas dan meningkatkan rasa lapar.
9. Frekuensi Kontraksi
Salah satu ciri ciri janin masuk panggul selanjutnya adalah frekuensi kontraksi yang mulai teratur.
Kontraksi akan semakin kuat yang menunjukkan bahwa posisi janin sudah mendekati jalan lahir.
Pada kondisi tersebut, bagian perut akan mulai mengeras, lalu rileks kembali.
Hal ini akan terjadi berulang membentuk irama yang teratur.
10. Muncul Flek
Saat janin mulai masuk panggul, Bunda mungkin akan mengalami flek darah.
Warna flek bisa bervariasi, mulai dari merah muda, merah gelap, hingga kecoklatan.
Ketika hal ini terjadi, segera hubungi dokter kandungan Anda atau langsung pergi ke UGD rumah sakit atau klinik terdekat ya, Bunda.
11. Gerakan Janin Melambat
Gerakan janin menjadi indikator yang harus diperhatikan saat hamil.
Namun, biasanya jika janin sudah masuk jalan lahir, gerakan janin terasa semakin berkurang karena bayi telah di posisi siap dilahirkan.
Normalnya Janin Masuk Panggul Pada Usia Berapa?
Normalnya, janin masuk paggul pada usia kehamilan 34-36 minggu atau menjelang akhir trimester ketiga.
Namun, bagi beberapa wanita lainnya, kondisi ini baru terjadi tepat saat persalinan dimulai atau beberapa jam sebelumnya.
Apa Hal yang Dapat Dilakukan untuk Merangsang Janin Masuk Panggul?

Bila waktu kelahiran telah dekat tetapi buah hati dalam kandungan Bunda belum juga memasuki area panggul, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk merangsang janin masuk panggul, yaitu:
- Lakukan gerakan jongkok-berdiri secara rutin setiap pagi dan sore dengan berpegangan di tempat tidur atau benda yang kuat untuk menahan beban badan. Bunda dapat melakukan gerakan ini sebanyak 5-8 hitungan.
- Lakukan olahraga jalan kaki untuk mendukung gerakan bayi masuk rongga panggul. Sediakan waktu selama 20-30 menit setiap hari untuk berjalan kaki.
- Ikuti kelas senam hamil, yoga, atau pilates. Instruktur senam akan membimbing Bunda melakukan gerakan untuk membantu mendorng janin agar masuk ke rongga panggul. Misalnya dengan gerakan duduk bersila dan kedua telapak kaki menyatu atau duduk di atas bola pilates dengan menggoyang-goyangkan pinggul.
- Lakukan posisi nungging untuk memutar posisi kepala janin hingga masuk ke panggul. Atur posisi nungging dengan dada menempel pada matras atau kasur, miringkan wajah, dan lebarkan kaki. Lakukan posisi ini sebanyak 2 kali sehari selama 10-15 menit.
- Ajak janin berbicara di dalam kandungan untuk mempererat ikatan batin. Hal ini diyakini dapat membuat janin untuk segera ke panggul dan dilahirkan.
Seperti Apa Gerakan Janin yang Sudah Masuk Panggul?
Melansir Healthline, gerakan janin yang sudah masuk panggul akan menjadi kurang kuat di area rusuk karena bayi sudah turun ke posisi yang lebih rendah di panggul.
Namun, Bunda akan merasakan sensasi “zings” atau nyeri tajam sesekali di area panggul akibat kepala bayi yang menekan ligamen-ligamen panggul.
WebMD menjelaskan bahwa meskipun gerakan bayi masih terasa aktif, posisinya yang lebih rendah membuat tendangan dan pukulan lebih terkonsentrasi di bagian bawah perut dan area panggul daripada di tulang rusuk.
Medical News Today menyebutkan bahwa Bunda mungkin merasakan tekanan yang meningkat di panggul seperti ada bola bowling di antara kaki, serta frekuensi buang air kecil yang meningkat karena kepala bayi menekan kandung kemih.
Meskipun ruang gerak bayi lebih terbatas, gerakan janin tetap harus dirasakan dengan frekuensi yang sama hingga persalinan dimulai.
Hanya saja, karakteristik dan lokasinya yang berubah menjadi lebih rendah dan terfokus di area panggul.
Demikian informasi seputar ciri ciri dan cara merangsang janin masuk panggul. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda!
***
Baca juga:
Ibu Menyusui 'Masuk Angin'? Ini Cara Alami Mengatasinya
Masuk Angin Saat Hamil: Penyebab, Gejala, Cara Mengatasi
Benarkah ukuran panggul menentukan jalannya persalinan? Ini penjelasan dokter
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.