Telat haid tidak selalu disebabkan oleh kehamilan. Oleh karenanya, Anda harus mengetahui perbedaan telat haid dengan hamil sehingga mengerti apa yang wajib dilakukan saat hal ini terjadi.
Sejumlah penelitian menyatakan bahwa prevalensi dari siklus menstruasi yang tidak teratur berada di angka 5% hingga 36,5%, tergantung pada usia, pekerjaan dan lokasi.
Jadi, kapan telat haid merupakan sesuatu yang normal, tanda hamil atau gejala dari sesuatu yang lebih berbahaya? Simak penjelasan lengkap perbedaan telat haid dengan hamil di artikel ini.
Apa Ciri-Ciri Terlambat Datang Bulan?
Ciri-ciri terlambat datang bulan yang paling mudah adalah menstruasi tidak kunjung datang dan melewati 7 hari dari tanggal yang seharusnya. Setelah 6 minggu, kondisi telat haid ini disebut dengan menstruasi yang terlewatkan atau missed period atau amenorrhea.
Terkadang jarak antar menstruasi bervariasi setiap waktunya. Menstruasi Anda bisa saja datang terlambat atau terlalu cepat. Hal ini disebut dengan menstruasi yang tidak teratur.
Rata-rata siklus menstruasi adalah 38 hari. Akan tetapi, sebuah siklus menstruasi bisa bervariasi jaraknya, mulai dari 21 hari hingga kira-kira 35 hari dan ini masih termasuk normal.
Terlambat datang bulan bisa disebabkan oleh beberapa hal, termasuk:
- hamil
- stres
- permulaan masa menopause (perimenopause), biasanya terjadi di usia 45 dan 55 tahun
- PCOS (polycystic ovary syndrome)
- berat badan yang turun drastis
- kelebihan berat badan
- olahraga berlebihan
- mengonsumsi pil kontrasepsi
- menyusui.
Apa Perbedaan Telat Haid dengan Hamil?
Perbedaan telat haid dengan hamil adalah terletak pada gejala lain yang menyertainya. Jika, telat haid disertai dengan tanda-tanda seperti ini kemungkinan besar Anda hamil.
- terlambat menstruasi
- mual dan muntah (atau morning sickness, yang bisa terjadi kapan saja di sepanjang hari)
- payudara melembut dan membesar
- kelelahan
- lebih sering buang air kecil, terutama di malam hari
- mengidam makanan tertentu, tidak suka makanan yang biasa Anda suka, dan ada rasa logam di mulut yang tidak kunjung hilang meski sedang tidak makan (disebut disgeusia).
Selain itu, ada juga beberapa tanda kehamilan yang tidak umum di antaranya adalah:
- flek (pendarahan implantasi), yang berupa tetesan kecil darah atau keputihan berwarna kecokelatan dari vagina
- sakit kepala
- kram
- mood swings
- hidung tersumbat
- kembung
- jerawatan atau perubahan kondisi kulit.
Selain itu, telat haid yang menjadi tanda kehamilan biasanya disertai dengan flek ringan di saat menstruasi harusnya tiba.
Telat haid beberapa hari biasanya bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Namun, jika telat haid berlangsung selama beberapa minggu, bisa jadi ini merupakan tanda kehamilan atau kondisi lainnya.
Jika Anda mengalaminya, segera konsultasikan dengan dokter Anda.
Berapa Lama Telat Haid Dinyatakan Hamil?
Lama telat haid dinyatakan hamil tergantung pada banyak hal, termasuk siklus menstruasi Anda. Jika Anda memiliki siklus menstruasi yang teratur dan telat kurang dari 3 hari, Anda bisa jadi hamil dan menstruasi Anda mungkin dianggap terlambat.
Namun, sekali lagi perlu diingat bahwa telat haid bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perubahan gaya hidup dan masalah kesehatan.
Selain itu, perlu diingat bahwa kehamilan hanya bisa terjadi ketika sperma bertemu dengan sel telur melalui hubungan seks atau prosedur medis seperti inseminasi donor dan IVF. Jika Anda tidak aktif secara seksual dan tidak sedang menjalani program hamil, telat haid yang Anda alami bisa jadi bukan karena hamil.
Artikel terkait: Kenali Faktor Penyebab Kegagalan IVF, Pasangan Promil Perlu Tahu
Cara Mengetahui Apakah Kita Sedang Hamil atau Tidak?
Cara mengetahui apakah kita sedang hamil atau tidak adalah dengan melakukan tes dengan tespek atau pregnancy test.
Anda bisa melakukan tes kehamilan ini begitu telat haid. Akan tetapi, direkomendasikan untuk menunggu setidaknya satu minggu setelah menstruasi terlambat datang untuk mendapatkan hasil yang paling akurat.
Meski ada beberapa tespek yang mengklaim bisa memberikan hasil yang akurat sebelum telat haid, tetapi melakukan tes terlalu cepat bisa menghasilkan false negative, yakni tes memperlihatkan Anda tidak hamil padahal Anda memang sedang hamil.
Jika setelah telat haid dan hasil tes menunjukkan Anda sedang mengandung, aturlah jadwal untuk bertemu dan berkonsultasi dengan dokter kandungan.
***
Itulah informasi tentang perbedaan telat haid dengan hamil. Jika Anda mengalami hal di atas dan merasa khawatir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.
Baca Juga:
12 Keluhan Ibu Hamil Trimester 1, Mana yang Normal dan Berbahaya?
9 Makanan Ibu Hamil yang Perlu Dikonsumsi pada Trimester Pertama
Bumil, Ketahui 10 Ciri-Ciri Janin Sehat pada Trimester Pertama Berikut Ini!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.