Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

lead image

Bila terpaksa, bolehkah bayi minum air putih? Berapa banyak batasannya? Kali ini kami mengulasnya untuk Anda..

src=https://id.theasianparent.com/wp content/uploads/2015/04/dreamstime s 40741037.jpg Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

Jangan biarkan keceriaannya hilang karena minum air putih sebelum waktunya.

Air putih memang adalah minuman terbaik untuk tubuh manusia dibandingkan minuman jenis lain seperti susu, teh, kopi bahkan minuman bersuplemen sekalipun. Namun, apa yang baik untuk orang dewasa belum tentu baik untuk Si Mungil Anda yang belum genap berusia 6 bulan.

Alasan bayi tidak boleh minum air putih

Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), sebagaimana dilansir oleh Kompas, orangtua sebaiknya tidak perlu khawatir bayi mereka akan kekurangan cairan meski ia tidak minum air putih. Hal ini karena kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah cukup untuk memenuhi jumlah air putih yang wajib dikonsumsi oleh bayi, yaitu sebesar 1,5 mL air / kkal energi setiap harinya.

Selain itu, rasa air putih yang sejuk dan segar dapat membuat bayi kehilangan selera untuk minum susu. Minum air putih akan membuat perut bayi terasa penuh dan menunda rasa laparnya, sehingga memicu bayi untuk minum susu lebih sedikit daripada biasanya.

Anda tidak perlu khawatir bayi akan mengalami konstipasi (susah BAB) atau mengalami kerusakan ginjal jika tidak diberi minum air putih, karena ASI sudah mengandung 88% air dan segala macam nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Demikian juga susu formula bila diberikan sesuai dengan takaran, kecuali jika bayi memiliki alergi terhadap susu sapi/ susu formula jenis tertentu.

Bagaimana jika bayi terpaksa minum air putih? Berapa batas maksimalnya?

Bagaimana jika bayi terpaksa minum air putih?

Meski air putih tidak baik untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, ini bukan berarti ia sama sekali minum air putih. Misalnya ketika bayi hendak minum obat yang berbentuk bubuk/ puyer, air putih dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat puyer menjadi cair dan lebih mudah disuapkan ke mulut bayi. Walaupun sebenarnya, Anda dapat menggunakan ASI untuk melarutkannya.

Air putih sesekali diperlukan untuk menghilangkan warna putih di lidah bayi akibat minum susu formula. Warna putih pada lidah biasanya tidak terjadi pada bayi yang minum ASI.

Takaran air putih yang diperbolehkan untuk bayi di bawah 6 bulan adalah 2 ml, atau sekitar seperempat sendok teh, tidak lebih. Itupun jika benar-benar diperlukan dan tidak dianjurkan memberikan air putih dengan dot atau sippy cup.

Menurut Parents.com, beberapa dokter di AS memperbolehkan pemberian 60 ml air putih per hari pada bayi di bawah 6 bulan yang mengalami konstipasi. Dan pemberian air putih wajib dihentikan jika siklus BAB-nya sudah normal.

Air untuk susu formula harus mendidih

Khusus untuk penggunaan air sebagai campuran susu formula, American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan air untuk direbus hingga mendidih untuk membasmi segala kuman dan kotoran.

Masukkan sebagian air mendidih ke dalam termos agar tetap panas, sedangkan sisanya dimasukkan dalam teko bertutup untuk didinginkan hingga mencapai suhu kamar. Dan hal ini juga berlaku jika Anda menggunakan air dalam kemasan untuk meracik susu formula.

Satu lagi, jangan merebus air lebih dari satu kali atau terlalu lama, karena hal ini akan meningkatkan kadar mineral dalam air yang akan membahayakan kesehatan bayi Anda.

Parents, semoga info di atas bermanfaat.

Referensi : health.kompas.com, parents.com

Baca juga:

Hati Ayam dapat Berbahaya bagi Bayi dan Ibu Hamil

Benarkah Makan Tahu Bersama Bayam dapat Berbahaya?

Bahaya Madu untuk Bayi Sebelum Berusia 1 Tahun

Like our Facebook, Follow our Twitter @AsianParentID, and join our Google+

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.