BAB cair pada bayi tak selalu gejala diare, apa bedanya?

BAB cair pada bayi tak selalu gejala diare, apa bedanya?

Feses bayi cair, apakah merupakan hal yang normal? Berikut ini penjelasannya.

Feses bayi menjadi indikator utama dalam menakar kesehatan si kecil. Kebanyakan orangtua akan merasa khawatir jika melihat perubahan warna dan tekstur pup bayi, salah satunya jika feses bayi encer. Lalu, normalkah bila BAB cair pada bayi?

bab cair

Penyebab bab cair pada bayi

Penting diketahui bahwa sistem pencernaan bayi baru lahir belum sepenuhnya sempurna, sehingga mereka belum mampu mencerna makanan dengan baik. Akibatnya, jika feses bayi menjadi berair dalam kurun waktu tertentu, kondisi ini merupakan hal normal.

Normalnya, feses yang normal yaitu bertekstur cair dan warnanya cokelat kekuningan menyerupai mustar. Terkadang pup bayi juga disertai partikel keputihan seperti biji-bijian.

Bagaimanapun, sebaiknya Parents juga tidak mengabaikan gejala tertentu yang mengarah diare pada bayi. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan bab cair pada bayi:

  • Efek produk susu yang dikonsumsi sang ibu
  • Kegemaran ibu mengonsumsi makanan manis
  • Produksi air liur berlebihan saat bayi memasuki fase tumbuh gigi
  • Adanya infeksi

Di luar itu, frekuensi menyusui rupanya turut memengaruhi kondisi tekstur bayi Bunda.

“Bayi yang mendapat ASI eksklusif sejak lahir umumnya akan memiliki tekstur kotoran yang lebih tipis dan tidak berair dibandingkan bayi yang diberikan susu formula. Namun, lima hingga enam kali buang air besar dalam sehari pada bayi adalah hal yang normal,” ungkap Kenneth Wible, MD seorang profesor pediatrik di University of Missouri sekaligus pemimpin utama pediatrik di Children’s Mercy Hospitals and Clinics di Kansas City, AS.

bab cair

Bab cair pada bayi, apa bedanya dengan diare?

Mendapati bayi Anda mengeluarkan feses dengan konsistensi encer, kebanyakan Parents akan mengindikasikan bayi mengalami diare. Padahal tak selalu demikian.

Feses bayi cair adalah hal yang normal, namun jika diare feses bayi akan sangat cair dan frekuensi buang air besar pada bayi menjadi lebih sering dalam kurun waktu 24 jam.

Berikut ini tanda yang mengindikasikan jika bayi Anda diare:

  • Feses menjadi sangat encer dan berair dibandingkan biasanya
  • Pergerakan usus berkurang
  • Feses menyembur keluar

Bab cair pada bayi, kapan harus merasa khawatir?

Pada kebanyakan kasus, bayi biasanya menunjukkan gejala diare dalam kurun waktu 5-14 hari. Segera hubungi dokter anak jika terdapat ciri berikut ini:

  • Timbul gejala dehidrasi (pandangan mata bayi menjadi cekung, popok sangat basah dan lembap, mata kering saat menangis, mulut kering dan lesu)
  • Adanya lendir berbau busuk pada feses
  • Ada darah pada feses bayi
  • Diare yang parah bahkan setelah diberikan obat
  • Bayi mengalami demam, (suhu di atas 100.4° untuk bayi 3 bulan dan di atas 102° untuk bayi berusia 3-12 bulan)

bab cair

Cara mengatasi

Shaista Safder, M.D ahli gastroenterologi anak di Orlando menyebutkan, idealnya kondisi ini ditangani tanpa obat anti diare karena belum bisa diterima bayi dengan baik. Ini hal yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua:

  • Jangan berhenti menyusui, teruslah memberikan ASI eksklusif sesuai anjuran dokter anak Anda
  • Berikan rehidrasi oral atau elektrolit untuk mencegah dehidrasi pada bayi
  • Susui bayi lebih sering namun dalam jumlah sedikit jika bayi mengalami diare diikuti muntah. Diare yang diikuti muntah dapat menjadi tanda infeksi
  • Untuk bayi yang mendapat susu formula, carilah merk susu formula yang cocok dengan bayi
  • Rutinlah mengganti popok tanpa menunggu penuh, Bunda bisa menggunakan diaper cream antibakteri sesuai rekomendasi dokter anak

Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Referensi : Parenting Firstcry, WebMD, Parents.com

Baca juga :

Feses bayi berwarna hitam, waspadai gangguan kesehatan ini!

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner