TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog

Bacaan 7 menit
8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog

Jadi pemicu depresi tertinggi pada ibu baru, simak tips berikut!

Baby blues syndrome merupakan gangguan emosi atau suasana hati pada ibu pasca melahirkan. Pada ibu yang mengalami kondisi ini akan mudah berubah perasaannya.

Hal ini pun diperkuat oleh Farida Eka Putri, M.Psi, Psikolog, seorang Psikolog Klinik Postpartum Indonesia.

Melalui obrolan di live Instagram bersama theAsianparent pada Kamis (25/02), Farida mengatakan bahwa baby blues syndrome adalah gangguan mood pada ibu-ibu pasca melahirkan.

“Kondisi, tersebut sebenarnya wajar dialami oleh ibu baru melahirkan, apalagi jika itu merupakan kelahiran pertamanya. Keadaan tersebut pun diperkuat oleh pengaruh hormon, fisiologis, dan keadaan psikologis sang ibu,” ungkap Farida.

8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog

Selain baby blues, ada juga kondisi yang dikenal dengan istilah Postpartum Depression.

Apa perbedaan keduanya? Menurut Farida, dua kondisi itu sebenarnya saling berkaitan, tetapi ada perbedaan, terutama dari durasi waktu.

“Baby blues biasanya terjadi dari beberapa jam ibu melahirkan sampai dengan 14 hari, maksimal 1 bulan. Sedangkan PPD atau Postpartum Depression terjadi dengan durasi waktu 1 hingga 6 bulan,” jelasnya.

Jika baby blues hanya perasaan ibu yang merasa terganggu, tetapi untuk postpartum depression ini pemikiran ibu pun sangat memengaruhi perilaku.

Bahkan sampai ingin atau sudah menyakiti diri sendiri dan si Kecil.

Apa yang menjadi pemicu baby blues syndrome, dan cara menghadapinya? Simak yuk, informasi pentingnya di bawah ini.

Artikel terkait: 7 Peran Suami Mendukung Istri Menghadapi Baby Blues

Faktor Pemicu Baby Blues Syndrome

Baby Blues Syndrome

Sindrom baby blues tidak begitu saja terjadi, ada beberapa faktor penyebabnya.

Menurut pemaparan Farida, ada dua faktor yang dapat menjadi pemicunya, yaitu faktor internal dan eksternal.

Berikut inilah penjelasan lengkapnya.

Faktor Internal Penyebab Baby Blues Syndrome

1. Perubahan Hormon

Wajar jika hormon memengaruhi emosi. Apalagi sebagai seorang perempuan, di mana sistem hormon dalam tubuh banyak sekali memengaruhi fungsi fisiologis maupun psikologis.

Begitu pun pada ibu yang baru melahirkan, pastilah akan mengalami perubahan hormon yang sangat drastis.

Perubahan itu dapat menyebabkan perbuhan fungsi senyawa kimia dalam otak. Itulah yang menyebabkan sifat dan emosi ibu ikut berubah.

Artikel Terkait : Depresi pasca persalinan berbeda dengan baby blues, kenali perbedaannya di sini!

2. Kondisi Psikologis Ibu

Bunda, saat sudah dianugerahi kehamilan, bukan hanya persiapan fisik saja yang harus dilakukan, tetapi secara psikologis pun harus lebih dipersiapkan.

Kenali dan sadari juga keadaan psikologi Bunda.

Segera lakukan konsultasi dengan ahlinya, misal dengan psikolog atau psikiater, apabila Bunda memiliki traumatik ataupun pengalaman yang tidak menyenangkan di masa lalu.

Sebab. itu akan menjadi faktor pemicu terjadinya baby blues bahkan mampu memperburuk keadaan Bunda

3. Kelelahan pada Ibu

8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog

Menjadi ibu baru, perubahan jadwal istirahat pun akan terganggu.

Menyusui, mengganti popok, dan menenangkan si Kecil ketika menangis tengah malam tentu akan menganggu waktu tidur Bunda.

Hal itulah bisa menjadi faktor terjadinya gangguan mood pada ibu.

4. Tanggung Jawab Peran Baru sebagai Ibu

Memiliki peran baru sebagai seorang ibu, kadang kala membuat Bunda terlalu antusias dan terjebak dengan tanggung jawab.

Cerita mitra kami
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Menghadirkan Kebahagian Lewat #SentuhanIbu, Ibu Bahagia, Janin Sehat, Bayi Tumbuh Optimal
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Melahirkan secara Operasi Caesar: Fakta, Manfaat, dan Efek Sampingnya
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
Cara Mudah Persiapan Caesar Langsung dari Ahlinya di C-Ready Learning, Tertarik Coba?
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!
3 Cara Menurunkan Berat Badan Pasca Persalinan, Cek Bun!

Hal itu pula yang bisa menyebabkan Bunda merasa tidak puas pada diri sendiri ketika mengurus bayi bahkan sering merasa khawatir.

Misal saja merasa bersalah ketika si Kecil sakit.

5. Merasa Tidak Percaya Diri Menjadi Ibu

8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog

Rasa tidak percaya diri dan merasa tidak mampu mengurus bayi kerap kali menghampiri Bunda.

Apalagi bagi ibu baru yang merupakan pengalaman pertama melahirkan dan mengurus anak.

Hal ini pula yang menyebabkan Bunda selalu berpikir berlebihan, tidak memiliki nafsu makan, dan emosi yang tidak stabil.

Selain itu, rutinitas baru yang monoton, seperti hanya mengurus bayi, bisa menyebabkan ibu sangat sedih, lelah, dan memiliki perasaan tidak dimengerti oleh pasangan.

Faktor Eksternal Penyebab Baby Blues Syndrome

Baby Blues Syndrome

Selain beberapa faktor internal yang menjadi pemicu terjadinya sindrom baby blues, ada beberapa faktor eksternal yang bisa menjadi penyebab gangguan mood tersebut, yakni:

1. Kondisi Bayi

Menurut Farida, kondisi sang bayi pun bisa menjadi pemicu terjadinya sindrom baby blues pada ibu pasca melahirkan.

Apalagi jika si Kecil terlahir dengan kesehatan yang sangat memerlukan perawatan khusus.

Misal saja, terlahir sebelum waktunya atau prematur karena beberapa alasan. Hal ini bisa membuat Bunda cemas, khawatir dan terus kepikiran.

Itulah yang menimbulkan stres bahkan bisa memicu perasaan bersalah atas diri sendiri, hingga merasa tidak pantas menjadi ibu.

Artikel terkait: Peran Suami Membantu Mengatasi Sindrom Baby Blues

2. Kondisi Mental Suami

Baby Blues Syndrome

Bukan hanya calon ibu yang harus mempersiapkan segalanya dalam menjadi orang tua.

Namun, sebagai calon ayah pun sangat perlu mempersiapkan segalanya.

Bukan hanya mempersiapkan finansial, tetapi mempersiapkan mental untuk menjadi ayah adalah paling utama.

Hal ini karena suami adalah support system paling utama untuk sang istri ketika menjadi orang tua.

Jika pasangan atau suami tidak bisa memberikan dukungan terbaik, bahkan malah ikutan mengalami depresi, bagaimana dengan ibu?

Sejatinya, menjadi orang tua adalah tanggung jawab berdua, Ayah dan Bunda.

Untuk itu, semenjak masa kehamilan ada baiknya Ayah dan Bunda membekali diri dengan ilmu yang mumpuni.

3. Proses atau Metode Persalinan

Baby Blues Syndrome

Kerap kali banyak pertanyaan kepada Bunda setelah melahirkan:

“Lahirannya caesar atau normal?“

Nah, ternyata proses atau metode kelahiran pun bisa menjadi pemicu terjadinya Bunda mengalami sindrom baby blues.

Farida pun memberikan pembenaran hal itu.

Bahwa memang para ibu yang melahirkan cesar lebih berpotensi mengalami gangguan mood atau suasana hati pasca melahirkan.

Hal ini bisa terjadi, karena pertanyaan dan komentar-komentar orang sekitar.

Apalagi bagi ibu yang melahirkan secara caesar memerlukan waktu lebih panjang untuk masa recovery luka. Lalu, ia pun tetap harus menjalankan peran baru sebagai ibu.

Itu akan membuatnya stres dan merasa tertekan.

Luka bekas caesar belum kering, lalu ditambah luka batin dari komentar negatif orang-orang sekitar yang selalu membandingkan dengan persalinan normal.

Mengutip dari laman Mom.com, telah dilakukan penelitian pada 5000 perempuan yang baru pertama kali melahirkan dan menjadi ibu di UK  Millennium Cohort Study.

Tim peneliti meminta banyak pihak untuk memberi perhatian dan konseling kepada ibu setelah melahirkan, terutama yang menjalani operasi caesar tak direncanakan.

Artikel terkait: Stres hingga Panik, 7 Artis Ini Akui Pernah Mengalami Baby Blues

Cara Mencegah Baby Blues Syndrome

8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog

Disampaikan juga oleh Farida, sindrom baby blues bisa dicegah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mempersiapkan diri secara matang dimulai dari Bunda diberi kehamilan.
  • Kenali gejala stres pada Bunda.
  • Afirmasi positif pada diri sendiri.
  • Berikan waktu mengambil jeda dengan memiliki me time. Ambilah jeda waktu tersebut, seperti ketika si Kecil tidur, Bunda bisa melakukan hal ringan atau yang disukai. Misal saja melakukan perawatan wajah, menonton film kesukaan, atau memasak dan menikmati makan kesukaan.
  • Mintalah bantuan pasangan terutama saat Bunda merasa sangat lelah. Jangan paksakan, miliki juga waktu istirahat yang berkualitas.
  • Bergabung dengan komunitas dan saling sharing tentang pengalaman Bunda. Biasanya jika banyak sharing dan memiliki teman yang punya pengalaman yang sama, emosi Bunda bisa lebih tersalurkan secara positif. Bahkan jika Bunda tergabung dalam sebuah komunitas, tak hanya teman sharing yang didapatkan, ilmu seputar pengasuhan dan menjadi orang tua pun akan didapatkan.
  • Konsultasi dengan dokter atau tenaga ahli jika memiliki keluhan-keluhan yang membuat Bunda tidak nyaman
  • Jaga asupan makanan. Konsumsilah makanan yang mengandung B kompleks seperti telur, daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan produk susu.
  • Perbanyak minum air putih. Asupan cairan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat membantu meningkatkan konsentrasi, mengurangi depresi, dan mengatasi berbagai gejala kelelahan.
  • Lakukan olahraga. Melakukan olahraga ringan secara rutin mampu membuat badan fit dan bugar hingga mengurangi stres.

Itulah berbagai cara mencegah baby blues syndrome yang bisa dilakukan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Parents.

Baca juga:

  • 8 Tips Mengatasi Baby Blues Sebelum Melahirkan dan Kenali Juga Penyebabnya
  • Beragam Tips Mengatasi Baby Blues pada Ibu, Suami Bisa Bantu Melakukannya
  • Sempat Dilema dan Baby Blues, Seorang Bunda Tak Menyesal Jadi Ibu Rumah Tangga

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

ddc-calendar
Bersiaplah untuk kelahiran bayi dengan menambahkan HPL Anda
ATAU
Hitung tanggal HPL
img
Penulis

Tias Septy Julian

Diedit oleh:

Finna Prima Handayani

  • Halaman Depan
  • /
  • Melahirkan
  • /
  • 8 Faktor Pemicu Baby Blues Menurut Psikolog
Bagikan:
  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

  • 10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

    10 Ciri-Ciri Kontraksi Asli dan Pembukaan, Bunda Wajib Tahu!

  • 20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

    20 Tanda-Tanda Melahirkan Tinggal Menghitung Hari, Wajib Tahu!

  • Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

    Bacaan Doa Siti Maryam untuk Ibu Hamil agar Melahirkan Lancar

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti