Air liur berlebihan saat hamil, kapan harus waspada? Ini penjelasannya

Air liur berlebihan saat hamil, kapan harus waspada? Ini penjelasannya

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai ketika air liur berlebihan saat hamil. Bumil perlu tahu nih!

Beberapa ibu hamil mungkin mengeluh mengenai air liur berlebihan saat hamil. Sebenarnya, ini adalah hal yang normal terjadi. Meski begitu, ada beberapa hal yang tetap perlu Bunda waspadai.

Produksi air liur berlebihan saat hamil

Air liur berlebihan saat hamil

Seperti yang kita ketahui, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan selama kehamilan. Salah satu perubahan yang kerap terjadi ialah produksi air liur yang berlebihan atau hipersalivasi.

Dalam kondisi normal, kelenjar yang menghasilkan air liur cenderung menghasilkan sekitar 600ml air liur dalam satu hari. Meskipun jumlah tersebut terbilang cukup besar tetapi seringkali kita tidak menyadarinya karena tanpa sadar menelannya. 

Dalam kondisi hamil, produksi air liur ini bisa saja meningkat karena mual di pagi hari (morning sickness) atau tingkat hormon yang berfluktuasi. Peningkatan jumlah air liur ini biasanya cenderung terjadi sekitar minggu ke-2 hingga minggu ke-3 di akhir trimester pertama. Namun bagi beberapa ibu hamil, peningkatan air liur ini bisa berlanjut sepanjang kehamilan hingga persalinan.

Baca juga: Perhatikan 7 perubahan payudara saat hamil

Penyebab air liur berlebihan saat hamil

Air liur berlebihan saat hamil 4

Ada beberapa penyebab air liur berlebihan saat hamil:

  • Tubuh ibu hamil mengalami sejumlah perubahan hormon yang bisa menyebabkan air liur berlebih
  • Kecenderungan mual dan muntah di pagi hari dapat menyebabkan ibu hamil tidak bisa menelan karena rasanya yang membuat mereka tidak nyaman atau bahkan lebih mual. Hal ini dapat menyebabkan air liur terus menumpuk di mulut. 
  • Rahim yang terus mengembang untuk mengakomodasi bayi dapat mendorong perut. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan perut mendorong isinya ke dalam kerongkongan sehingga menyebabkan sesnsai iritasi dan terbakar yang buruk. Sebagai refleks tubuh, kerongkongan menyebabkan kelenjar memproduksi air liur lebih banyak untuk menenangkan asam lambung dan sensasi terbakar.
  • Infeksi mulut seperti kerusakan gigi, gigi berlubang, atau karies gigi atau lebih dapat meningkatkan produksi air liur
  • Sentuhan dengan bahan kimia beracun dapat menyebabkan tubuh bereaksi dengan cara menghasilkan lebih banyak air liur daripada biasanya.
  • Obat-obatan khusus seperti antikonvulsan, litium, obat penenang, dan sebagainya, diketahui bereaksi dengan kelenjar ludah yang menyebabkan mereka menghasilkan air liur yang berlebihan.

Cara mengatasi air liur yang berlebihan saat hamil

air berlebihan saat hamil

Ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk mengatasi air liur berlebihan saat hamil.

a. Atur ulang diet Anda untuk menghilangkan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi atau makanan berbahan dasar pati. Selain itu, pilihlah banyak buah dan sayuran yang renyah dan berserat dalam makanan Anda.

b. Rencanakan kembali waktu makan Anda dengan mengonsumsi makanan yang lebih kecil dalam interval pendek yang berulang.

c. Kunjungi dokter gigi Anda dan periksa apakah ada infeksi di mulut Anda. Masalah terkait gusi tertentu dapat menyebabkan produksi air liur yang berlebihan.

d. Menggunakan obat kumur bisa membantu air liur.

e. Banyak minum air dapat menjaga mulut tetap basah dan produksi air liur.

f. Kunyah permen karet tanpa gula untuk membantu menelan ludah.

g. Cobalah mengunyah jeruk nipis atau jahe untuk mengurangi air liur. 

h. Jika air liur membuat Anda merasa mual, keluarkan air liur dengan kain atau cangkir terpisah.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

Air liur berlebihan saat hamil 1

Produksi air liur berlebihan saat hamil pada umumnya adalah suatu hal yang normal. Namun segera lakukan konsultasi dengan dokter bila produksi air liur berlebihan diikuti dengan muntah yang terus menerus dan menganggu aktivitas sehar-hari. 

Mereka mungkin tidak hanya membantu Anda dari segi medis tetapi juga dalam hal psikis. Perlu diingat bahwa kondisi ini adalah respons alamiah yang terjadi pada tubuh selama kehamilan. Jadi Anda tidak perlu terlalu merasa khawatir atau jijik.

Meskipun seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman tetapi produksi air liur ini bermanfaat untuk tubuh. Diantaranya untuk:

  • Menetralkan asam lambung yang dapat menyebabkan sensasi terbakar atau mengiritasi.
  • Pertahanan alami melawan bakteri yang dapat merusak gigi.
  • Membantu lambung dan usus memecah makanan dengan mudah.

*** 
Semoga informasi ini bermanfaat. 

 

Referensi: First Cry Parenting, Dokter Sehat

Baca juga:

20 Fakta Perubahan Tubuh Saat Hamil yang Harus Diketahui Setiap Ibu Hamil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner