Amankah berkumur dengan mouthwash selama hamil?

lead image

Salah satu cara menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut adalah berkumur dengan mouthwash. Namun, amankah kandungannya jika digunakan saat hamil?

Bun, apakah Anda termasuk yang terbiasa menggunakan mouthwash? Mouthwash memang diketahui dapat menyegarkan dan membersihkan mulut dari bakteri jahat. Selain itu, penggunaan

Mouthwash atau obat kumur juga dapat mengurangi pembentukan plak pada gigi, yang dapat mengakibatkan masalah serius, terutama pada ibu hamil. Ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebersihan gigi mulut.

Namun jika melihat berbagai kandungan kimia di dalamnya, amankah penggunaan obat kumur ini saat hamil? Bagaimana tips menggunakannya?

Amankah menggunakan mouthwash selama kehamilan?

Menggunakan obat kumur untuk membilas mulut tampaknya tidak berbahaya bagi ibu hamil, selama Anda tidak menelannya.

Namun, para ahli memiliki sudut pandang yang sedikit berbeda tentang manfaat penggunaan obat kumur selama kehamilan dan jenis yang efektif dalam kondisi tertentu.

The American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) merekomendasikan pada wanita hamil untuk menggunakan obat kumur bebas alkohol setiap hari untuk menguatkan email gigi dan mencegah gigi berlubang.

Lembaga AAPD menyarankan agar menggunakan obat kumur dengan kandungan 0,05 persen natrium fluoride untuk membilas mulut satu kali sehari atau 0,02 persen natrium fluoride untuk membilas mulut dua kali dalam sehari.

Sementara itu, American Pregnancy Association mengingatkan bahwa banyaknya obat kumur yang mengandung alkohol, membuat Anda harus berhati-hati dalam menggunakannya. Pilihlah obat kumur bebas alkohol atau mouthwash yang terbuat dari bahan alami. Atau tidak menggunakannya sama sekali selama kehamilan.

Selain itu, berkumur-kumur dengan mouthwash juga salah satu solusi jika Anda sering muntah selama kehamilan. Obat kumur akan membilas gigi Anda, dari asam lambung yang mengikis enamel gigi.

Dilansir dari laman Baby Center, Anda bisa juga berkumur setiap kali muntah. Atau bisa juga berkumur dengan secangkir air yang dicampur satu sendok teh soda kue setelah muntah, juga membantu mencegah erosi email.

Perlu diketahui, jangan menyikat gigi setidaknya selama setengah jam setelah muntah karena email gigi Anda sedang melemah akibat asam lambung, bahan yang kasar dalam pasta gigi bisa merusak email gigi yang sedang melemah.

Untuk menjaga kesehatan gigi selama kehamilan, American Dental Association (ADA) merekomendasikan untuk menyikat gigi dengan pasta gigi fluoride sebanyak 2 kali dalam sehari. Jika Anda sulit mengatasi plak, dokter gigi Anda mungkin akan merekomendasikan penggunaan mouthwash antimikroba atau antibakteri.

Artikel terkait: Waspadai penyakit-penyakit penyebab bau mulut

Jika Anda mengalami penyakit gusi yang parah, beberapa dokter gigi merekomendasikan untuk berkumur dengan obat kumur yang mengandung chlorhexidine antimikroba.

Namun, produk ini umumnya hanya digunakan dalam kasus-kasus serius dan tidak disarankan untuk penggunaan harian atau berkepanjangan.

Tips penggunaan mouthwash saat hamil

  • Tanyakan pada dokter Anda, obgyn ataupun dokter gigi tentang sejauh mana manfaat yang bisa Anda dapatkan dari obat kumur. Mintalah izin dari obgyn Anda tentang penggunaan obat kumur. Mereka mungkin memiliki saran tentangproduk tertetu yang sesuai dengan kondisi dan aman bagi kehamilan Anda.
  • Gunakan obat kumur yang bebas kandungan alkohol dan mengandung bahan-bahan alami.
  • Berkumur-kumurlah selama sekitar 30 detik, sebelum Anda membuangnya.
  • Setelah menggunakan obat kumur, hindari untuk menyikat gigi, makan, minum, atau berkumur dengan air bersih sekalipun, setidaknya selama setengah jam setelah berkumur karena hal itu dapat mengurangi efektivitas produk.
  • Jika menggunakan obat kumur di malam hari, sebaiknya Anda tidak memakan apa pun lagi yang bisa mengotori gigi Anda.
  • Bicarakan dengan obgyn atau dokter gigi Anda jika khawatir dengan mouthwash yang sedang Anda gunakan.

 

Sebaiknya, berhati-hatilah dalam penggunaan obat kumur ya, Bumil. Selalu konsultasikan keamanan produk kimia yang Anda gunakan pada dokter demi kondisi kesehatan janin.

  

Referensi: Baby Center, Livestrong
Baca juga: 

Wajib tahu, Ini 10 obat yang dilarang untuk ibu hamil