TAP top app download banner
theAsianparent Indonesia Logo
theAsianparent Indonesia Logo
kemendikbud logo
Panduan Produk
Keranjang
Masuk
  • Kehamilan
    • Kalkulator perkiraan kelahiran
    • Tips Kehamilan
    • Trimester Pertama
    • Trimester Kedua
    • Trimester Ketiga
    • Melahirkan
    • Menyusui
    • Kehilangan bayi
    • Project Sidekicks
  • Anak
    • Bayi Baru Lahir
    • Bayi
    • Balita
    • Prasekolah
    • Anak
    • Praremaja & Remaja
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
    • Pengasuhan Anak
    • Edukasi Prasekolah
    • Edukasi Sekolah Dasar
    • Edukasi Remaja
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
    • Keluarga
    • Doa Islami
    • Pernikahan
    • Seks
    • Berita Terkini
  • Kesehatan
    • COVID-19
    • Info Sehat
    • Penyakit
    • Vaksinasi
    • Kebugaran
  • Gaya Hidup
    • Korea Update
    • Hiburan
    • Travel
    • Fashion
    • Kebudayaan
    • Kecantikan
    • Keuangan
  • Nutrisi
    • Resep
    • Makanan & Minuman
    • Sarapan Bergizi
  • Ayah manTAP!
    • Kesehatan Ayah
    • Kehidupan Ayah
    • Aktivitas Ayah
    • Hobi
  • VIP
  • Event

Zat Besi untuk Bayi, Kapan Perlu Diberikan Vitamin Tambahan?

Bacaan 6 menit
Zat Besi untuk Bayi, Kapan Perlu Diberikan Vitamin Tambahan?

Untuk mengatasi anemia pada bayi, pemberian suplemen zat besi memang diperlukan. Namun, tidak boleh dilakukan sembarangan dan harus sesuai anjuran dokter.

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Pemenuhan zat besi untuk bayi merupakan salah satu hal penting yang tidak boleh diabaikan oleh Parents. Sebab, dampak kekurangan zat besi sangat fatal, salah satunya akan mengganggu tumbuh kembang yang optimal.

Untuk bayi baru lahir, asupan zat besi mereka bisa didapatkan dari ASI. Sementara, saat usia bayi sudah 6 bulan, kebutuhan zat besi untuk bayi bisa diperoleh dari MPASI yang difortifikasi zat besi.

Sayangnya, hingga saat ini masih banyak bayi yang mengalami kekurangan zat besi.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, 1 dari 3 balita Indonesia mengalami anemia yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrien zat besi.

Apabila buah hati Parents termasuk yang mengalami kekurangan zat besi, lantas cara apakah yang sebaiknya dilakukan? Apakah si Kecil boleh diberikan suplemen zat besi?

Simak penjelasannya di bawah ini.

Artikel terkait: Apakah Kelebihan Asupan Zat Besi Bisa Berbahaya? Ini Penjelasannya

Daftar isi

  • Kebutuhan Zat Besi untuk Bayi
  • Apa Ciri-Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi?
  • Cara Mencukupi Kebutuhan Zat Besi untuk Bayi
  • Apa Risiko Jika Bayi Kekurangan Zat Besi?
  • Kapan Sebaiknya Bayi Minum Zat Besi?
  • Adakah Efek Samping Pemberian Suplemen Zat Besi untuk Bayi?
  • Pertanyaan Populer Seputar Zat Besi untuk Bayi

Kebutuhan Zat Besi untuk Bayi

Zat Besi untuk Bayi, Kapan Perlu Diberikan Vitamin Tambahan?

Berikut kebutuhan zat besi menurut usia bayi dan anak:

  • 0-6 bulan: 0,27 miligram zat besi per hari.
  • 6-12 bulan: 11 mg per hari
  • anak berusia 1- 3 tahun: 7 mg per hari
  • 4–8 tahun: 10 miligram zat besi 

Dan tahukan Parents bahwa ASI hanya memenuhi 0,3 mg zat besi per hari si Kecil?

Namun karena zat besi yang terkandung di dalam ASI mudah terserap oleh saluran cerna bayi dan bayi masih mendapatkan cadangan yang cukup dari transfer pada trimester terakhir kehamilan, maka kecukupan zat besi dapat terjamin sampai dengan mereka berusia 4-6 bulan.

Namun, setelah usia 6 bulan, bayi tumbuh begitu cepat sehingga berisiko kekurangan zat besi. Terutama jika mereka hanya mendapatkan ASI dan mendapatkan makanan mengandung sumber zat besi (seperti daging merah, hati ayam) atau MPASI fortifikasi kurang dari 2 kali per hari.

Apa Ciri-Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi?

Ciri-ciri bayi kekurangan zat besi di antaranya adalah:

  • Bayi mudah tersinggung
  • Menjadi sesak napas
  • Menginginkan makanan yang tidak biasa (disebut pica)
  • Makan lebih sedikit
  • Merasa lelah atau lemah sepanjang waktu
  • Lidah terasa sakit
  • Sakit kepala atau pusing

Pada anemia yang lebih parah, anak Anda mungkin mengalami:

  • Mata kebiruan atau bagian putih pucat
  • Kuku rapuh
  • Warna kulit pucat

Artikel terkait: 10 Rekomendasi Suplemen Zat Besi Anak 1 Tahun yang Bagus

Cara Mencukupi Kebutuhan Zat Besi untuk Bayi

kebutuhan zat besi bayi

Untuk memastikan bayi setelah usia 6 bulan mendapatkan zat besi yang cukup untuk pertumbuhannya, berikan makanan tambahan berikut ya, Parents.

  • Makanan yang tinggi zat besi minimal 2 kali per hari. Daging merah mengandung zat besi paling tinggi (23%), diikuti oleh sayur berwarna hijau gelap (3-8%).
  • Makanan mengandung vitamin C. Ini untuk membantu penyerapan zat besi lebih optimal. Contohnya, jeruk, jeruk limau, stroberi, brokoli dan paprika.
  • Hindari mengonsumsi susu atau teh pada saat makan utama. Pasalnya, bisa menghambat penyerapan zat besi secara maksimal. Berikan teh dan susu di luar jam makan bayi ya, Parents.
  • Pilih MPASI yang sudah difortifikasi. MPASI fortifikasi yang telah diperkaya zat besi bisa menjadi alternatif sumber makanan yang mengandung tinggi zat besi.

Artikel terkait: 19 Makanan Kaya Zat Besi untuk Bayi Selain Daging, Parents Perlu Tahu!

Apa Risiko Jika Bayi Kekurangan Zat Besi?

Zat Besi untuk Bayi, Kapan Perlu Diberikan Vitamin Tambahan?

Kekurangan zat besi pada anak, atau biasa disebut Anemia Defisiensi Besi (ADB) pastinya akan memberikan dampak negatif untuk pertumbuhan si Kecil.

Pada lamai IDAI disebutkan beberapa hal yang bisa terjadi jika bayi kekurangan zat besi, di antaranya.

  • Menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan terjadinya infeksi pada anak.
  • Menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat oksigenasi ke jaringan berkurang.
  • Jika berlangsung lama, ADB bisa menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar anak.
  • Dibawah usia 2 tahun menyebabkan anak lebih “lemot” dalam merespons, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri.

Artikel terkait: Ini 5 Bahaya Jika Anak Kurang Zat Besi

Kapan Sebaiknya Bayi Minum Zat Besi?

zat besi untuk bayi

Menurut Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, Msc., suplemen zat besi memang dapat diberikan pada bayi sejak usianya 3 bulan. Namun, pemberian suplemen zat besi tidak boleh sembarangan, serta saat kondisi si Kecil benar-benar sudah mengalami anemia.

“Apabila anak mengalami kekurangan zat besi, cara pertama yang paling baik untuk mengatasinya yaitu dengan makanan, berikan makanan yang diperkaya dengan zat besi. Kalau itu sudah bisa diatasi, tidak perlu suplemen zat besi lagi,” ujarnya saat ditemui di acara peluncuran Nestle Cerelac Risenutri.

“Akan tetapi, kalau bayi sudah mengalami anemia, itu sudah harus diberi suplementasi. Biasanya pada saat bayi berusia 3 bulan, karena mereka belum mendapat MPASI. Kalau sudah 6 bulan, kita khawatir bayi kurang zat besi, pertama yang dipilih adalah makanan dari MPASI,” imbuh Saptawati.

Saptawati melanjutkan, jika pemberian suplemen zat besi hanya bisa dilakukan sesuai anjuran dokter.

Pasalnya, suplemen zat besi juga memiliki dosis, sehingga harus dokter yang memberikannya.

Selain itu, sebelumnya si Kecil juga harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

Tujuannya untuk mengetahui apakah ia benar-benar membutuhkan suplemen zat besi atau tidak.

“Jadi kita harus benar-benar tahu, diperiksa darahnya, apakah hemoglobinnya rendah, zat besinya rendah. Kemudian harus ke dokter untuk dilihat apakah cukup dengan makanan ataukah sudah harus dengan suplemen. Tapi, kalau sudah anemia, itu harus suplemen, ga bisa dengan makanan,” jelas Saptawati selaku Profesor Gizi Medik.

“Kalau masih defisiensi zat besi atau masih kekurangan zat besi, bisa dengan makanan untuk mencegah anemia. Tapi, kalau sudah anemia, terpaksa harus pakai suplemen,” lanjutnya menjelaskan.

Cerita mitra kami
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
Kulit Newborn Mudah Ruam? Bisa Jadi Ada yang Salah di Cara Mencuci Bajunya!
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
20 Jenis Ruam Kulit pada Bayi, Penyebab dan Cara Mengatasi
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Sembelit pada Bayi, Cegah & Jaga Pencernaannya dengan Makanan Ini
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!
Anak Nyaman Bergerak dengan Popok Inovasi Baru, MIUBaby Resmi Luncurkan Ukuran Jumbo di MB Fair 2025!

Adakah Efek Samping Pemberian Suplemen Zat Besi untuk Bayi?

zat besi untuk bayi

Belum ada penelitian terkait efek samping suplemen zat besi bagi bayi.

Namun, sama halnya dengan kekurangan zat besi, kondisi kelebihan zat besi juga dapat membahayakan bayi.

“Kalau kebanyakan zat besinya maka dikhawatirkan akan menganggu selaput lendir di usus. Akibatnya bisa erosi, sehingga akan menyebabkan bakteri-bakteri di usus itu berubah, anak mengalami dysbiosis yang membuat anak akan diare dan susah buang air besar,” kata Saptawati pada Kamis, 31 Oktober 2019.

Pertanyaan Populer Seputar Zat Besi untuk Bayi

Zat besi untuk bayi apa saja?

Sumber zat besi untuk bayi adalah ASI dan susu formula, sementara untuk yang sudah mulai MPASI, sumber zat besi adalah daging merah, makanan laut dan ikan berlemak, daging unggas, telur, sereal yang sudah terfortifikasi zat besi, tahu, lentil, kacang-kacangan, sayuran hijau gelap. Mengombinasikan zat besi dengan makanan tinggi vitamin C bisa meningkatkan penyerapan zat besi pada anak.

Vitamin zat besi untuk bayi yang bagus merk apa?

Merk vitamin zat besi untuk bayi yang bagus adalah Sangobion Baby, Maltofer Drops, Maltofer Drops, MAXPOFER JR, Ferosfer Drops, Ferriz Drops, Pastikan membaca petunjuk usia, dosis, cara pemakaian sebelum memberikan vitamin ini kepada si Kecil.

***

Demikian informasi tentang pemberian suplemen zat besi untuk bayi yang patut Parents ketahui, terlebih saat si Kecil mengalami anemia.

Semoga informasinya bermanfaat.

ANEMIA KEKURANGAN ZAT BESI
www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-kekurangan-zat-besi

Pastikan Bayi Anda Cukup Zat Besi?
www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi

11 Makanan Kaya Zat Besi yang Baik untuk Balita
www.halodoc.com/artikel/11-makanan-kaya-zat-besi-yang-baik-untuk-balita

Anemia caused by low iron – infants and toddlers
medlineplus.gov/ency/article/007618.htm

Iron
www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/vitamins-minerals/iron.html

Zat Besi untuk Bayi, Kapan Perlu Diberikan Vitamin Tambahan?

Baca Juga:

19 Makanan Kaya Zat Besi untuk Bayi Selain Daging, Parents Perlu Tahu!

20 Makanan Tinggi Kalori untuk Tingkatkan Berat Badan Bayi

8 Manfaat Keju untuk Bayi, Sumber Protein yang Bagus Bagi Tumbuh Kembang Si Kecil

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Finna Prima Handayani

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Bayi
  • /
  • Zat Besi untuk Bayi, Kapan Perlu Diberikan Vitamin Tambahan?
Bagikan:
  • Arti Nama Anwar yang Penuh Cahaya dan 30 Rangkaiannya

    Arti Nama Anwar yang Penuh Cahaya dan 30 Rangkaiannya

  • 100 Nama Bayi Perempuan Bulan Februari yang Penuh Cinta

    100 Nama Bayi Perempuan Bulan Februari yang Penuh Cinta

  • 102 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir Februari dan Rangkaiannya

    102 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir Februari dan Rangkaiannya

  • Arti Nama Anwar yang Penuh Cahaya dan 30 Rangkaiannya

    Arti Nama Anwar yang Penuh Cahaya dan 30 Rangkaiannya

  • 100 Nama Bayi Perempuan Bulan Februari yang Penuh Cinta

    100 Nama Bayi Perempuan Bulan Februari yang Penuh Cinta

  • 102 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir Februari dan Rangkaiannya

    102 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki yang Lahir Februari dan Rangkaiannya

Daftarkan email Anda sekarang untuk tahu apa kata para ahli di artikel kami!
  • Kehamilan
  • Tumbuh Kembang
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Home
  • TAP Komuniti
  • Beriklan Dengan Kami
  • Hubungi Kami
  • Jadilah Kontributor Kami
  • Tag Kesehatan


  • Singapore flag Singapore
  • Thailand flag Thailand
  • Indonesia flag Indonesia
  • Philippines flag Philippines
  • Malaysia flag Malaysia
  • Vietnam flag Vietnam
© Copyright theAsianparent 2026. All rights reserved
Tentang Kami|Tim Kami|Kebijakan Privasi|Syarat dan Ketentuan |Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti