Bayi saya lapar atau kenyang? Kenali tanda-tandanya berikut ini!

Bayi saya lapar atau kenyang? Kenali tanda-tandanya berikut ini!

Apakah Parents sudah hafal ciri bayi kenyang dan tanda bayi lapar berikut ini?

Sebelum orangtua memberi makan pada bayi, alangkah lebih baik orangtua harus mengetahui tanda bayi lapar dan tanda bayi kenyang. Memberi makan bayi saat dia kenyang, berisiko membuat bayi muntah, atau gumoh.

Umumnya orangtua berpikir jika menangis merupakan tanda bayi lapar. Padahal, alasan tangisan bayi sangat beragam, dan tidak hanya merasa lapar.

“Jika memberi makan bayi, orangtua harus mengetahui sinyal lapar dan kenyang si kecil. Jangan sampai bayi kenyang diberi makan, nanti malah dikira lagi GTM,” jelas dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK.

“Jangan juga bayi terlalu lapar. Nanti yang ada anak merengek terlebih dahulu,” imbuh Diana menjelaskan pada Kamis, 31 Januari 2019.

Bagi Parents yang masih bingung apa saja yang menjadi tanda bayi lapar dan kenyang, berikut ini akan dijabarkan tanda-tandanya. Perhatikan ya Parents.

6 Tanda bayi lapar yang harus orangtua ketahui

tanda bayi lapar

  1. Riang atau antusias waktu diberikan makan.
  2. Gerakan mengisap atau mengecapkan bibir.
  3. Buka mulut ketika melihat makanan.
  4. Memasukkan tangan ke dalam mulut.
  5. Menangis atau rewel karena ingin makan.
  6. Mencondongkan tubuh ke arah makanan atau berusaha untuk menjangkau makanan.

4 Tanda bayi kenyang yang harus orangtua ketahui

tanda bayi lapar

  1. Memalingkan atau menutup mulut ketika melihat sendok berisi makanan.
  2. Menutup mulut dengan tangannya.
  3. Rewel atau menangis karena terus diberi makan.
  4. Tertidur.

Jangan ada distraksi saat makan

Selain harus mengetahui tanda bayi lapar dan kenyang, orangtua juga harus memerhatikan hal lain saat memberikan makan kepada buah hati. Misalnya, jangan sampai ada distraksi di jam makan anak.

“Seperti ada mainan, makan sambil nonton televisi. Sebab, nantinya fokus utama anak pada saat itu bukan untuk makan, tapi malah pada mainan atau tontonan yang ditonton,” ungkap Diana.

Bacaan terkait:  Ini 7 tanda bayi terlalu banyak minum susu, Parents wajib tahu!

tanda bayi lapar

Diana menambahkan, apabila anak makan sembari bermain atau menonton suatu tayangan, baik di televisi maupun di handphone, maka ia justru menganggap jika makanan sebagai gangguan. Maka dari itu, orangtua harus fokus saat memberikan anak makan, jangan ada kegiatan lainnya.

“Orangtua juga dapat membiasakan anak untuk makan dalam waktu 30 menit. Habis atau tidak makanannya, jika sudah 30 menit maka anak harus berhenti makan,” ujar Diana saat ditemui di kawasan Karet Kuningan, Jakarta Selatan.

“Kalau makan sampai 1 jam, bisa berdampak pada jam makan anak yang mundur. Alhasil jam makan anak jadi tidak beraturan seperti awal,” tambahnya.

Parents, itulah tanda bayi lapar dan kenyang yang harus diperhatikan, agar kita tidak menyalahartikan kalau anak sedang tidak nafsu makan atau gerakan tutup mulut (GTM) ya.

Artikel terkait: Anak susah makan? Coba tambahkan bumbu ini ke makanannya!

Mengenal sedikit tentang gerakan tutup mulut atau GTM

Parents tentu sudah tak asing lagi dengan istilah gerakan tutup mulut atau GTM. Sebelum membahas lebih lanjut terkait GTM, patut Parents ketahui bahwa menurut dr. Meta Hanindita, Sp.A., sebenarnya istilah GTM tidak ada di dalam medis. Istilah GTM dibuat oleh para orangtua yang anaknya mengalami masalah tidak mau makan.

“Istilah GTM ini tidak ada standarnya dan tidak ada bakunya di medis, itu hanya sebutan dari para orangtua yang anaknya ada masalah makan. Seperti, ada yang kalau makan lama banget, makannya diemut, suka melepeh makanan, atau susah naik tekstur,” ujar Meta saat ditemui di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

“Bahkan menolak sama sekali makanan sampai tutup mulut, jadi namanya gerakan tutup mulut. Serta, yang mengeluhkan setiap mau makan harus lari-lari dulu, nonton YouTube dulu, atau harus jalan-jalan dulu,” lanjutnya.

Menurut Meta, sulit untuk mengetahui faktor utama penyebab anak mengalami sulit makan atau GTM. Sebab, setiap anak yang sempat mengalami masalah makan cenderung memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda.

“Dari berbagai penelitian, ternyata penyebab gangguan makan pada anak adalah karena Inappropriate Feeding Practicesatau praktik pemberian makan yang tidak sesuai. Ini bisa dilihat dari kualitas, kuantitas, tekstur, tahap perkembangannya juga terhadap aturan makan yang seharusnya diterapkan, dan jam makan,” jelasnya.

Anak menolak atau sulit makan juga bisa jadi karena Parents tidak menerapkan jam makan yang teratur atau bahkan ketika waktunya makan si kecil juga diberi aktivitas lain. Contohnya sambil menonton video di gawai, naik odong-odong, atau jalan-jalan keliling komplek rumah.

Nah untuk mengatasi hal ini, Meta pun menyarankan beberapa hal, yaitu:

  • Mencari tahu faktor penyebab mengapa anak tidak mau makan
  • Terapkan aturan makan yang sesuai
  • Disiplin dalam jam makan dan durasi makan hanya 30 menit
  • Biarkan anak fokus saat makan

***

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda, ya!

Baca juga

Hindari beri MPASI berlebihan, kenali tanda bayi kenyang berikut ini

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

app info
get app banner