Payudara kendur setelah menyusui ? Begini cara mengatasinya

lead image

Semua bunda tahu, ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Selain itu ASI juga dapat menciptakan , menyusui ikatan khusus antara ibu dan sang buah hati.

Bunda yang setiap hari menyusui sang buah hati jangan lupa untuk merawat payudaranya, penyebab payudara kendur setelah menyusui bisa karena kurang perawatan.

Sebab, menyusui benar-benar bermanfaat untuk bayi tetapi prosesnya bisa sangat membebani payudara. Ukuran payudara meningkat secara signifikan selama kehamilan.

Saat menyusui bayi Anda, payudara Anda mengalami banyak perubahan: pembengkakan, kehilangan volume, dan kendur yang semuanya umum.

Bunda yang memiliki masalah berat badan juga mengeluhkan hal yang sama yakni payudara mulai melorot atau kendur pasca menyusui. Namun, ada banyak cara untuk mengatasi masalah ini.

penyebab payudara kendur setelah menyusui

penyebab payudara kendur setelah menyusui

Dengan sedikit tips berikut, penyebab payudara kendur setelah menyusui Anda kini bisa teratasi. Dan tentu saja bunda akan mendapatkan kembali penampilan cantik begitu proses menyapih selesai. Tetapi pertama-tama, mari kita lihat kemungkinan penyebab payudara kendur setelah menyusui :

Penyebab payudara kendur setelah menyusui

Ada banyak alasan mengapa payudara kendur atau terkulai setelah menyusui. Kebanyakan wanita berpikir bahwa menyusui adalah satu-satunya alasan di balik ini tetapi prosesnya sebenarnya dimulai dengan kehamilan itu sendiri.

Selama kehamilan, ligamen yang menempelkan dada ke otot (disebut sebagai ligamen Cooper) meregang saat kulit meregang. Ini secara langsung meningkatkan ukuran payudara dan ini adalah bagaimana tubuh mempersiapkan diri untuk menyusui. Ketegangan tambahan ini menyebabkan ligamen payudara mengendur. Selama periode waktu, ligamen-ligamen ini kehilangan elastisitas, sama seperti ikatan rambut elastik Anda yang lama.

Begitu bayi lahir, proses menyusui dimulai dan ini menciptakan perubahan lain di payudara. Sekarang, saluran susu menjadi aktif dan diisi dengan susu. Payudara menjadi lebih berat sehingga peregangan ligamen bahkan lebih.

Setelah rutin menyusui ditetapkan maka ukuran payudara kembali ke ukuran selama kehamilan. Ukuran ini lebih atau kurang dipertahankan sampai bunda menyapih si bayi. Oleh karena itu, payudara Anda tetap besar untuk cukup banyak waktu menambah proses kendur.

Alasan lain di balik payudara yang melorot adalah usia bunda. Para ahli menjelaskan bahwa wanita yang berusia akhir tiga puluhan cenderung kehilangan elastisitas kulit yang jauh lebih cepat. Jadi payudara juga terpengaruh selama kehamilan dan selama menyusui.

Selain dari faktor-faktor tersebut, wanita yang minum lebih banyak alkohol, minuman soda, dan yang mengonsumsi banyak nikotin lebih rentan terhadap penuaan dini dan melemahnya kulit.

Berikut, yuk kita simak langkah-langkah mencegah penyebab payudara kendur setelah menyusui :

1. Kenakan bra yang Baik

Kenakan bra sepanjang waktu saat Anda masih menyusui dan bahkan ketika Anda tidur. Ini pasti akan membantu payudara melawan gravitasi dan menjaga mereka tetap dalam posisi yang benar. Ini tidak akan membantu mempertahankan ukuran atau berat payudara, namun dukungan konstan akan mencegah kendur yang tidak perlu. Pastikan bahwa bra memiliki kualitas yang baik dan memiliki ukuran yang benar. Bra menyusui dengan tali yang mendukung dan tali yang lebih lebar berfungsi untuk tujuan tersebut.

2. Pertahankan postur yang benar saat menyusui

Pastikan bunda duduk dengan sikap yang santai tetapi benar saat menyusui. Hindari bersandar saat memberikan ASI. Sebagai gantinya, gunakan beberapa dukungan seperti bantal menyusui untuk menaikkan bayi ke tingkat payudara. Juga, hindari membungkuk saat menyusui. Tip sederhana postur dan posisi yang benar ini akan membantu mencegah payudara melorot.

3. Latihan

Dokter akan memandu bunda dan memberi tahu kapan siap untuk mulai berolahraga. Olahraga teratur akan membantu menurunkan berat badan ekstra yang di peroleh selama kehamilan dan juga membantu mengencangkan otot-otot. Ini akan bermanfaat tidak hanya untuk payudara tetapi seluruh tubuh juga. Maka bunda dapat memulai dengan latihan ringan seperti berjalan, berenang, atau yoga.

Pastikan bunda tidak menurunkan berat badan terlalu cepat karena ini akan menghasilkan kulit kendur dan longgar. Jadi, lakukan perlahan.

Jika payudara telah menjadi kendur maka perlu ada latihan rutin yang berbeda. Rutin ini harus melibatkan penargetan otot pectoral yang bertanggung jawab untuk kekuatan pada payudara.

4. Memijat payudara

Pijat payudara dengan air hangat dan dingin sambil mandi. Mulai memijat dengan air panas karena ini akan meningkatkan sirkulasi darah. Selesai mandi dengan pijatan air dingin karena ini akan membantu mengencangkan kulit. Bahkan dapat menggunakan handuk untuk memijat dengan air hangat dan menggunakan es untuk memijat dingin. Jangan gunakan es batu selama lebih dari satu menit karena ini akan menyebabkan mati rasa.

5. Gunakan pelembab

Menjaga kulit tetap lembab saat menyusui akan membantu membuatnya tetap lentur dan mempertahankan elastisitasnya. Pilih pelembab yang kaya vitamin E atau mentega coklat atau mentega Shea dan gunakan dengan jumlah yang banyak dua kali sehari.

6. Diet yang tepat

Makan makanan yang tepat juga bisa mencegah payudara mengendur. Ikuti diet yang kaya protein dan karbohidrat kompleks yang memberikan nutrisi pada kulit. Ibu menyusui harus makan lebih banyak buah dan sayuran untuk mencegah turunnya payudara. Lemak jenuh rendah juga dapat membantu menjaga kekencangan kulit.

Semua ini mungkin terdengar terlalu melelahkan, terutama dengan bayi yang harus dirawat. Namun, sedikit usaha dari awal dapat membawa bunda untuk mengembalikan ke bentuk badan semula. Selamat mencoba !

 

Sumber : Mom Junction

 

Baca Juga : 

Adakah pengaruh ukuran payudara dengan kemampuan menyusui? Ini jawabannya

Ini lho trik menyusui dalam perjalanan, simak yuk bun..

 

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Adroid.

Written by

theresia