Ibu menyusui yang terserang flu biasanya ingin sembuh cepat agar tetap bisa merawat dan memberi ASI untuk si Kecil. Namun, kombinasi obat flu seperti Intunal sering kali menimbulkan kekhawatiran karena berisi beberapa bahan aktif sekaligus. Menurut sumber informasi keamanan obat, Intunal umumnya tidak disarankan untuk ibu menyusui, terutama jika tidak dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Intunal adalah obat kombinasi yang mengandung paracetamol, antihistamin (dexchlorpheniramine atau chlorpheniramine), dekongestan (phenylpropanolamine/phenylephrine), dextromethorphan, dan guaifenesin untuk meredakan demam, nyeri, hidung tersumbat, bersin, dan batuk.
Beberapa komponen ini, terutama antihistamin dan dekongestan, dapat lolos ke dalam ASI dalam jumlah kecil dan berpotensi menyebabkan efek samping pada bayi, seperti mengantuk, gelisah, atau gangguan pola tidur.
Intunal Apakah Aman untuk Ibu Menyusui?
Secara umum, Intunal tidak dianggap sebagai obat “pilihan pertama” untuk ibu menyusui. Kandungan paracetamol memang relatif aman dan banyak ditoleransi oleh bayi. Namun, kehadiran antihistamin dan dekongestan membuat profil keamanannya lebih berisiko.
Beberapa sumber kesehatan menyebut bahwa Intunal sebaiknya tidak digunakan pada ibu menyusui tanpa berkonsultasi dengan dokter, karena efek jangka panjang terhadap bayi masih belum sepenuhnya dipahami.
Jika ibu tetap perlu mengonsumsi obat flu, dokter cenderung menyarankan obat dengan komposisi lebih sederhana. Misalnya, paracetamol saja untuk demam dan nyeri, atau dextromethorphan dan guaifenesin khusus untuk batuk, karena keduanya termasuk dalam kategori obat yang umumnya aman untuk ibu menyusui jika digunakan dalam dosis terbatas.
Namun, setiap kasus berbeda: riwayat penyakit, umur bayi, dan apakah bayi prematur atau tidak akan memengaruhi keputusan dokter.
Oleh karena itu, jangan mengonsumsi Intunal saat menyusui tanpa berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau bidan.
Apa Obat Flu yang Aman untuk Ibu Menyusui?
Menurut literatur kesehatan internasional, sebagian besar obat flu bebas resep (OTC) masih dapat digunakan oleh ibu menyusui asalkan dipilih dengan tepat dan dosisnya sesuai.
Obat yang paling sering direkomendasikan adalah paracetamol (acetaminophen) karena hanya keluar dalam jumlah sangat kecil ke dalam ASI dan profil keamanannya pada bayi sudah cukup baik.
Bagaimana Cara Mengatasi Flu saat Menyusui?
Jika ibu menyusui mengalami flu ringan, langkah pertama yang disarankan adalah melanjutkan menyusui karena ASI tetap aman dan bahkan membantu bayi mendapatkan antibodi untuk melawan virus.
Selain itu, istirahat yang cukup, minum air banyak, dan menjaga kelembapan udara (misalnya dengan humidifier atau mandi air hangat) dapat membantu meringankan gejala tanpa selalu mengandalkan obat.
Beberapa sumber kesehatan juga menyarankan teh jahe hangat, air hangat, garam untuk berkumur, dan kompres hangat untuk mengurangi pilek, batuk, dan tenggorokan kering.
Jangan lupa cuci tangan sebelum menyusui, gunakan masker bila batuk atau pilek parah, dan hindari kontak wajah dengan bayi untuk mengurangi risiko penularan virus.
Ibu Menyusui Dilarang Minum Obat Apa?
Berdasarkan panduan kesehatan internasional, bukan semua obat dilarang total untuk ibu menyusui, tetapi ada kelompok obat yang sebaiknya dihindari tanpa pengawasan dokter.
Obat–obat yang biasanya dianjurkan untuk dihindari antara lain: aspirin dosis tinggi, karena berhubungan dengan risiko perdarahan dan sindrom Reye pada bayi; decongestan oral seperti pseudoephedrine atau phenylephrine jangka panjang yang dapat menurunkan produksi ASI; serta obat batuk yang mengandung codeine atau opiat lain karena berpotensi menyebabkan kantuk berlebihan atau gangguan pernapasan pada bayi.
Selain itu, obat nyeri anti‑inflamasi seperti naproxen (Aleve) tidak dianjurkan sebagai pilihan utama karena menetap lebih lama di tubuh dan potensial menyebabkan efek pada ginjal dan sistem kardiovaskular bayi jika digunakan dalam jangka panjang.
Obat antihistamin yang sangat mengantuk (misalnya diphenhydramine atau chlorpheniramine dosis tinggi) juga sebaiknya dihindari jika tidak diperlukan, karena dapat menyebabkan bayi menjadi terlalu lemas atau sulit menyusu.
Jika mengalami kondisi medis yang membutuhkan pengobatan khusus (misalnya obat jantung, psikotropika, atau kemoterapi), selalu konsultasikan dengan dokter spesialis laktasi atau dokter anak untuk menyesuaikan terapi yang aman.
***
Baca Juga:
8 Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui Secara Alami
Bunda, Ini Pelekatan Menyusui yang Benar agar Sukses ASI Eksklusif
15 Manfaat Buah Kurma Bagi Ibu Menyusui, Bantu Tingkatkan Produksi ASI
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.