Adakah pengaruh ukuran payudara dengan kemampuan menyusui? Ini jawabannya

Adakah pengaruh ukuran payudara dengan kemampuan menyusui? Ini jawabannya

Karena ini bukan tentang ukuran, tapi sains.

Apakah benar ada pengaruh ukuran payudaradengan kemampuan menyusui? Pertanyaan selanjutnya adalah apakah ukuran payudara benar-benar penting? Nah, jika berbicara tentang pengaruh ukuran payudaraAnda dengan kapasitasnya untuk menyusui, maka jawabannya, tidak ada!

Pengaruh ukuran payudara besar atau kecil tidak menentukan volume ASI Anda. Karena ini bukan tentang ukuran, tapi sains. Di bawah ini adalah penjelasan ilmu pengetahuan tentang produksi ASI

Tidak ada pengaruh ukuran payudaradengan volume ASI Anda

pengaruh ukuran payudara

Payudara Anda mungkin terlihat seperti gumpalan lemak sederhana, tetapi lebih dari itu. Selain jaringan lemak, juga terdapat kelenjar susu yang terbuat dari jaringan kelenjar dan jaringan ikat. Namun, jaringan lemak adalah penentu utama dari bentuk, ukuran, dan bantalan payudara dari kemungkinan cedera.

Meskipun demikian, ukuran dan bentuk payudara tidak memengaruhi kemampuan memproduksi susu. Fungsi payudara yang sebenarnya adalah untuk produksi ASI.

Kantung berongga kecil yang disebut alveoli, mulai bekerja dan membuat susu untuk bayi Anda. Dari sini, susu dibawa ke ujung payudara Anda, puting yang dalam struktur seperti pipa tubular disebut duktus.

Artikel terkait : Pentingnya merawat payudara saat menyusui, ini 8 tips yang bisa Anda praktekkan

Untuk memproduksi ASI, wanita dengan payudara kecil memiliki efisiensi yang sama dengan wanita yang memiliki payudara lebih besar. Ketika seorang wanita menyusui, payudara terus bekerja dan sibuk memproduksi susu secara berkala.

Jika sebagian besar susu sudah dihabiskan oleh si kecil, tetapi jika Anda memiliki payudara besar, maka susu ekstra yang tidak dihabiskan bayi akan menemukan cukup ruang untuk disimpan. Jadi mungkin itu perbedaannya pada payudara besar, yakni ​​kapasitas penyimpanan.

pengaruh ukuran payudara

Semua ibu menyusui memiliki kapasitas produksi susu yang kurang lebih sama sepanjang hari, tetapi satu-satunya hal yang berbeda di antara mereka adalah kapasitas untuk menyimpan.

Di sisi lain, ukuran memang penting. Beberapa wanita memiliki jaringan kelenjar yang tidak mencukupi, atau insufficient glandular tissue (IGT) di dalam payudara mereka. Meskipun kejadian ini jarang terjadi, wanita dengan IGT, atau payudaranya kurang berkembang, gagal memproduksi susu dalam jumlah yang cukup.

Ini karena ketidakmampuan untuk produksi sejumlah jaringan penghasil susu yang baik. Kondisi payudara ini juga disebut hipoplasia, atau memiliki payudara hipoplasia. Ini adalah payudara yang tidak biasa.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah posisi dan penempatan payudara, untuk memastikan bayi Anda mudah menemukan makanannya. Ibu dengan payudara yang lebih besar merasa lebih mudah memberi makan bayi saat berbaring, sementara ibu dengan payudara yang lebih kecil mungkin harus menaikkan bayi ke posisi yang lebih tinggi dan nyaman.

Dengan semua masalah teknis yang ada, kita tidak boleh lupa bahwa menyusui bukan sekadar mekanisme memberi makan, tetapi sesuatu yang mendefinisikan kekuatan, nutrisi, dan tentu saja ikatan cinta kasih tanpa syarat antara ibu dan anak.

Bagi bayi Anda, ASI adalah hidangan dari surga, dan memberinya manfaat gizi dan imunologi untuk menjadi bayi yang sehat dan bahagia!

Artikel terkait : 10 Tipe Bayi Menyusui yang Perlu Bunda Ketahui dan Cara Menghadapinya

Tips agar produksi ASI melimpah

pengaruh ukuran payudara

Mengutip dari laman Alodokter, dr. Jati Satriyo membagikan tips agar produksi ASI Bunda bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Adapun beberapa tipsnya yaitu:

  • Memberikan ASI secara terus menerus kepada bayi, karena hormon prolaktin juga akan terus bekerja merangsang produksi ASI.
  • Tidur dan istirahat yang cukup.
  • Kelola stres psikologis dan hindari perasaan yang membuat Bunda cemas.
  • Makan makanan sehat dan bergizi tepat waktu, perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta minum air putih minimal 2 liter setiap hari.
  • Hindari minum teh dan kopi.
  • Jangan konsumsi obat-obatan bebas yang tanpa diresepkan oleh dokter.
  • Sebisa mungkin untuk memvariasikan menu makanan setiap hari, karena hal ini dipercaya dapat membuat rasa ASI berbeda, sehingga bayi akan suka kegiatan menyusui.
  • Namun, tetap perhatikan makanan yang Bunda makan, karena bisa saja ini juga membuat bayi menjadi rewel.

***

Demikianlah informasi ini. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Bunda. Selamat menyusui si kecil tersayang.

Baca juga:

Menyusui sepanjang malam, normalkah bagi ibu dan bayinya?

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

Penulis

Kiki Pea

app info
get app banner