Bau badan pada anak bisa menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi orang tua, terutama jika muncul sebelum masa pubertas.
Namun, kondisi ini sebenarnya cukup umum dan bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana, Parents.
Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab, usia munculnya, cara mengatasi, serta pencegahan bau badan pada anak.
Gulir artikel ini sampai habis, ya!
Apa Penyebab Bau Badan pada Anak?
Penyebab bau badan pada anak yang paling umum adalah munculnya keringat yang bercampur dengan bakteri di permukaan kulit.
Keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau, tetapi ketika bakteri memecah keringat, terutama di area seperti ketiak, selangkangan, dan kaki, maka bisa menimbulkan bau tak sedap.
Faktor utama yang memicu bau badan adalah kurangnya kebersihan tubuh, seperti jarang mandi atau tidak rajin mengganti pakaian bersih setelah beraktivitas.
Bukan cuma itu, melansir artikel yang dipublikasikan di laman Healthy Children, perubahan hormon saat memasuki masa pubertas juga menjadi penyebab utama bau badan pada anak.
“Hormon yang meningkat di masa memasuki pubertas, akan merangsang kelenjar keringat apokrin untuk memproduksi keringat yang lebih kental dan mudah berbau,” tulis dokter anak, Megan Yanny, MD, FAAP, dalam artikel tersebut.
Selain perubahan hormon, bau tidak sedap pada anak juga bisa disebabkan oleh kebiasaan tertentu. Salah satunya, bau badan bisa muncul akibat konsumsi makanan tertentu seperti terlalu banyak makan bawang putih, daging merah, atau makanan tinggi gula.
Kondisi medis seperti hiperhidrosis (berkeringat berlebih), diabetes, atau gangguan metabolisme juga bisa menjadi penyebab bau badan pada anak.
Di Usia Berapa Anak Mulai Bau Badan?
Anak akan mengalami bau badan ketika memasuki masa pubertas. Biasanya, anak mulai mengalami bau badan di usia 8-9 tahun.
Namun, pada beberapa kasus, anak bisa mulai mengalami bau badan lebih awal, terutama jika mengalami pubertas dini.
Anak perempuan biasanya lebih dulu mengalami perubahan ini dibandingkan anak laki-laki.
Bagaimana Jika Anak Bau Badan Sebelum Usia 8 Tahun?
Bau badan pada anak di bawah usia 8 tahun sebenarnya jarang terjadi, kecuali jika ada faktor risiko seperti kebersihan yang buruk, konsumsi makanan tertentu, atau kondisi medis tertentu.
Jika anak di bawah usia tersebut sudah mengalami bau badan yang persisten, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasarinya.
Bagaimana Cara Mengatasi Anak yang Bau Badan?
Langkah pertama dan paling penting adalah mengajarkan anak untuk rajin mandi minimal dua kali setiap harinya, terutama setelah beraktivitas atau berolahraga.
Gunakan sabun antibakteri dan bersihkan area tubuh yang mudah berkeringat seperti ketiak, leher, dan kaki.
Pastikan anak juga mengganti pakaian bersih setiap hari, termasuk pakaian dalam dan kaus kaki.
Selain itu, perhatikan pola makan anak. Kurangi konsumsi makanan yang dapat memicu bau badan seperti bawang putih, daging merah, dan makanan tinggi gula.
Jika bau badan masih muncul, bisa dicoba menggunakan deodoran atau bedak khusus anak.
“Gunakan sabun mandi antibakteri, mandi minimal 2 kali sehari, dan bisa juga menggunakan bedak, deodoran, atau antiprespiran. Namun, wajib hindari produk yang mengandung phtalates alumunium dan paraben, karena bisa memengaruhi hormon anak,” ungkap Dokter Spesialis Kulit, dr. Andre Yuindartanto, Sp.DVE.,M.Ked.,Klin mengutip laman Alomedika.
Bagaimana Cara Mencegah agar Anak Tidak Bau Badan?
Pencegahan bau badan pada anak dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
Ajarkan anak untuk mandi secara rutin, menjaga kebersihan pakaian, dan menghindari pakaian yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan sintetis yang tidak menyerap keringat.
Selain itu, pastikan juga sprei, handuk, dan peralatan mandi anak diganti secara berkala.
Dorong anak untuk menjaga pola makan sehat dan seimbang, serta menghindari makanan yang dapat memicu bau badan.
Ajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda tubuh yang perlu dibersihkan, seperti setelah bermain atau berolahraga.
Dengan membiasakan kebiasaan baik sejak dini, risiko bau badan pada anak dapat diminimalisasi.
Kapan Harus ke Dokter?
Perlu diingat bahwa bau badan merupakan bagian normal dari proses tumbuh kembang anak. Langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas dapat membantu mengatasi masalah bau badan tersebut. Namun, segera konsultasikan ke dokter jika anak mengalami hal berikut ini:
- Sering berkeringat dan keringatnya kerap berbau tidak sedap
- Bau badan masih tetap muncul meski sudah melalukan upaya pencegahan seperti mandi rutin dan menggunakan deodoran. Serta, bau badan berdampak pada rasa percaya diri anak.
Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada kondisi medis yang mendasari, seperti penyakit tertentu yang menyebabkan keringat dan bau badan abnormal.
Dokter juga dapat mendiskusikan pilihan pengobatan untuk kondisi genetik langka yang disebut hiperhidrosis, yaitu keadaan di mana seseorang mengalami keringat sangat banyak.
Selain itu, konsultasikan juga ke dokter anak bila Anda melihat bau badan atau tanda-tanda pubertas lain muncul lebih awal dari usia 8 tahun.
Pertanyaan Populer Terkait Bau Badan pada Anak
Kenapa Anak Umur 9 Tahun Bau Ketek?
Anak usia 9 tahun yang mengalami bau ketek biasanya sudah memasuki masa pubertas dini.
Pada usia ini, hormon mulai aktif merangsang kelenjar keringat apokrin di area ketiak, sehingga keringat yang dihasilkan lebih kental dan mudah berbau.
Selain itu, anak yang aktif bergerak dan berkeringat lebih banyak juga lebih rentan mengalami bau ketek jika tidak segera dibersihkan.
Namun, jika bau ketek muncul sangat kuat atau disertai gejala lain seperti ruam, gatal, atau perubahan kulit, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan tidak ada kondisi medis yang mendasarinya.
Pakai Apa Agar Bau Badan Hilang?
Untuk menghilangkan bau badan pada anak, gunakan sabun antibakteri yang lembut dan aman untuk kulit anak.
Sabun jenis ini dapat membantu membunuh bakteri penyebab bau badan.
Selain itu, bisa juga menggunakan deodoran khusus anak yang tidak mengandung aluminium dan paraben, atau produk perawatan tubuh alami seperti air lemon, rebusan daun sirih, atau lidah buaya.
Pastikan anak juga rajin mengganti pakaian bersih dan mencuci sprei serta handuk secara berkala.
Bau Badan Gejala Penyakit Apa?
Bau badan bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi medis, seperti hiperhidrosis (berkeringat berlebih), diabetes, atau gangguan metabolisme.
***
Baca Juga:
Botol Susu Murah Lebih Diminati, Tapi Apakah Benar Aman?
3 Penyebab Berat Badan Anak Susah Naik, Ini Cara Menambahnya Kata Dokter!
Seperti Apa Ciri Demam karena Kecapean pada Anak? Cek di Sini!
Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.