TAP top app download banner
theAsianparent
theAsianparent
Panduan ProdukKeranjang
  • Kehamilan
  • Anak
  • Perkembangan Otak
  • Cari nama bayi
  • Rangkaian Edukasi
  • TAPpedia
  • TAP Rekomendasi
  • Parenting
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Nutrisi
  • Ayah manTAP!
  • Komunitas
  • VIP
  • Event
Masuk
    • Artikel
  • KehamilanKehamilan
  • AnakAnak
  • Perkembangan OtakPerkembangan Otak
  • Cari nama bayiCari nama bayi
  • Rangkaian EdukasiRangkaian Edukasi
  • TAPpediaTAPpedia
  • TAP RekomendasiTAP Rekomendasi
  • ParentingParenting
  • KesehatanKesehatan
  • Gaya HidupGaya Hidup
  • NutrisiNutrisi
  • Ayah manTAP!Ayah manTAP!
  • KomunitasKomunitas
  • VIPVIP
  • EventEvent
    • Komunitas
  • Jajak
  • Album
  • Makanan
  • Resep
  • Topik
  • Baca Artikel
    • Panduan
  • Pemantau Kehamilan
  • Pemantau Perkembangan Bayi
    • Hadiah
  • HadiahHadiah
  • Kontes
  • VIP ParentsVIP Parents
    • Lebih Banyak
  • Saran

Kebijakan PrivasiPedoman KomunitasPeta situs

Unduh aplikasi gratis kami

google play store
app store

Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

Bacaan 6 menit
Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

Penjelasan seputar niat puasa qadha serta berbagai ketentuannya. Sekaligus menjawab bagaimana hukumnya menunda-nunda membayar hutang puasa.

GENERATOR NAMA BAYI

Generator Nama Bayi, gunakan tools generator ini untuk menambah inspirasi Anda dalam mencari nama yang cocok untuk si buah hati.

Jenis Kelamin

Preferensi Nama Depan

Preferensi Nama Belakang

Parents, mengetahui niat dan tata cara puasa qadha sangat penting dilakukan setiap Muslim.

Pasalnya, siapa pun yang meninggalkan puasa wajib di bulan Ramadan, maka ia harus melakukan puasa qadha, yakni mengganti puasa tersebut pada hari lain di luar bulan Ramadan. 

Artikel Terkait: Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Jadwalnya, Jangan Terlewat!

Daftar isi

  • Apa Itu Qadha Puasa?
  • Apa Niat Puasa Qadha?
  • Bagaimana Tata Cara Mengqadha Puasa?
  • Apa Hukum Menunda Bayar Utang Puasa Hingga Ramadan Berikutnya?
  • Apa Hukum Puasa Qadha Bagi Orang yang Telah Meninggal Dunia?
  • Pertanyaan Populer Terkait Niat Puasa Qadha Ramadan

Apa Itu Qadha Puasa?

niat puasa qadha

Menurut bahasa, qadha merupakan bentuk masdar dari kata dasar “qadhaa” yang artinya memenuhi atau melaksanakan.

Sedangkan dalam istilah ilmu fiqih, yang dimaksud qadha adalah pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh syariat.

Ada pun qadha puasa maksudnya yaitu mengganti puasa wajib puasa Ramadan yang telah ditinggalkan pada hari lain di luar Ramadan.

Seperti yang Parents ketahui, berpuasa di bulan Ramadan hukumnya wajib. Namun terkadang, beberapa kondisi bisa menghalangi terpenuhinya kewajiban tersebut.

Misalnya mereka yang sedang haid, nifas, hamil, atau sedang sakit.

Orang yang memiliki udzur semacam ini diperbolehkan untuk tidak berpuasa, namun tetap wajib menggantinya di hari lain.

“Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.” (QS al-Baqarah: 184)

Artikel Terkait: Ini Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura, Lengkap dengan Artinya!

Apa Niat Puasa Qadha?

niat puasa qadha

Nah, bagi Parents yang ingin meng-qadha puasa, berikut ini lafadz niat puasa Qadha yang bisa dibaca: 

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT.”

Berbeda dengan puasa sunnah yang boleh diniatkan saat pagi hari, niat puasa qadha harus dilakukan pada malam hari atau sebelum terbit fajar.

Demikian diterangkan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna’ sebagaimana dikutip dari laman Republika.

“Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits.” (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, [Darul Fikr, Beirut: 2007 M/1428 H], juz II)

Artikel Terkait: Tata Cara Puasa Syawal, Bolehkah Dilaksanakan Sekaligus Bersama Utang Puasa Ramadan?

Bagaimana Tata Cara Mengqadha Puasa?

niat puasa qadha

Puasa qadha yang ditunaikan tentunya sesuai dengan jumlah hari puasa yang telah ditinggalkan.

Bisa dilakukan secara berturut-turut maupun terpisah. 

Misalnya, jika seseorang tidak berpuasa Ramadan sebanyak 4 hari, maka ia dapat menggantinya dengan cara berpuasa 4 hari berturut-turut.

Puasa boleh juga tidak dilakukan secara berurutan, misalnya dilakukan pada hari Senin, Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

Hal ini berdasarkan hadist Rasulullah yang menyatakan:

“Qadha (puasa) Ramadan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan.” (H.R. Daruquthni, dari Ibnu ‘Umar)

Adapun jika seseorang lupa atau ragu dengan jumlah puasa yang ditinggalkan, maka dianjurkan untuk melakukan puasa qadha dengan jumlah hari yang terbanyak.

Dengan begitu, puasa yang harus dibayarkan tidak akan kurang.

Apa Hukum Menunda Bayar Utang Puasa Hingga Ramadan Berikutnya?

Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

Cerita mitra kami
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Memberikan Sogokan untuk Anak, Boleh atau Tidak, Ya?
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
Serunya theAsianparent on the Go 2025 di Bekasi, Banyak Talk Show Bermanfaat!
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
MY BABY dan theAsianparent Indonesia Meriahkan Hari Ibu Lewat Acara Spesial 'Mari Rayakan Ibu'
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga
Bangga jadi Bunda, Apresiasi Peran Penting untuk Keluarga

Sebagian orang terkadang menunda-nunda waktu pelaksanaan puasa qadha. Bahkan ada yang menundanya hingga Ramadan tahun berikutnya. Lantas, bagaimana hukum jika melakukan hal ini dalam pandangan Islam?

Melansir Republika, Syekh Muhammad Jawad Mughniyah dalam Fikih Lima Mazhab menjelaskan tata cara mengganti puasa yang terlewatkan. 

Dia menerangkan bahwa para ulama bersepakat jika seseorang meninggalkan puasanya maka ia diwajibkan menggantinya pada tahun itu juga.

Artinya, seorang muslim dilarang menunda pelaksanaan puasa qadha hingga masuk waktu Ramadhan berikutnya. Terkait harinya, ia bebas memilih kapan saja selama bukan hari-hari yang diharamkan berpuasa.

niat puasa qadha

Syekh Jawad lalu memaparkan bagaimana hukum orang yang mampu mengganti puasa, tetapi ia menunda-nunda dan menyia-nyiakan kesempatan qadha tersebut sampai datang Ramadan berikutnya.

Menurutnya, dalam kondisi seperti di atas maka yang bersangkutan selain harus mengqadha puasa yang ditinggalkannya, ia juga berkewajiban membayar kafarat berupa memberi makan satu orang miskin senilai satu mud (675 gram) setiap hari yang ia tinggalkan.  

Pendapat ini disepakati oleh mayoritas mazhab fikih, kecuali mazhab Hanafi. Menurut mazhab yang berafiliasi dengan Imam Abu Hanifah itu, ia hanya diharuskan untuk mengganti puasa. Sedangkan, pembayaran kafarat tidak diperlukan.

Artikel Terkait: Ramadan Tiba Tapi Utang Puasa Belum Dibayar, Bagaimana Hukumnya?

Apa Hukum Puasa Qadha Bagi Orang yang Telah Meninggal Dunia?

Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar

Jika seorang muslim berhutang puasa kemudian meninggal sebelum mengganti puasanya, maka hutang puasa tersebut boleh digantikan oleh walinya.

Syekh Kamil Muhammad Uwaidah dalam Fikih Wanita mengatakan bahwa hal ini sebagaimana hukum yang berlaku dalam haji. Pendapat tersebut merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra:

“Barang siapa meninggal dunia dalam keadaan meninggalkan kewajiban qadha puasa maka hendaklah walinya berpuasa untuk menggantikannya.” (HR Bukhari)

Hutang puasa Ramadhan orang yang telah meninggal dapat pula diganti dengan membayar fidyah, yaitu memberi makan sebanyak 675 gr bahan makanan pokok kepada fakir miskin.

Jumlah fidyah yang dibayarkan ini sesuai dengan banyaknya hari puasa yang ditinggalkan.

“Siapa saja meninggal dunia dan mempunyai kewajiban puasa, maka dapat digantikan dengan memberi makan kepada orang miskin pada hari yang ditinggalkan.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Umar)

Pertanyaan Populer Terkait Niat Puasa Qadha Ramadan

Apakah Niat Puasa Qadha Bisa Digabung?

Ya, bisa. Niat puasa qadha bisa digabung dengan puasa sunnah lainnya.

Namun, Sebagian ulama berpendapat untuk memisahkan niat keduanya agar pahalanya lebih sempurna.

Meski begitu, Anda tetap mendapat pahala dan puasanya sah apabila niatnya digabung.

Niat Puasa Qadha Ramadan dan Puasa Senin Kamis Apakah Bisa Digabung?

Ya, niat puasa qadha Ramadan dan puasa Senin Kamis bisa digabung.

Apa Niat Puasa Rajab Sekaligus Qadha Ramadan?

Niat puasa Rajab yang digabung sekaligus dengan puasa qadha Ramadan adalah “Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.“

Artinya: Aku berniat untuk mengqadha puasa Ramadan esok hari karena Allah SWT.

Artikel Terkait: Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah Beserta Keutamaan Ibadah Jelang Idul Adha

Itulah penjelasan tentang niat puasa qadha dan tata caranya.

Jadi, jangan menunda untuk melaksanakan puasa pengganti ini, ya, Parents.

***

Baca juga:

Puasa Syawal Lebih Dulu sebelum Bayar Puasa Ramadan, Bolehkah? Ini Hukumnya!

6 Pertanyaan Seputar Bayar Utang Puasa Ramadhan, Bolehkah Digabung dengan Puasa Lain?

Bacaan Niat dan Golongan Orang yang Wajib Bayar Utang Puasa Ramadan

Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.

img
Penulis

Titin Hatma

Diedit oleh:

Fitriyani

  • Halaman Depan
  • /
  • Keluarga
  • /
  • Niat Puasa Qadha, Ketentuan dan Tata Caranya yang Benar
Bagikan:
  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

  • Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

    Meyakini Asmaul Husna Ar Rahim yang Artinya Yang Maha Penyayang

  • 11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

    11 Lagu Sunda Terpopuler Warisan Budaya Jawa Barat, Cek Yuk!

  • Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

    Wajib Baca! Ini Doa agar Pacar Makin Sayang dan Takut Kehilangan

Beranda

Beranda

Dapatkan artikel seputar parenting, gaya hidup, opini pakar, di ujung jari Anda

Jajak

Jajak

Ikutan isi polling menarik, dan lihat apa yang orangtua lain pikirkan!

Album

Album

Bagikan foto orang-orang tersayang Anda di komunitas yang aman

Topik

Topik

Gabung di komunitas dengan sesama Bunda dan Ayah

Panduan

Panduan

Pantau kehamilan, dan juga perkembangan bayi Anda dari hari ke hari!

theAsianparent

Unduh aplikasi gratis kami

Google PlayApp Store

theAsianparent di seluruh dunia

Singapore flag
Singapore
Thailand flag
Thailand
Indonesia flag
Indonesia
Philippines flag
Philippines
Malaysia flag
Malaysia
Vietnam flag
Vietnam

Partner Brands

Rumah123VIP ParentsMama's ChoiceTAP Awards

© Copyright theAsianparent 2026 . All rights reserved

  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat dan Ketentuan
  • Peta situs
  • Fitur
  • Artikel
  • Beranda
  • Jajak

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti

Kami menggunakan cookie agar Anda mendapatkan pengalaman terbaik. Pelajari LagiOke, Mengerti